Tuesday, July 7, 2020

Munajat di balik musibah


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “MUNAJAT DI BALIK MUSIBAH”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Kehidupan adalah ujian. Kita memetik I’tibar dari ujian. Ujian kehidupan tidak seperti ujian di sekolah. Di sekolah, kita belajar u/ ujian. Dalam kehidupan, kita mengerjakan ujian Allah SWT & kita memetik I’tibar kehidupan via ujian. Allah SWT memberikan ujian yg baik & buruk. Ujian yg baik supaya kita munajat kehadirat Allah SWT. Ujian yg buruk u/ membunuh dosa kita. Allah SWT memberikan ujian yg buruk itu seberat dosa kita. Bila ujian yg buruk semakin berkurang, pembunuhan dosa kita in progress, dosa kita semakin berkurang. Bila ujian yg buruk telah selesai, dosa kita telah habis. Dosa itu ibarat api yg membakar diri kita. Ujian yg buruk itu tabung pemadam kebakaran dosa kita. Ibarat terjadi musibah kebakaran. Pasukan pemadam kebakaran dikerahkan u/ memadamkan kebakaran. Ujian yg buruk itu ibarat pasukan pemadam kebakaran dosa kita.

Firman Allah SWT surah Al Anbiya’ #35: “Setiap yg bernyawa pasti mati. Kami menguji anda dengan buruk & baik sebagai cobaan. & anda akan dikembalikan kehadirat Kami

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri kecuali dicatat baginya satu derajat & dihapus dosanya

Allah SWT tidak membebani kita ujian di luar kemampuan kita. Ada 2 cara Allah SWT membuat kita melewati ujianNya yakni Allah SWT meringankan beban ujianNya atau Allah SWT menambahkan kekuatan pada pundak kita u/ memikul beban berat ujianNya.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #286: “Allah SWT tidak membebani seseorang hamba kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Dia memperoleh pahala dari kebajikannya & dosa dari kejahatannya

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

2020 tahun musibah. 2020 tahun bencana. Kita perhatikan saja tahun baru 2020 dibuka dengan banjir dahsyat Jakarta. Jakarta ditimpa banjir dahsyat karna hujan lebat yg dahsyat tgl 1 Januari 2020. Masih di awal tahun 2020 & masih di bulan Januari 2020, virus corona melanda Wuhan, Cina. Virus corona menjalar ke penjuru dunia. Kita sudah sekian lama dipaksa tinggal di rumah. Segala gerak gerik kita serba terbatas. Kita tidak bisa silaturrahim. Kita tidak bisa melakukan aktivitas. Kita melewati kehidupan yg tidak normal. Bumi panas yg luar biasa dahsyat. Waktu terlalu cepat berlalu. Banyak bencana alam yg menimpa dunia ini: gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kekeringan, kelaparan, kemarau panjang, hujan yg tidak kunjung turun, angin putting beliung. Jazirah Arab sudah turun salju, turun hujan, badai pasir. Tanah Arab yg gersang berubah menjadi hijau. Gempa bumi & tsunami di Lombok tgl 29 Juli 2018. Gempa bumi & tsunami di Palu tgl 28 September 2018. Tsunami di selat Sunda tgl 22 Desember 2018. Tatkala itu ada konser musik seventeen. Tsunami di Aceh, Phuket tgl 26 Desember 2004.

Firman Allah SWT surah Al Isra #16: “& bila Kami hendak membinasakan suatu negri, Kami akan perintahkan kepada orang yg hidup mewah di negri itu supaya taat kehadirat Allah SWT, tapi bila mereka berbuat maksiat di negri itu, maka berlakulah kepadanya hukuman Kami. Maka akan Kami binasakan negri itu sehancur”nya

Sidang Jumat hafizhakumullah,

2 bencana klasik Jakarta, yakni: macet & banjir. Macet bencana saban hari. Banjir bencana musiman. Bila bendungan Katulampa penuh, air tumpah melanda Jakarta. Bila hujan deras mengguyur Jakarta, Jakarta banjir. Bila Jakarta banjir, lalu lintas lumpuh. Jangankan banjir, bila tidak banjir saja lalu lintas Jakarta sudah lumpuh total. Pertumbuhan kendaraan di Jakarta melonjak tajam saban tahun. Jalan di Jakarta terbatas. Jakarta itu kurang ruang terbuka hijau. Kota yg bebas polusi itu harus mempunyai @least 30% ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau itu sumber oksigen kota, paru” kota. Mall sudah terlalu menjamur di Jakarta. Di Kuningan saja, ada Kuningan city, Mal Ambassador, Kota Kasablanka. Apartemen menjamur di Jakarta. Tata ruang Jakarta sudah salah total. Jakarta dibangun di penghulu sungai Ciliwung. Ruas permukaan tanah Jakarta itu menyusut 12 cm saban tahun. Tanah Jakarta sudah rendah. Lautan lebih tinggi daripada daratan.

Firman Allah SWT surah Al A’raf #96: “& bila penduduk negri beriman & bertaqwa, niscaya Kami akan melimpahkan bagi mereka berkah dari langit & bumi tapi mereka mendustakan rasul. Kami siksa mereka atas apa yg telah mereka perbuat

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Munajat kehadirat Allah SWT berlaku seumur hidup. Munajat kehadirat Allah SWT berlaku hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Munajat kehadirat Allah SWT tiada penghulunya. Kita berdoa kehadirat Allah SWT. Kita bertaubat mohon ampun atas segala dosa kita. Setiap hamba Allah SWT tidak luput dari dosa. Allah SWT melumpuhkan dosa kita via musibah. Musibah akan bubar via munajat kehadirat Allah SWT.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #155 & #156: #155 “& Kami pasti akan menguji anda dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta & jiwa serta buah”an. Kabarkan berita gembira bagi orang yg sabar” #156 “Yakni bila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” (Sungguh kami milik Allah SWT & sungguh kami kembali kehadiratNya)

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment