Friday, February 21, 2020

Kehidupan 2x, kematian 2x


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “KEHIDUPAN 2X, KEMATIAN 2X”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Allah SWT yg menciptakan kita. Allah SWT yg menghidupkan & mematikan kita. Kita merasakan kehidupan 2x & kematian 2x. Kematian #1 telah kita lewati. Kehidupan #1 sedang kita lewati. Kematian #2 akan kita hadapi. Sebagian saudara kita yg telah mendahului kita sudah merasakan kematian #2. Mereka sedang istirahat di alam kubur hingga hari kiamat. Kehidupan #2 terjadi setelah kita bangkit dari alam kubur di hari kiamat. Sebelum kita lahir ke dunia ini, kita juga mati. Kita berada di alam roh. Kita belum diciptakan.

Firman Allah SWT surah Gafir #11: Mereka menjawab, “Wahai Tuhan kami, Anda telah mematikan kami 2x & menghidupkan kami 2x kemudian kami mengakui segala dosa kami. Maka adakah jalan kami keluar dari neraka?”

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Kehidupan kita adalah perjalanan yg panjang. Terminal kehidupan terakhir kita yakni surga atau neraka. Kehidupan #1 ini @least 60-70 tahun. Baginda Rasulullah SAW meninggal dunia di usia 63 tahun. Bila kita menghembuskan nafas terakhir, kita merasakan kehidupan #1 ini cepat sekali. Waktu cepat sekali berlalu dengan tidak terrasa. Inilah zamannya kita bercocok tanam saham akhirat. Dunia tempat kita menanam bibit & benih serta saham amalan sholeh. Akhirat tempat kita memperoleh balasan atas segala amalan kita. Allah SWT menyempurnakan amalan sholeh kita di hari kiamat. Kita semua adalah perantau di dunia ini yg berasal dari akhirat. Film “Merantau” yg dibintangi oleh Iko Uwais membahas tentang kehidupan perantau asal Minangkabau, Sumatera Barat yg merantau ke Jakarta.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Usia umatku @least rata” 60-70 tahun

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Jadilah anda di dunia ini perantau

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Setiap hamba pasti mati. Setiap hamba pasti akan kembali kehadirat Allah SWT. Bila ajal kita telah tiba, Malaikat Izrail pasti akan datang mencabut nyawa kita. Bila kita telah menghembuskan nafas terakhir, jantung kita berhenti berdetak, darah kita berhenti. Jasad yg beku terbujur kaku di rumah duka. Kita dibungkus kain kafan. Kita digotong dengan keranda ke alam kubur. Orang melayat kita ke rumah kita. Rumah kita sendiri pasti akan menjadi rumah duka. Pelayat akan memakamkan kita ke liang lahat. Kita tinggal sendiri di liang lahat. Tidak ada lagi urusan kita dengan dunia.

Firman Allah SWT surah Ali Imran #185: “Setiap yg bernyawa pasti mati. & hanya pada hari kiamat saja disempurnakan balasanmu. Barangsiapa yg dihindari dari neraka & dimasukkan ke dalam surga. Sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yg palsu

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Bila hari kiamat tiba, kita akan dibangkitkan dari alam kubur masing”. Kita dikumpulkan di padang mahsyar. Kita semua telanjang di padang mahsyar. Kita semua menderita pasrah dengan nasib kita masing”. Setiap hamba sibuk dengan urusan masing”. Jarak matahari 1 km tepat di atas kepala kita. Di riwayat yg lain, ada yg bilang 1 mil, 1 jengkal di atas kepala kita. Kita merasakan panas yg amat dahsyat di padang mahsyar. Keringat mengucur deras di sekujur jasad kita. Allah SWT saja yg Hakim. Kita semua terdakwa. Bila amalan sholeh kita berat, kita akan masuk surga. Bila dosa kita berat, kita akan masuk neraka.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #28: “Bagaimana anda ingkar kehadirat Allah SWT, padahal anda tadinya mati, kemudian Dia menghidupkan anda kemudian Dia mematikan anda kemudian Dia menghidupkan anda kembali, kemudian hanya kehadiratNya anda dikembalikan?

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah SWT,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.



No comments:

Post a Comment