Friday, December 31, 2021

Muflis

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti akan terjadi hari Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa

Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa

Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “MUFLIS”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Muflis berasal dari Bahasa Arab artinya pailit, bangkrut, gulung tikar. Bila daya beli masyarakat sudah tidak memadai, bisnis sepi, ujung”nya pailit. Bila perusahaan banyak hutang, krisis ekonomi, perusahaan akan gulung tikar. Pailit di dunia masih mending, hanya cobaan dari Allah SWT.

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Bila kita muflis, pailit, bangkrut, gulung tikar di hari kiamat, maka akan menjadi bumerang u/ kita. Orang muflis itu bukan orang yg tidak punya uang 1 juta ringgit Malaysia, 1 juta ringgit Brunei, asuransi, deposito. Orang yg kaya amalan selama kehidupannya di dunia tapi menjadi orang yg pailit di hari kiamat. Saham amalannya didiskualifikasi oleh Allah SWT. Orang yg rajin menyempurnakan saham amalan tapi juga suka menzalimi orang lain. Dia rajin mengkaji kitab kuning, riyadhushsholihin, sedekah karna pamer, sedekah dengan menghardik orang yg dia tolong. Sahamnya banyak. Saham sholat 5 waktu, saham umroh, saham sholat di Masjidil Haram, saham sholat di Masjid Nabawi, saham ziarah ke Masjid Al Aqsa, saham qurban u/ Palestina, saham umroh Ramadhan, saham haji, saham puasa Ramadhan, saham puasa Senin & Kamis, saham puasa ayyamul bidh saban bulan. Dia sudah haji tidak sholat 5 waktu. Dia sudah haji, tidak Jumatan lagi. Dia sudah haji korupsi. Dia sudah haji berzinah. Dia sudah haji, sombong sama tetangganya. Dia sudah haji, menindas teman”nya. Padahal teman”nya, tetangganya yg selalu ada u/ dia di zaman susah. Dia telah menjadi jutawan ekonomi & jutawan agama tapi sombong. Kemudian apa bedanya dengan jutawan setan, jutawan dosa? Tidak beda dia walaupun telah haji. Dia gayanya pakai baju gamis, pakai sorban supaya dipanggil pak haji. Padahal itu haji pencitraan. Sudah haji semakin liar. Sudah haji doyannya adu domba, fitnah, menjelek”an orang lain, menzalimi orang lain. Sudah haji jadi orang ketiga merusak persahabatan orang lain. Sudah haji bahkan merusak mahligai rumah tangga orang lain. Itu haji maksiat, haji setan, haji palsu.

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Pada hari kiamat, pengadilan padang mahsyar, Allah SWT saja yg Hakim, kita semua hanyalah terdakwa. Misal kita menzalimi 4 orang di dunia. Mereka berempat itu laporan sama Allah SWT bahwa mereka dizalimi di dunia. Pahala kita ditransfer ke mereka. Dosa mereka ditransfer ke kita. Orang pertama laporan sama Allah SWT, transfer tukeran pahala & dosa. Pahala kita masih ada tapi kita sudah menanggung dosa orang pertama. Orang #2 laporan sama Allah SWT, transfer pahala & dosa. Pahala kita sudah berkurang, yg ada bayar denda ganti rugi ke orang #2. Kita tanggung dosa orang #2 Orang #3 laporan sama Allah SWT, transfer pahala & dosa. Pahala kita makin sedikit bayar denda ganti rugi ke orang #3. Kita menanggung dosa orang #3. Orang #4 laporan sama Allah SWT, sisa stock pahala kita terakhir bayar denda ganti rugi ke orang #4. Kita tanggung dosa mereka berempat itu. Bila sudah habis pahala amal sholeh kita bayar denda ganti rugi ke orang yg kita zalimi, akhirnya pahala kita yg sempurna didiskualifikasi oleh Allah SWT dengan nilai NOL. Harusnya kita masuk surga. Karna mereka berempat itu laporan sama Allah SWT, pahala amal sholeh kita digunakan u/ bayar denda ganti rugi ke mereka, kita terjeblos ke api neraka.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: Siapa yang pailit? “Manusia yang pailit itu bukanlah mereka yang tidak berharta & tempat tinggal”."Sungguh orang yang pailit itu mereka yang tidak menunaikan hak-hak orang lain seperti mencaci, merampas harta tanpa hak, memukul tanpa sebab dll”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Tahukah anda siapakah orang yang pailit?” Para sahabat menjawab: Bagi kami orang yang pailit ialah orang yang tidak memiliki uang, harta”. Kemudian Baginda Rasulullah SAW bersabda lagi: Sebenarnya orang yang pailit dalam kalangan umatku mereka yang pada hari Kiamat datang dengan membawa pahala amal solat, puasa, zakat & haji tetapi semasa di dunia mereka pernah mencemooh orang, menuduh tanpa bukti, memakan harta dengan zalim, membunuh & memukul sesuka hati. Kemudian pada hari kiamat, orang yang di zalimi akan menerima pahala amal si pelaku. Bila pahala amalnya telah habis (diberikan) sedangkan kesalahan & dosanya semasa di dunia kepada orang yang tidak berdosa masih banyak, maka Alllah SWT akan memberi pula dosa orang yang dizalimi itu kepadanya sehingga semakin berat bebannya, kemudian Allah SWT jebloskan dia ke dalam neraka."

Firman Allah SWT surah Thaha #124-#126

#124 “& barangsiapa yg berpaling dari peringatanKu, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yg sempit & Kami akan mengumpulkannya di hari kiamat dalam keadaan buta

#125 Dia berkata “Wahai Tuhanku, mengapa Anda kumpulkan saya dalam keadaan buta, padahal dahulu saya bisa melihat?”

#126 Allah SWT berfirman “Demikianlah, dahulu telah datang bagi anda ayat” Kami & anda mengabaikannya & mengingkari ayat” Tuhannya. Sungguh azab di akhirat itu lebih dahsyat & lebih kekal”

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

 

 

No comments:

Post a Comment