Thursday, July 30, 2020

Zakat maal

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti akan terjadi hari Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa

Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa

Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “ZAKAT MAAL”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Syariat Islam telah mensyariatkan titah perintah zakat kepada pemeluknya. Titah perintah zakat berlaku sejak tahun 2 H. Titah perintah zakat sudah berlaku sejak 1439 tahun yg lalu. Titah perintah zakat berlaku sejak bulan Sya’ban tahun 2 H bareng dengan titah perintah puasa Ramadhan & jihad serta pemindahan kiblat dari Masjid Al Aqsa ke Masjid Al Haram. Zakat termasuk salah satu rukun Islam, yakni rukun Islam #3. Allah SWT menggandeng titah perintah sholat & zakat dalam Al Quran. Allah SWT pula menggandeng titah perintah sholat & zakat dalam rukun Islam. Zakat dalam syariat Islam dibagi 2, yakni zakat fitrah & zakat maal. Zakat fitrah dibayar di bulan Ramadhan. Zakat maal dibayar sekali dalam setahun, yakni bila tiba haulnya. Mimbar Jumat minggu ini akan lebih fokus membahas tentang zakat maal.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #43: “& dirikanlah sholat & tunaikanlah zakat serta ruku’lah bersama orang yg ruku’

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Zakat maal adalah zakat harta. Zakat maal banyak disepelekan kaum muslimin. Banyak yg tidak mengerti cara membayar zakat maal. Mereka hanya membayar zakat fitrah saja. Mereka berpikir bila sudah membayar zakat fitrah, mereka sudah menyempurnakan titah perintah zakat. Zakat itu @least 2,5% dari harta. Semakin banyak harta, maka semakin besar zakatnya. 2,5% nya itu semakin besar. Bila kita punya tabungan di Maybank Rp 60 juta, Bank Mega Rp 30 juta, HSBC Rp 120 juta, BRI Rp 160 juta, kita punya deposito 1 juta ringgit Malaysia, 1 juta ringgit Brunei, 1 juta dollar New Zealand, kita sudah mampu u/ membayar zakat maal. Harta yg sudah setahun bulan Rabi Al Awal, keluarkan zakat maal di bulan Rabi Al Awal. Jangan tunggu Ramadhan dikeluarkan bareng dengan zakat fitrah.

Firman Allah SWT surah At Taubah #103: “Ambillah zakat dari harta benda mereka u/ membersihkan & mensucikan mereka serta berdoalah kepada mereka. Sungguh doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah SWT Maha Mendengar & Maha Mengetahui

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Ada 8 golongan yg berhak menerima zakat yakni:

#1 Fakir: orang yg tidak punya usaha, pekerjaan, harta u/ memenuhi kebutuhan kehidupannya sendiri khususnya & tanggungan keluarganya umumnya

#2 Miskin: orang yg punya usaha, pekerjaan, harta tapi tidak cukup u/ memenuhi kebutuhan kehidupannya sendiri khususnya & tanggungan keluarganya umumnya

#3 Amil zakat: pengurus zakat

#4 Muallaf: orang yg baru masuk Islam

#5 Riqab: Hamba sahaya

#6 Garim: Orang yg terlilit hutang

#7 Fii Sabilillah: Pejuang jihad di jalan Allah SWT

#8 Ibnu Sabil: Orang yg kehabisan bekal dalam perjalanan

Firman Allah SWT surah At Taubah #60: “Sungguh zakat itu hanya u/ orang fakir, miskin, pengurus zakat, muallaf, orang yg dibujuk hatinya u/ memerdekakan budak, orang yg terlilit hutang, u/ jalan Allah SWT, orang yg dalam perjalanan sebagai suatu kefardhuan yg ditetapkan oleh Allah SWT. & Allah SWT Maha Mengetahui & Maha Bijaksana

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Harta yg kita zakatkan harus harta kita sendiri. Jangan kita zakatkan harta hasil korupsi. Jangan kita zakatkan harta yg bukan hak kita. Harta warisan, hasil usaha, hasil bisnis, saham itu bisa kita zakatkan. Harta yg dizakatkan harus yg berkembang. Bila harta telah mencapai nishab, harta tersebut wajib dizakatkan. Harta yg dizakatkan harus melebihi dari kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok adalah modal mutlak kehidupan kita. Harta yg dizakatkan harus bebas dari hutang. Harta yg dizakatkan harus yg kepemilikannya sudah setahun. Harta yg ada haulnya itu berlaku kepada harta peternakan, harta perniagaan, harta simpanan. Bila kita punya deposito 1 juta ringgit Malaysia & 1 juta ringgit Brunei Darussalam selama setahun, kita harus membayar zakat deposito ringgit Malaysia & ringgit Brunei Darussalam @2,5%. Bila deposito 1 juta ringgit Malaysia & 1 juta ringgit Brunei Darussalam  kita miliki sejak Jumadil Awal, maka zakatnya jatuh tempo di bulan Jumadil Awal saban tahun. Jangan tunggu Ramadhan u/ membayar zakat maal. Bila kita bayar zakat maal di bulan Ramadhan, kita menunggak zakat maal. Harta yg wajib dizakatkan yakni emas & perak, hasil pertanian, hasil peternakan, hasil perniagaan, kekayaan laut, rikaz. Rikaz itu harta karun, barang temuan. Harta yg termasuk emas & perak yakni tabungan, deposito, saham, asset, uang. Harta yg dapat diuangkan contoh rumah, villa, apartemen, tanah, mobil, motor. Harta yg demikian jg wajib dizakatkan.

Firman Allah SWT surah Al Munafiqun #9: “Wahai orang yg beriman, jangan harta benda anda & anak” anda melalaikan anda dari mengingat Allah SWT. & barangsiapa yg berbuat demikian, maka mereka itu orang yg rugi

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah SWT,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

 


No comments:

Post a Comment