Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya.
Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan
keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti terjadi di hari Jumat.
Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT.
Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya &
para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman &
taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg
fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan
segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah
menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini,
dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Mimbar Jumat minggu ini
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “KETAGIHAN
GADGET”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Orang zaman sekarang
terlalu sibuk dengan gadget 24 jam. Saban hari sibuk dengan gadget 24 jam.
Orang terlalu gila gadget sekarang. Dulu zaman nokia, orang tidak terlalu sibuk
dengan gadget. Orang tau waktu kapan SMS, kapan membalas SMS. Kita merasakan
silaturrahim yg hangat di zaman nokia. Kita merasakan quality time itu memang
silaturrahim. Ketika silaturrahim, semua ngobrol, saling interaksi. Sungguh
ironis sekali, bila kita silaturrahim, kita semua ngobrol dengan gadget
masing”. Padahal di group WA janjian ngajak silaturrahim. Bila sudah ketemuan,
semua ngobrol sama gadget masing”. Bila demikian, mending ngrobrol di group WA
dari rumah masing”. Orang sekarang lebih suka silaturrahim online di dunia
maya. Tidak mau bertemu langsung. Orang maunya video call. Bila sudah
silaturrahim, ketemu semuanya, foto selfie. Makanan yg dipesan difoto, di
upload di media sosial. Semuanya orang update media sosial. Bahkan silaturrahim
disiarkan live streaming di media sosial.
Firman Allah SWT surah
Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia
dalam kerugian” #3 “Kecuali orang yg
beriman & berbuat kebajikan serta saling menasihati u/ kebenaran &
saling menasihati dengan kesabaran”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Kita perhatikan orang
gila gadget dimanapun mereka berada. Di halte bis, penumpang yg menunggu bis
sibuk dengan gadget masing”. Sekarang tidak ada ngobrol sementara menunggu bis
di halte bis. Bahkan di bis, sibuk dengan gadget. Di bis, penumpang tidak
ngobrol. Bila kita menunggu di ruang tunggu, orang sibuk dengan gadget. Bila
kita menunggu dokter di puskesmas, klinik, rumah sakit, kita sibuk dengan
gadget. Bila kita menunggu di bengkel, kita sibuk dengan gadget. Bila kita
menunggu makanan di restoran, kita sibuk dengan gadget. Bila makanan datang,
kita foto makanannya & kita post di media sosial. Di laboratorium, orang
sibuk dengan gadget. Di majelis ta’lim, bukannya denger tausiyah, sibuk dengan
gadget. Bila kita menunggu film di bioskop, kita sibuk dengan gadget. Kita
rekam video tausiyah pengajian Islam. Bahkan waktu Jumatan, ketika khatib
sedang khutbah, Jemaah ada yg ngobrol, ada yg sibuk dengan gadget, ada yg
tidur, tidak mendengarkan khutbah Jumat. Jari kita sibuk di layar gadget. HP
sekarang semua android, smartphone, menggunakan touch screen. Orang betah
nongkrong di Starbucks sibuk dengan gadget sambil minum kopi.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Tidak akan bergerak kaki
seorang anak cucu Adam sehingga diaudit akan 4 perkara: tentang usianya u/ apa
dihabiskan, tentang zaman mudanya u/ apa dihabiskan, tentang hartanya dari mana
dia memperolehnya & u/ apa dibelanjakan, tentang ilmunya apa yg diperbuat
dengannya”
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Selamatkan putra putri
kita dari ketagihan gadget. Anak kecil sekarang sudah diracun oleh gadget. Racut
gadget membuat ketagihan. Anak kecil sekarang terlalu sibuk dengan gadget 24
jam. Mereka sibuk main game online. Anak kecil sekarang tidak pernah keluar
sore hari main layangan, sepeda, kelereng, petak umpet, main yg interaksi
sosial. Anak kecil betah main game online di warnet. Banyak anak sekolah yg
pulang sekolah tidak langsung pulang, mereka main game online di warnet. Anak
sekolah malas belajar karena sibuk dengan gadget. Mereka tidak buat PR.
Nilainya jelek, tidak lulus ujian, bahkan ada yg tidak naik kelas karna gadget.
Orang tua harus membatasi putra putrinya kontak dengan gadget. Anak kecil sekarang
sudah pakai kacamata. Bahkan anak TK sudah pakai kacamata. Matanya semakin
minus karna gadget. Bahkan banyak anak kecil masuk rumah sakit jiwa karna
ketagihan gadget.
Firman Allah SWT surah
At Tahrim #6: “Wahai orang yg beriman,
peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Gadget itu ibarat
rokok. Rokok sekali coba, ketagihan. Ketagihan berubah jd kebiasaan. Gadget
seperti itu jg. Sekali kontak dengan gadget, ketagihan main gadget. Ketagihan
berubah jd kebiasaan. Gadget itu ibarat pisau 2 mata. Ada dampak positif &
ada dampak negatif. Gadget memang memudahkan urusan kita, pekerjaan kita. Kita
bisa dapat informasi dengan cepat. Gadget merenggangkan silaturrahim yg rapat.
Gadget mendekatkan yg jauh, menjauhkan yg dekat. Gadget membuat kita tidak
realistis. Kita tidak mampu lg membedakan dunia maya & dunia nyata. Banyak
orang yg mau eksis di dunia maya. Padahal di dunia nyata tidak ada apa”nya.
Gadget membuat kita individualis, apatis, anti sosial. Orang tua dulu bila
anaknya bertanya, langsung dijawab. Orang tua zaman now bila anaknya bertanya,
orang tua jawabnya “google aja” sambil sibuk dengan gadget. Orang zaman
sekarang bersikap “gw-gw, lo-lo”, “saya-saya, anda-anda”, “sakit….sakit aja,
mati….mati aja”. Penyakit phubbing melanda orang zaman sekarang karna terlalu
sibuk dengan gadget 24 jam saban hari. Phubbing itu kita cuek dengan lingkungan
karna terlalu sibuk dengan gadget. Kita tidak bisa bercerai dengan gadget.
Firman Allah SWT surah
Al Anfal #25: “& peliharalah diri
anda dari siksaan yg tidak hanya menimpa orang yg zalim saja di antara anda.
Ketahuilah bahwa Allah SWT sangat pedih azab siksaNya”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment