Friday, July 31, 2020

Qudwah hasanah Baginda Nabi Ibrahim AS

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Pagi hari ini kita telah menunaikan sholat sunnah Idul Adha 1441. Kita juga sudah mendengarkan khutbah Idul Adha pagi ini. Hari ini Jumat, 31 Juli 2020 / 10 Zulhijjah 1441. Tahun ini Idul Adha jatuh di hari Jumat. Kemarin kita puasa sunnah Arafah. Jemaah haji wukuf di Arafah, munajat di Arafah, mendengarkan khutbah Arafah. Hari ini Jemaah haji berangkat melontar jumroh di Mina.  Sebelum Jumatan sudah dimulai penyemblihan hewan qurban. Kita sudah bertakbir sebelum sholat sunnah Idul Adha. Bahkan sejak semalam waktu Magrib setelah buka puasa sunnah Arafah. Hari ini waktu yg terlarang u/ puasa. Kita sempurnakan gema takbir Idul Adha tgl 10-13 Zulhijjah. Kita menyemblih hewan qurban tgl 10-13 Zulhijjah. 10-13 Zulhijjah itu waktu yg terlarang u/ puasa.

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan siang hari ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa

Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa

Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Terlebih dahulu saya mengucapkan “Selamat hari raya Idul Adha 1441. Taqabballahu minna wa minkum”. Seiring dengan hari raya Idul Adha 1441, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil I’tibar dari satu tema: “QUDWAH HASANAH BAGINDA NABI IBRAHIM AS”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Baginda Nabi Ibrahim AS disematkan oleh Allah SWT sebagai qudwah hasanah selain Baginda Rasulullah SAW. Titah perintah Allah SWT kepada kita adalah tunduk & patuh serta menyembah Allah SWT. Kaum Baginda Nabi Ibrahim AS tidak mau menyembah Allah SWT. Kaum Baginda Nabi Ibrahim AS menyembah patung, berhala. Baginda Nabi Ibrahim AS mengingkari kaumnya, tidak peduli dengan Tuhan mereka. Bahkan ayah Baginda Nabi Ibrahim AS sendiri, Azar menyembah berhala. Baginda Nabi Ibrahim AS bersikap keras kepada kaumnya supaya mereka meninggalkan perbuatan syirik & menyembah Allah SWT.

Firman Allah SWT surah Al Mumtahanah #4: “Sungguh telah ada suri tauladan yg baik bagi anda pada Baginda Nabi Ibrahim AS & orang yg bersamanya, tatkala mereka berkata kepada kaumnya, “Sungguh kami berlepas diri dari anda & apa yg anda sembah selain Allah SWT. Kami mengingkari kekafiran anda & telah nyata antara kami & anda ada permusuhan & kebencian u/ selamanya sampai anda beriman kehadirat Allah SWT saja” .... ” (bersambung)

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Ayah Baginda Nabi Ibrahim AS, Azar adalah seorang penyembah berhala. Baginda Nabi Ibrahim AS bersikap kepada ayahnya tidak setegas kepada kaumnya. Baginda Nabi Ibrahim AS mendoakan sang ayah supaya Allah SWT mengampuni dosanya.

Firman Allah SWT surah Al Mumtahanah #4 (lanjutan): “Kecuali perkataan Baginda Ibrahim AS kepada ayahnya, “Sungguh saya akan memohonkan ampunan bagimu namun saya sama sekali tidak menolak azab & siksa Allah SWT kepadamu” ….  ” (bersambung)

Allah SWT melarang keras Baginda Nabi Ibrahim AS mohon ampun kepada orang musyrik walaupun itu ayahnya sendiri. Kemudian turunlah Firman Allah SWT surah At Taubah #113 & #114:

#113 “Tidak patut bagi nabi & orang yg beriman minta ampun kehadirat Allah SWT bagi orang musyrik walaupun itu kaum kerabatnya setelah jelas bagi mereka orang musyrik itu penghuni neraka jahannam

#114 “Adapun permohonan ampunan Baginda Ibrahim AS kehadirat Allah SWT u/ bapaknya, tidak lain hanyalah karna suatu janji yg telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi  Ibrahim AS bahwa bapaknya adalah musuh Allah SWT, maka Nabi Ibrahim AS berlepas diri darinya. Sungguh Ibrahim AS itu orang yg lembut hatinya & penyantun

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Di penghulu surah Al Mumtahanah #4, Baginda Nabi Ibrahim AS berdoa kehadirat Allah SWT dengan permohonan berikut ini:

#1 Tawakkal kehadirat Allah SWT

Tawakkal itu berserah diri kehadirat Allah SWT. Setelah kita berusaha & berdoa, kita juga harus tawakkal. Bila kita berusaha tanpa berdoa, itu sombong. Bila kita berdoa tanpa berusaha, itu bohong. Dalam segala urusan kita, kita harus berusaha & berdoa serta tawakkal. Setelah Baginda Nabi Ibrahim AS menyuruh kaumnya u/ menyembah Allah SWT, mengajak ayahnya u/ meninggalkan berhala & menyembah Allah SWT, Baginda Nabi Ibrahim AS berdoa u/ tawakkal kehadirat Allah SWT.

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

#2 Taubat kehadirat Allah SWT

Manusia tidak ada yg sempurna. Ibarat kata pepatah “Tiada gading yg tak retak”. Baginda Nabi Ibrahim AS mohon ampun kehadirat Allah SWT u/ ayahnya yg menyembah berhala. Allah SWT murka. Allah SWT audit Baginda Nabi Ibrahim AS dengan turunnya wahyu surah At Taubah #113 & #114. Kita tidak sepatutnya mohon ampun bagi orang yg musyrik. Dalam kehidupan, kita lebih senang audit orang lain dibandingkan audit diri sendiri. Audit diri sendiri itu sulit. Audit orang lain itu mudah. Diaudit orang lain itu sakit. Jangankan diaudit Allah SWT, diaudit orang lain saja sakit. Diaudit Allah SWT pasti lebih sakit.

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

#3 Kembali kehadirat Allah SWT

Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua akan kembali kehadirat Allah SWT. Bila ajal kita telah tiba, Malaikat maut pasti akan mencabut nyawa kita. Kita semua pasti akan menghembuskan nafas terakhir. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan zaman muda karna syarat mati tidak harus tua.

Firman Allah SWT surah Al Mumtahanah #4 (lanjutan): “Wahai Tuhan kami, hanya kehadiratMu kami bertawakkal & hanya kehadiratMu kami bertaubat serta hanya kediratMu kami kembali

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Di surah Al Mumtahanah #5, Baginda Nabi Ibrahim AS mohon naungan Allah SWT dari pemimpin yg kafir. Bila Negara Islam dipimpin oleh pemimpin kafir, pasti akan timbul fitnah. Bila kerajaan Islam dipimpin oleh Raja yg kafir, pasti timbul fitnah di kerajaan itu, bubar kerajaan. Bila kesultanan Islam dipimpin oleh Sultan yg kafir, pasti akan timbul fitnah di kesultanan itu, bubar kesultanan. Syariah Islam melarang keras kita memilih pemimpin yg kafir supaya tidak timbul fitnah. Jakarta pernah dipimpin oleh gubernur kafir, Basuki Thahaja Purnama (Ahok). Banyak fitnah yg timbul di Jakarta. Tahun 2016, 4 tahun yg lalu, Ahok pernah menistakan surah Al Maidah #51 dalam pidatonya di kepulauan Seribu. Umat Islam berbondong” melakukan aksi bela Islam 3x. Aksi bela Islam #1 Jumat, 14 Oktober 2016. Aksi bela Islam #2 Jumat, 4 November 2016 (Aksi 411). Aksi bela Islam #3 Jumat, 2 Desember 2016. Umat Islam memadati Masjid Istiqlal sejak dari Subuh. Bahkan ada yg datang hari Kamisnya menginap di Masjid Istiqlal. Jumatan di Masjid Istiqlal waktu itu padat, sesak sampai keluar masjid mengalahkan Jumatan waktu sholat jenazah Alm Ustadz Jeffry Albukhari (Uje). Karna Jumatan di Masjid Istiqlal sudah tidak mampu menampung Jemaah, maka di monas juga dibuat Jumatan yg dipimpin oleh Habib Rizieq. Ahok akhirnya masuk penjara setelah sidang berkali” tahun 2017 lalu.

Tahun 2017 lalu, dibangun Masjid Raya Jakarta yg diberi nama Masjid KH Hasyim Asyari. Masjid itu sarat dengan nuansa Yahudi & Nasrani. Bentuk masjid seperti gereja. Bila dilihat dari udara berbentuk salib. Banyak sekali lambang Yahudi & Nasrani serta illuminati. Masjid ini menjadi masjid dhirar. Ini pernah terjadi di zaman Baginda Rasulullah SAW. Ketika orang kafir, munafiq ingin membangun masjid dekat dengan masjid Quba. Seorang pendeta Kristen bernama Abu Amir Ar Rahib, pindah ke Mekkah setelah Baginda Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Dia berpidato dalam perang Uhud u/ mengeskploitasi Baginda Rasulullah SAW. Kaumnya menolak. Abu Amir Ar Rahib mengadu minta perlindungan kepada Raja Romawi, Raja Heraclius. Dia bangun masjid tanpa konsultasi dengan Baginda Rasulullah SAW & minta Baginda Rasulullah SAW meresmikan masjid itu. Ketika Baginda Rasulullah SAW hendak pergi perang ke Tabuk, Abu Amir Ar Rahib mengundang Baginda Rasulullah SAW u/ sholat di dalamnya. Pulang dari Tabuk, Baginda Rasulullah SAW memperoleh wahyu dari Allah SWT u/ tidak sholat di dalamnya. Baginda Rasulullah SAW memerintahkan u/ membakar masjid itu.

Firman Allah SWT surah Al Mumtahanah #5: “Wahai Tuhan kami, jangan Engkau jadikan fitnah bagi orang kafir. & ampunilah kami wahai Tuhan kami. Sungguh Engkau Maha Perkasa & Maha Bijaksana

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Karna Idul Adha tahun 1441 H jatuh di hari Jumat, ada sebagian umat Islam tidak Jumatan. Hari ini terjadi pertemuan 2 hari raya. Hari Jumat & Idul Adha. Jumat adalah hari raya mingguan. Idul Adha adalah hari raya tahunan. Hukum Jumatan menjadi rukhsah. Bila kita datang sholat sunnah Idul Adha di pagi hari, kita memperoleh keringanan tidak harus Jumatan. Bila kita tidak datang sholat sunnah Idul Adha, kita wajib Jumatan. Saudara kita yg tidak bisa Jumatan memperoleh toleransi di hari raya Idul Adha.

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

 


No comments:

Post a Comment