Monday, June 1, 2020

Kehidupan pasca Ramadhan


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari & bulan Syawal yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Seiring dengan kegembiraan Idul Fitri 1441 H, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “KEHIDUPAN PASCA RAMADHAN”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, kita telah menyempurnakan tarbiyah Ramadhan tahun 1441. Masih terrasa kegembiraan Idul Fitri khususnya & kegembiraan Syawal umumnya. Hari demi hari setelah Ramadhan telah kembali seperti sedia kala sebelum Ramadhan. Di bulan Ramadhan, masjid rame drastis. Masjid penuh sesak secara drastis. Sholat fardhu 5 waktu berjemaah penuh sesak secara drastis. Jumatan di bulan Ramadhan Jemaah melonjak tajam secara drastis. Sholat sunnah taraweh dibanjiri Jemaah. Parkiran padat. Orang rebutan saf. Orang rebutan tempat wudhu. Bahkan ada yg datang dari buka puasa. Orang rebutan ta’jil, makanan & minuman buka puasa. Tiba di 10 hari terakhir Ramadhan, masjid mulai sepi. Tidak ada lagi rebutan saf, tempat wudhu, parkiran, ta’jil bagi yg buka puasa di masjid. I’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan tidak terlalu rame. Itu semua terjadi bila Ramadhan normal seperti tahun” yg dahulu. Sungguh ironis sekali, Ramadhan tahun ini tidak demikian.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Bila hamba Allah SWT mengetahui berkah Ramadhan, niscaya mereka menginginkan supaya Ramadhan terjadi setahun suntuk

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Bila tiba bulan Syawal, masjid berubah menjadi sepi drastis. Sholat fardhu 5 waktu berjemaah menjadi sepi drastis. Masjid ramenya hanya sholat sunnah Idul Fitri & Jumatan saja. Di bulan Ramadhan, amalan kita melonjak tajam secara drastis. Bila tiba bulan Syawal, amalan kita turun tajam secara drastis. Di bulan Ramadhan, kita sempurnakan amalan fardhu & amalan sunnah. Tiba di bulan Syawal, kita hanya tinggal kerjakan amalan fardhu saja. Amalan sunnah tidak kita sempurnakan seperti Ramadhan. Di bulan Ramadhan, amalan fardhu berkahnya 70. Amalan sunnah berkahnya amalan fardhu. Di luar Ramadhan, berkah amalan kita berkah tunggal, berkah biasa.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: Allah SWT berfirman, “Semua amalan hamba adalah u/nya kecuali puasa. Puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Semua amalan hamba akan dilipatgandakan 10-700x lipat. Allah SWT berfirman: kecuali puasa, puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Saban tahun kita puasa Ramadhan, tapi kita gagal menjadi hamba yg bertaqwa. Harusnya saban tahun kita puasa, semakin sempurna taqwa kita. Coba kita audit diri kita masing”. Setelah kita memeluk Islam, kita punya iman. Ternyata iman saja tidak cukup. Iman harus ditaburi taqwa. Orang yg beriman puasa u/ menyempurnakan taqwa. Iman belum tentu taqwa. Taqwa sudah barang tentu iman. Puasa itu ibaratnya kita menanjak dari iman ke taqwa. Ibarat kita menempuh perjalanan 30 km. Kita tiba di tujuan taqwa. Ibarat kita naik 30 anak tangga. Kita tiba di puncak taqwa. Saban tahun kita Ramadhan, jangan terus kita mulai dari nol. @least kita mulai dari titik 1. Bila sudah bagus titik 1, naik lagi mulai dari tangga 2. Kita sudah punya azam yg matang u/ menyempurnakan tarbiyah Ramadhan.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman difardhukan bagi anda puasa sebagaimana telah difardhukan bagi orang yg terdahulu sebelum anda supaya anda bertaqwa

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Setelah kita menyempurnakan tarbiyah Ramadhan selama 30 hari, kita mulai pengembaraan kehidupan yg baru u/ 11 bulan kemudian. Pengembaraan 11 bulan kemudian ini tidak mudah. Kita harus memelihara amalan Ramadhan kita selama 11 bulan kemudian. Jangan sampai kita hanya menyempurnakan amalan di bulan Ramadhan saja. Keluar Ramadhan, amalan kita turun tajam secara drastis. Jadilah hamba rabbani. Jangan jadi hamba Ramadhan. Ramadhan hanya 30 hari. 11 bulan kita berpisah lama dengan Ramadhan. Ibarat smartphone yg sudah diservis 30 hari, setelah selesai masa servis, smartphone sudah siap u/ digunakan. Jangan sampai smartphone yg sudah diservis 30 hari, rusak selama 11 bulan kemudian. Bila kita membangun rumah, butuh waktu lama u/ membangun rumah. Bila rumah sudah selesai, tidak dirawat. Rumah akan kotor, hancur lebur. Tarbiyah Ramadhan itu latihan & pendidikan pengembaraan amalan. 11 bulan kemudian itu kita mengamalkan tarbiyah Ramadhan. Jangan rusak amalan tarbiyah Ramadhan kita selama 30 hari dalam pengembaraan 11 bulan kemudian.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #200-#202: #200 Bila anda telah menyempurnakan ibadah haji anda, maka berzikirlah anda dengan menyebut Asma Allah SWT sebagaimana anda membanggakan nenek moyang anda atau lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yg berdoa "Wahai Tuhan kami, anugerahkan kami keberkahan di dunia” & tiada keberkahan baginya di akhirat #201 & di antara mereka ada yg berdoa, "Wahai Tuhan kami, anugerahkan kami keberkahan di dunia & di akhirat & peliharalah kami dari azab siksa api neraka" #202 “Mereka itulah yg memperoleh bagian dari apa yg mereka usahakan & Allah SWT Maha Cepat perhitunganNya

 fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment