Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan siang hari ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan
AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita
sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti terjadi di
hari Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat
Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri
khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan
saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah
perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya
serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh
umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama
kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita
menghembuskan nafas terakhir.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Mimbar Jumat minggu ini
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “PENYAKIT ‘AIN”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Tahun 2020 ini kita
hidup di zaman cyber, teknologi informasi (IT), era industri 4.0. Media sosial
semakin menjamur. Bahkan ada media sosial yg sudah gulung tikar seperti BBM,
path. Manusia zaman sekarang terlalu sibuk dengan gadget 24 jam. Manusia zaman
sekarang terlalu sibuk mengakses media sosial 24 jam. Orang senang posting
status, foto, video di media sosial. Kebiasaan seperti ini menarik perhatian
pengguna media sosial. Orang bangga banyak teman di media sosial. Orang bangga
banyak like, banyak comment di status, foto, video di media sosial. Bila tidak
ada like, comment, kecewa, sakit hati. Orang senang foto selfie mengabadikan
kehidupannya di media sosial. Bahkan hal yg tidak penting difoto, ditulis
sebagai status di media sosial.
Firman Allah SWT surah
Al Zalzalah #6-#8: #6 “Pada hari kiamat, manusia keluar dari kuburnya
berkelompok u/ diperlihatkan kepada mereka balasan semua amal perbuatannya”
#7 “Maka barangsiapa yg berbuat kebajikan seberat Zarrah, maka Allah SWT
akan membalasnya seberat Zarrah pula” #8 “& barangsiapa yg berbuat
kejahatan seberat Zarrah, maka Allah SWT akan membalasnya seberat Zarrah pula”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Penyakit ‘ain itu
penyakit mata yg tidak kita sadari. ‘Ain dalam Bahasa Arab artinya mata. ‘Aini
artinya mataku. Rumah sakit Aini itu rumah sakit mata. Penyakit mata bukan
secara fisik tapi secara spiritual. Penyakit mata secara fisik itu contohnya
iritasi, gatal”, kelilipan, katarak, pandangan kabur. Penyakit ‘ain itu bukan
seperti itu. Penyakit ‘ain itu penyakit pandangan mata yg diiringi rasa dengki,
iri, benci, sakit hati, takjub kepada objek yg dipandang. Bahkan rasa kagun
& takjub yg dibarengi dengan benci, sakit hati, iri. Orang yg memandang
disebut nadzir. Objek yg dipandang disebut mandzur. Dalam kitab Fathul Bahri,
Ibnu Hajar Alasqalani berkata: “Penyakit
‘ain adalah pandangan suka diiringi dengki yg berasal dari tabiat yg jelek, yg
bisa menyebabkan orang yg dipandang tertimpa bahaya”. Ibnu Hajar Alasqalani
berkata pula dalam kitab Fathul Bahri: “Sungguh
penyakit ‘ain dapat terjadi bersama rasa takjub walaupun tanpa rasa iri,
walaupun dari orang yg mencintai & orang yg sholeh”.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Bila salah satu di
antara anda melihat perkara yg menakjubkan, baik dalam diri sendiri atau dalam
harta, maka berdoalah supaya perkara tersebut diberkahi karna sungguh penyakit
‘ain itu nyata”
Firman Allah SWT surah
Al Isra #36: “& jangan anda mengikuti
segala sesuatu yg tidak anda ketahui karna pendengaran & penglihatan serta
hati nurani akan ditagih tanggung jawabnya”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Hati” setiap orang
punya potensi penyakit ‘ain. Penyakit ‘ain ini tidak kita sadari. Penyakit ‘ain
bisa mempengaruhi fisik kita jg. Banyak ciri” orang yg memiliki penyakit ‘ain.
Kepala pusing, sakit pindah”. Wajah kekuning”an atau kemerah”an. Banyak keluar
keringat, sering kencing, sering mual ingin muntah, nafsu makan hilang, tangan
kesemutan, jantung berdebar lebih kencang, nyeri punggung & bahu, dada
sesak, keluar keringat di malam hari, ketakutan berlebihan, emosi, cegukan,
menguap, mendesah, lemas, malas, kurang tidur, bawaannya mau tidur terus, kurus
atau gemuk, kulit gatal”. Penyakit ‘ain belum tentu bisa diobati oleh dokter.
Penyakit ‘ain bisa diobati dengan ruqyah & berwudhu.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Penyakit ‘ain itu betul
ada. Bila ada yg mendahului takdir, penyakit ‘ain yg melakukannya”
Ketika Baginda
Rasulullah SAW menemukan gadis kecil yg menderita penyakit ‘ain dengan
kehitaman di sekujur tubuhnya, Baginda Rasulullah SAW berkata kepada Ummu
Salamah: “Ruqyah dia karena dia menderita
penyakit ‘ain”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Orang yg sakit ‘ain
diperintahkan supaya berwudhu & mandi dari air wudhunya”
Firman Allah SWT surah
Al Qalam #51: “& sungguh orang kafir
itu hampir menggelincirkan anda dengan pandangan mata mereka ketika mereka
mendengar Al Quran seraya berkata: “dia itu orang gila” ”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Hati” kita posting foto
& video serta status di media sosial. Jangankan foto & video, status
kata” saja bisa menimbulkan penyakit ‘ain. Orang tua zaman now yg punya anak
kecil sering kali posting foto anaknya di media sosial. Bila anaknya
berprestasi dalam suatu bidang, posting foto & video di media sosial. Itu
tidak salah tapi kita tau batasnya. Dulu zaman Friendster, facebook waktu masih
pendatang baru, orang menggunakan media sosial dengan cerdas. Friendster tidak
semua orang punya zaman itu. Friendster lebih dominan anak muda, anak sekolah,
anak kuliah. Facebook didominasi semua kalangan, dari jajaran kelas atas,
menengah bahkan jajaran kelas bawah punya facebook. Anak kecil sudah punya
facebook. Anak di bawah umur menggunakan media sosial harus dengan pengawasan
orang tua. Bahkan orang yg tidak sekolah saja punya facebook. Sungguh ironis
sekali, banyak sekali pengguna media sosial yg tidak bijak zaman sekarang.
Orang sudah tidak peduli lagi dengan akhlaq. Orang posting suka”nya di media
sosial.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “2 nikmat yg sering
dilupakan manusia, yakni waktu luang & kesehatan”
Firman Allah SWT surah
Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia
dalam kerugian” #3 “Kecuali orang yg
beriman & berbuat kebajikan serta saling menasihati u/ kebenaran &
saling menasihati dengan kesabaran”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment