Saturday, October 31, 2020

Krisis kehidupan

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa

Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa

Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “KRISIS KEHIDUPAN”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Kehidupan adalah ujian Allah SWT. Allah SWT menguji kita dengan perkara yg baik & buruk, haq & bathil. Mimbar Jumat minggu ini akan lebih fokus kepada ujian krisis kehidupan. Kita akan membedah tafsir surah Al Baqarah #155 yg terletak di juz #2. Ujian krisis kehidupan adalah sebagai berikut:

#1 Ketakutan

Kita masih saja berada dalam musibah pandemic covid-19. Sekarang kita semua serba ketakutan. Kita takut keluar rumah. Kita takut berada di luar rumah lama”. Virus corona masih saja menghantui kita. Kita tidak tau kapan badai musibah covid-19 ini berakhir. Dokter takut menangani pasien covid-19. Kerjanya berat, capek. Mereka harus pakai APD. Mereka tidak bisa pulang ke rumah, berkumpul bersama keluarga. Saban hari korban virus corona melonjak tajam. Banyak yg meninggal dunia. Bahkan banyak dokter yg meninggal dunia. Kita takut silaturrahim secara langsung bertemu orang lain. Virus corona itu ada tapi tersirat. Banyak orang yg menyepelekan virus corona. Musibah pandemic virus corona itu betul, bukan perkara sepele.

Sidang Jumat hafizhakumullah,

#2 Kelaparan

Semua orang sekarang menjerit. Pekerja menjerit. Banyak yg dirumahkan. Bahkan menjadi korban PHK. Pebisnis menjerit. Bisnis sepi. Banyak bisnis yg merugi. Bahkan banyak bisnis yg bangkrut. Harga kebutuhan pokok menjulang ke langit. Harga BBM naik. Segala harga naik kecuali harga diri. Harga diri saja yg turun. Daya beli masyarakat susah. Uang tidak cukup. Uang hanya u/ memenuhi kebutuhan pokok saja. Petani dilanda kekeringan. Padi tidak bisa panen. Bila padi sudah panen, dijual ke pasar, harganya mahal. Penjualan di pasar sepi. Pendapatan kurang.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

#3 Kekurangan harta & jiwa serta buah”an

Kehidupan sepanjang pandemic ini rasanya segalanya serba terbatas. Uang kita terbatas. Jangankan memuaskan keinginan kita, kebutuhan lain, kebutuhan sekunder. Kebutuhan pokok, kebutuhan primer saja susah. Uang rupiah sekarang sudah tidak berharga lagi. Susah mencarinya tapi mudah habisnya. Susah masuk tapi gampang keluarnya. Lama dapatnya tapi cepat habisnya. Uang rupiah sekarang sudah seperti air. Kemiskinan melonjak drastis. Pengangguran melonjak drastis.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #155: “& Kami pasti akan menguji anda dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta & jiwa serta buah”an. Kabarkan berita gembira bagi orang yg sabar

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Di khutbah #2 ini, surah Al Baqarah #156 mengabarkan orang yg sabar itu bila ditimpa musibah, mengucapkan “Inna lillahi wa Inna ilaihi rojiun” artinya “Sungguh kami milik Allah SWT & sungguh kami akan kembali kehadirat Allah SWT”. Bila kita mendengar berita duka cita, kita mengucapkan “Inna lillahi wa Inna ilaihi rojiun”.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #156: “Yakni bila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” (Sungguh kami milik Allah SWT & sungguh kami kembali kehadiratNya)

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

 

No comments:

Post a Comment