Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Pagi hari ini kita
telah menunaikan sholat sunnah Idul Adha 1441. Kita juga sudah mendengarkan
khutbah Idul Adha pagi ini. Hari ini Jumat, 31 Juli 2020 / 10 Zulhijjah 1441.
Tahun ini Idul Adha jatuh di hari Jumat. Kemarin kita puasa sunnah Arafah.
Jemaah haji wukuf di Arafah, munajat di Arafah, mendengarkan khutbah Arafah.
Hari ini Jemaah haji berangkat melontar jumroh di Mina. Sebelum Jumatan sudah dimulai penyemblihan
hewan qurban. Kita sudah bertakbir sebelum sholat sunnah Idul Adha. Bahkan
sejak semalam waktu Magrib setelah buka puasa sunnah Arafah. Hari ini waktu yg
terlarang u/ puasa. Kita sempurnakan gema takbir Idul Adha tgl 10-13 Zulhijjah.
Kita menyemblih hewan qurban tgl 10-13 Zulhijjah. 10-13 Zulhijjah itu waktu yg
terlarang u/ puasa.
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan siang hari ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan
AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita
sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap
penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau
diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya
menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi
segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda
Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya
& yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku
selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita
menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Terlebih dahulu saya
mengucapkan “Selamat hari raya Idul Adha 1441. Taqabballahu minna wa minkum”. Seiring
dengan hari raya Idul Adha 1441, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang
khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati
& mengambil I’tibar dari satu tema: “QUDWAH HASANAH BAGINDA NABI IBRAHIM
AS”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Baginda Nabi Ibrahim AS
disematkan oleh Allah SWT sebagai qudwah hasanah selain Baginda Rasulullah SAW.
Titah perintah Allah SWT kepada kita adalah tunduk & patuh serta menyembah
Allah SWT. Kaum Baginda Nabi Ibrahim AS tidak mau menyembah Allah SWT. Kaum
Baginda Nabi Ibrahim AS menyembah patung, berhala. Baginda Nabi Ibrahim AS
mengingkari kaumnya, tidak peduli dengan Tuhan mereka. Bahkan ayah Baginda Nabi
Ibrahim AS sendiri, Azar menyembah berhala. Baginda Nabi Ibrahim AS bersikap
keras kepada kaumnya supaya mereka meninggalkan perbuatan syirik &
menyembah Allah SWT.
Firman Allah SWT surah
Al Mumtahanah #4: “Sungguh telah ada suri
tauladan yg baik bagi anda pada Baginda Nabi Ibrahim AS & orang yg
bersamanya, tatkala mereka berkata kepada kaumnya, “Sungguh kami berlepas diri
dari anda & apa yg anda sembah selain Allah SWT. Kami mengingkari kekafiran
anda & telah nyata antara kami & anda ada permusuhan & kebencian u/
selamanya sampai anda beriman kehadirat Allah SWT saja” .... ” (bersambung)
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Ayah Baginda Nabi
Ibrahim AS, Azar adalah seorang penyembah berhala. Baginda Nabi Ibrahim AS
bersikap kepada ayahnya tidak setegas kepada kaumnya. Baginda Nabi Ibrahim AS
mendoakan sang ayah supaya Allah SWT mengampuni dosanya.
Firman Allah SWT surah
Al Mumtahanah #4 (lanjutan): “Kecuali
perkataan Baginda Ibrahim AS kepada ayahnya, “Sungguh saya akan memohonkan
ampunan bagimu namun saya sama sekali tidak menolak azab & siksa Allah SWT
kepadamu” …. ” (bersambung)
Allah SWT melarang
keras Baginda Nabi Ibrahim AS mohon ampun kepada orang musyrik walaupun itu
ayahnya sendiri. Kemudian turunlah Firman Allah SWT surah At Taubah #113 &
#114:
#113 “Tidak patut bagi nabi & orang yg beriman
minta ampun kehadirat Allah SWT bagi orang musyrik walaupun itu kaum kerabatnya
setelah jelas bagi mereka orang musyrik itu penghuni neraka jahannam”
#114 “Adapun permohonan ampunan Baginda Ibrahim AS
kehadirat Allah SWT u/ bapaknya, tidak lain hanyalah karna suatu janji yg telah
diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim AS bahwa bapaknya adalah musuh Allah
SWT, maka Nabi Ibrahim AS berlepas diri darinya. Sungguh Ibrahim AS itu orang
yg lembut hatinya & penyantun”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Di penghulu surah Al
Mumtahanah #4, Baginda Nabi Ibrahim AS berdoa kehadirat Allah SWT dengan
permohonan berikut ini:
#1 Tawakkal kehadirat
Allah SWT
Tawakkal itu berserah
diri kehadirat Allah SWT. Setelah kita berusaha & berdoa, kita juga harus
tawakkal. Bila kita berusaha tanpa berdoa, itu sombong. Bila kita berdoa tanpa
berusaha, itu bohong. Dalam segala urusan kita, kita harus berusaha &
berdoa serta tawakkal. Setelah Baginda Nabi Ibrahim AS menyuruh kaumnya u/
menyembah Allah SWT, mengajak ayahnya u/ meninggalkan berhala & menyembah
Allah SWT, Baginda Nabi Ibrahim AS berdoa u/ tawakkal kehadirat Allah SWT.
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
#2 Taubat kehadirat
Allah SWT
Manusia tidak ada yg
sempurna. Ibarat kata pepatah “Tiada gading yg tak retak”. Baginda Nabi Ibrahim
AS mohon ampun kehadirat Allah SWT u/ ayahnya yg menyembah berhala. Allah SWT
murka. Allah SWT audit Baginda Nabi Ibrahim AS dengan turunnya wahyu surah At
Taubah #113 & #114. Kita tidak sepatutnya mohon ampun bagi orang yg
musyrik. Dalam kehidupan, kita lebih senang audit orang lain dibandingkan audit
diri sendiri. Audit diri sendiri itu sulit. Audit orang lain itu mudah. Diaudit
orang lain itu sakit. Jangankan diaudit Allah SWT, diaudit orang lain saja
sakit. Diaudit Allah SWT pasti lebih sakit.
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
#3 Kembali kehadirat
Allah SWT
Setiap yg bernyawa
pasti mati. Kita semua akan kembali kehadirat Allah SWT. Bila ajal kita telah
tiba, Malaikat maut pasti akan mencabut nyawa kita. Kita semua pasti akan
menghembuskan nafas terakhir. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat
mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan zaman muda karna syarat mati
tidak harus tua.
Firman Allah SWT surah
Al Mumtahanah #4 (lanjutan): “Wahai Tuhan
kami, hanya kehadiratMu kami bertawakkal & hanya kehadiratMu kami bertaubat
serta hanya kediratMu kami kembali”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Di surah Al Mumtahanah
#5, Baginda Nabi Ibrahim AS mohon naungan Allah SWT dari pemimpin yg kafir.
Bila Negara Islam dipimpin oleh pemimpin kafir, pasti akan timbul fitnah. Bila
kerajaan Islam dipimpin oleh Raja yg kafir, pasti timbul fitnah di kerajaan
itu, bubar kerajaan. Bila kesultanan Islam dipimpin oleh Sultan yg kafir, pasti
akan timbul fitnah di kesultanan itu, bubar kesultanan. Syariah Islam melarang
keras kita memilih pemimpin yg kafir supaya tidak timbul fitnah. Jakarta pernah
dipimpin oleh gubernur kafir, Basuki Thahaja Purnama (Ahok). Banyak fitnah yg
timbul di Jakarta. Tahun 2016, 4 tahun yg lalu, Ahok pernah menistakan surah Al
Maidah #51 dalam pidatonya di kepulauan Seribu. Umat Islam berbondong”
melakukan aksi bela Islam 3x. Aksi bela Islam #1 Jumat, 14 Oktober 2016. Aksi
bela Islam #2 Jumat, 4 November 2016 (Aksi 411). Aksi bela Islam #3 Jumat, 2
Desember 2016. Umat Islam memadati Masjid Istiqlal sejak dari Subuh. Bahkan ada
yg datang hari Kamisnya menginap di Masjid Istiqlal. Jumatan di Masjid Istiqlal
waktu itu padat, sesak sampai keluar masjid mengalahkan Jumatan waktu sholat
jenazah Alm Ustadz Jeffry Albukhari (Uje). Karna Jumatan di Masjid Istiqlal
sudah tidak mampu menampung Jemaah, maka di monas juga dibuat Jumatan yg dipimpin
oleh Habib Rizieq. Ahok akhirnya masuk penjara setelah sidang berkali” tahun
2017 lalu.
Tahun 2017 lalu,
dibangun Masjid Raya Jakarta yg diberi nama Masjid KH Hasyim Asyari. Masjid itu
sarat dengan nuansa Yahudi & Nasrani. Bentuk masjid seperti gereja. Bila
dilihat dari udara berbentuk salib. Banyak sekali lambang Yahudi & Nasrani
serta illuminati. Masjid ini menjadi masjid dhirar. Ini pernah terjadi di zaman
Baginda Rasulullah SAW. Ketika orang kafir, munafiq ingin membangun masjid
dekat dengan masjid Quba. Seorang pendeta Kristen bernama Abu Amir Ar Rahib,
pindah ke Mekkah setelah Baginda Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Dia
berpidato dalam perang Uhud u/ mengeskploitasi Baginda Rasulullah SAW. Kaumnya
menolak. Abu Amir Ar Rahib mengadu minta perlindungan kepada Raja Romawi, Raja
Heraclius. Dia bangun masjid tanpa konsultasi dengan Baginda Rasulullah SAW
& minta Baginda Rasulullah SAW meresmikan masjid itu. Ketika Baginda
Rasulullah SAW hendak pergi perang ke Tabuk, Abu Amir Ar Rahib mengundang Baginda
Rasulullah SAW u/ sholat di dalamnya. Pulang dari Tabuk, Baginda Rasulullah SAW
memperoleh wahyu dari Allah SWT u/ tidak sholat di dalamnya. Baginda Rasulullah
SAW memerintahkan u/ membakar masjid itu.
Firman Allah SWT surah
Al Mumtahanah #5: “Wahai Tuhan kami,
jangan Engkau jadikan fitnah bagi orang kafir. & ampunilah kami wahai Tuhan
kami. Sungguh Engkau Maha Perkasa & Maha Bijaksana”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Karna Idul Adha tahun
1441 H jatuh di hari Jumat, ada sebagian umat Islam tidak Jumatan. Hari ini
terjadi pertemuan 2 hari raya. Hari Jumat & Idul Adha. Jumat adalah hari
raya mingguan. Idul Adha adalah hari raya tahunan. Hukum Jumatan menjadi
rukhsah. Bila kita datang sholat sunnah Idul Adha di pagi hari, kita memperoleh
keringanan tidak harus Jumatan. Bila kita tidak datang sholat sunnah Idul Adha,
kita wajib Jumatan. Saudara kita yg tidak bisa Jumatan memperoleh toleransi di
hari raya Idul Adha.
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat
sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia
muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment