Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari & bulan Syawal yg berkah ini, kita
duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT &
mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita
semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa
adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu
ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat
umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT,
yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah
Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram
khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman &
taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia
hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul
khatimah.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Seiring dengan
kegembiraan Idul Fitri 1441 H, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang
khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati
ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “ZIARAH MENYEMPURNAKAN
SILATURRAHIM”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Idul Fitri identik dengan
2 hal, yakni “ziarah” & “silaturrahim”. Kata ziarah & silaturrahim,
dua”nya berasal dari Bahasa Arab. & dua”nya adalah kata serapan Bahasa Arab
yg sudah resmi menjadi Bahasa Indonesia. Ziarah itu sebenarnya dalam Bahasa
Arab artinya berkunjung. Dalam Bahasa Inggris disebut “visit”. Silaturrahim
juga berasal dari 2 kata dalam Bahasa Arab, yakni “silah” artinya menyambung
& “rahim” artinya kekerabatan. Dalam Bahasa Inggris bisa disebut “Social
interaction”, “Keep in touch”, “Keep contact”. Silaturrahim itu menyambung
kekerabatan ukhuwah Islamiyah. Dalam tatanan baku Bahasa Indonesia, ziarah
konotasinya lebih dominan ke ziarah kubur. Padahal sebenarnya ziarah itu tidak
selalu ziarah kubur. Bila kita umroh, kata ziarah digunakan u/ berkunjung ke
tempat” bersejarah Islam di tanah suci. Dalam tatanan baku Bahasa Indonesia,
kita lebih dominan menggunakan kata silaturrahmi. Kita tidak pernah menggunakan
kata silaturrahim. Dalam tatanan Bahasa Indonesia, ziarah & silaturrahim
itu beda. Dalam tatanan Bahasa Arab, ziarah & silaturrahim itu sama.
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Kegembiraan Idul Fitri
disempurnakan dengan ziarah & silaturrahim. Setelah selesai kita sholat
Idul Fitri, kita bersalaman dengan para Jemaah di masjid u/ saling bermaafan.
Kita saling bersalaman dengan keluarga kita u/ saling bermaafan. Kita makan
ketupat lebaran, opor, rending, sate Padang di rumah. Keluarga kita datang
berkumpul & bersilaturrahim Idul Fitri ke rumah kita. Kita bersilaturrahim
ke semua rumah keluarga kita yg lain setelah keluarga kita datang berkumpul di
rumah kita setelah sholat Idul Fitri. Idul Fitri itu kesempatan yg terbaik u/
kita berkumpul dengan segala keluarga besar yg dekat & yg jauh. Keluarga
dekat yg tinggal 1 kota dengan kita (yg tinggalnya sama” di Jakarta), sudah
sering ketemu. Kita bisa ketemu kapan saja. Keluarga yg jauh dari luar kota
(luar Jakarta), kita jarang ketemu, susah ketemu. Jangankan keluarga yg jauh.
Keluarga yg dekat saja yg tinggal 1 kota (yg tinggalnya di Jakarta juga), belum
tentu bisa ketemu seiring dengan kesibukan masing”. Apalagi Jakarta dewasa ini
macet. Orang Jakarta dewasa ini lebih individual, sibuk dengan urusan masing”.
Idul Fitri is quality time with the whole families.
Firman Allah SWT surah
Al Hujurat #10: “Sungguh orang mu’min itu bersaudara, maka damaikanlah kedua
saudara anda & bertaqwalah kehadirat Allah SWT supaya anda memperoleh
rahmat”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Setelah kita
bersilaturrahim dengan keluarga kita sendiri, kita bersilaturrahim dengan
tetangga jauh & dekat, teman” jauh & dekat, teman lama & baru
sahabat, rekan sejawat, siapa saja orang yg kita kenal baik. Kita pasti
merindukan teman lama kita di zaman sekolah, zaman kuliah. Di hari biasa, susah
ketemu mereka. Semuanya sibuk dengan kerja masing”. Di hari Idul Fitri
khususnya & di bulan Syawal umumnya, banyak sekali kita menerima undangan
halal bi halal, undangan pernikahan (walimatul ‘urs). Teman kantor kita ketemu
saban hari. Kita adakan halal bi halal kantor.
Firman Allah SWT surah
An Nisa' #36: "& sembahlah Allah SWT & jangan anda
mempersekutukanNya dengan apapun. & berbuat baiklah kedua orang tua, karib
kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat & tetangga jauh, teman
sejawat, ibnu sabil & hamba sahaya yang anda miliki. Sungguh Allah SWT
tidak menyukai orang yang sombong & membanggakan diri"
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Manusia umumnya &
orang Jakarta khususnya dewasa ini sudah tercemar penyakit ego &
individual. Dewasa ini manusia terlalu sibuk dengan urusan masing” & terlalu
mementingkan diri sendiri. Dewasa ini manusia terlalu sibuk dengan gadget. Di
group chat janjian kumpul”. Bila sudah bertemu langsung, semuanya ngobrol
dengan gadget masing”. Masyarakat yg hidup di kota besar Jakarta sudah pudar
sikap toleransinya & kepeduliannya. Di universitas kita individualis karna
sibuk dengan urusan masing”. Lingkungan individualis orangnya cuek”. Ciri khas
lingkungan individualis adalah “gw-gw, lo-lo”, “saya-saya, anda-anda” “sakit-sakit aja, mati-mati aja”. Bila
tenaga kerja professional yg sakit, dokter, pilot, insinyur, artis, Ustadz,
dosen, guru, karyawan bank banyak yg jenguk, banyak yg mendoakan. Bila tenaga
kerja professional meninggal dunia, dokter, pilot, insinyur, artis, Ustadz,
dosen, guru, pejabat, karyawan bank meninggal dunia banyak yg melayat, semuanya
mengirim karangan bunga turut berduka cita, semuanya menyolatkan jenazahnya,
semuanya mendoakan, semuanya mengantarkan ke kubur. Facebook, path, twitter,
instagram mereka mengalir ucapan turut berduka cita. Semuanya sedih karna
kehilangan. Bila tukang ojek, pak pos, tukang susu, tukang bakso, sakit-sakit
aja, mati-mati aja.
Firman Allah SWT surah
Al Hujurat #12: “Wahai orang yg beriman, jangan anda buruk sangka karna
buruk sangka itu dosa. & jangan anda mencari kesalahan orang lain serta
jangan anda menggunjingkan orang lain. Adakah di antara anda yg suka memakan
daging saudaranya yg telah mati? Sudah barang tentu anda jijik. &
bertaqwalah kehadirat Allah SWT. Sungguh Allah SWT Maha Penerima Taubat &
Maha Penyayang
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Setelah kita ziarah
& silaturrahim dengan teman” kita, rekan sejawat, teman kerja, teman
sekolah, teman lama, semua orang yg kita kenal baik, jangan lupa kita ziarah ke
kubur juga. Bila ada keluarga kita yg telah mendahului kita, kita ziarah ke
kubur mereka u/ mendoakan mereka supaya Allah SWT meringankan auditNya selama
dalam kubur. Inilah arti ziarah yg digunakan dalam Bahasa Indonesia. Mereka
hadir di mimpi kita karna minta doa kita. Idul Fitri tahun yg terdahulu, mereka
masih gembira bersama kita. Idul Fitri tahun ini, mereka telah mendahului kita.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Berziarahlah ke kubur karna itu mengingatkanmu tentang hari
kiamat”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Banyak adab ziarah
& adab silaturrahim ke yg harus kita perhatikan. Ada adab sebagai tamu
& adab sebagai tuan rumah. Bila kita mau berkunjung ke rumah orang lain,
kabarin dia dulu, minta izin dulu ke dia. Bila dia ada di rumah, kita boleh
datang. Bila dia tidak bisa, kita jangan datang. Kita jangan memaksakan
kehendak u/ datang. Pilih jam berkunjung yg tepat. Jangan terlalu larut malam
karna tuan rumah sudah tidur. Jangan terlalu Subuh, terlalu pagi, karna tuan
rumah masih tidur, belum siap” menyambut tamu. Bila kita telah tiba di rumah yg
kita kunjungi, kita ucapkan salam dengan tuan rumah. Kita bersalaman dengan
tuan rumah. Orang yg mengamalkan syariat Islam dengan syar’I, pria berjenggot
terlalu tebal, wanita yg pakai hijab syar’I, tidak dandan, tidak pakai make up,
mereka tidak mau salaman dengan lawan jenis yg bukan muhrim. Mereka salaman
tidak bersentuhan. Bila tuan rumah telah mempersilahkan kita masuk baru kita
masuk. Bila tuan rumah telah mempersilahkan kita duduk baru kita duduk. Tuan
rumah & tamu harus saling menghormati. Tuan rumah & tamu harus saling
menjaga adab. Tuan rumah harus menyediakan makanan & minuman dengan porsi
yg banyak supaya cukup u/ tamu. Tamu jangan minta tambah dari porsi yg
disediakan. Tamu jangan berkunjung sampai larut malam, sampai tengah malam,
sampai dinihari, sampai larut pagi karna mengganggu waktu istirahat tuan rumah.
Tuan rumah dilarang keras mengusir tamu. Kecuali tamu itu berkunjung sampai
larut malam, tuan rumah boleh menyuruhnya pulang. For your information, di
kampung” Sumatera Barat, tamu datang tidak habis” di musim lebaran. Mereka
langsung datang begitu saja tanpa minta izin sama tuan rumah dulu. Bila tuan
rumah tidak bisa, tidak mengizinkan tamu u/ datang, tamu tersinggung. Lebaran
di kampung Sumatera Barat, kita harus makan di setiap rumah yg kita kunjungi. Bila
kita tidak makan, tuan rumah tersinggung. Lebaran di Jakarta saja tidak kaku
seperti itu. Lebaran di Jakarta, yg penting kita datang. Tuan rumah sudah
senang. Saya juga pernah lebaran di Pekanbaru. Lebaran di Pekanbaru, yg penting
kita datang, tuan rumah sudah senang. Mau makan atau tidak, itu pilihan kita.
Sabda Baginda
Rasullullah SAW: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezeki &
dikenang setelah ajalnya, maka hendaklah menyambung tali silaturrahim"
Firman Allah SWT surah
An Nur #27-#29: #27 “Wahai orang” yg beriman, jangan anda masuk rumah yg
bukan rumah anda sebelum minta izin & memberi salam kepada tuan rumah. Yg
demikian itu lebih baik bagi anda supaya anda ingat” #28 “& bila anda
tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka jangan anda masuk sebelum minta
izin. & bila dikatakan kepada anda, “kembalilah”, maka kembalilah. Itu
lebih suci bagi anda & Allah SWT Maha Mengetahui apa yg anda perbuat”
#29. “Tiada dosa bagi anda masuk rumah yg tidak dihuni, bila anda ada
kepentingan di dalamnya. Allah SWT Maha Mengetahui yg tersurat & yg
tersirat”
“fa’tabiruu yaa ulil
albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.