Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari & bulan Syawal yg berkah ini, kita
duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT &
mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita
semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa
adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu
ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat
umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni
mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda
Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram
khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman &
taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia
hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul
khatimah.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Seiring dengan
kegembiraan Idul Fitri 1441 H, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang
khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati
ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “BULAN RAMADHAN 30 HARI, IDUL FITRI
1 HARI, 11 BULAN PERPISAHAN DENGAN BULAN RAMADHAN”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Bulan Ramadhan tahun
1441 telah pergi meninggalkan kita u/ jangka waktu 11 bulan kemudian. Kita
harus menunggu 11 bulan kemudian u/ berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan
tahun depan. Sudah seminggu bulan Ramadhan pergi meninggalkan kita. Kita
sekarang berada di Jumatan #1 bulan Syawal 1441. Hari ini Jumat, 6 Syawal 1441
/ 29 Mei 2020. Perasaan kita campur aduk setelah selesai bulan Ramadhan antara
gembira & berduka. Kita bergembira dengan hari raya Idul Fitri. Kita sudah kembali
kepada fitrah. Kita sudah wisuda kelulusan tarbiyah Ramadhan. Hati mengharu
biru berpisah dengan bulan Ramadhan. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT bisa
mengikuti tarbiyah Ramadhan selama 30 hari tahun ini. Tidak jamin usia kita
akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan. Kita perhatikan saudara kita yg
menjadi peserta tarbiyah Ramadhan tahun ini ada yg tidak 30 hari. Mereka
menghembuskan nafas terakhir di bulan Ramadhan tahun ini. Renungkanlah bila
Ramadhan tahun ini, Ramadhan yg terakhir. Mungkin dalam perjalanan 11 bulan
kemudian, kita tidak terpilih lagi menjadi peserta tarbiyah Ramadhan tahun
depan. Bagi orang yg beriman, bulan Ramadhan 30 hari terlalu singkat,
perpisahan 11 bulan dengan bulan Ramadhan terlalu lama.
Firman Allah SWT surah
Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman
difardhukan bagi anda puasa sebagaimana telah difardhukan bagi orang yg
terdahulu sebelum anda supaya anda bertaqwa”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Bila seorang hamba
mengetahui berkah Ramadhan, niscaya mereka ingin supaya Ramadhan terjadi
sepanjang tahun”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Perayaan Idul Fitri itu
sebenarnya hanya 1 hari, yakni tgl 1 Syawal. Di kalender Indonesia, libur tgl
merah Idul Fitri itu 2 hari, yakni tgl 1 & 2 Syawal. Seminggu libur mudik
lebaran Idul Fitri. Di Indonesia, puasa 1 bulan, Idul Fitri 1 bulan. Di
Malaysia & Brunei Darussalam, puasa 1 bulan, Idul Fitri 1 bulan. Di Timur
Tengah, Ramadhan 1 bulan, Idul Fitri 1 hari. Tgl 2-30 Syawal itu sudah kembali
seperti sedia kala sebelum Ramadhan. Di Jazirah Arab, masyarakat lebih
mengagungkan Ramadhan daripada Idul Fitri. Jemaah umroh Ramadhan itu sudah
seperti haji. Buka puasa di Masjid Al Haram & Masjid Nabawi itu disediakan
kurma, roti Arab, air zamzam. Bila kita buka puasa di Masjid Al Haram &
Masjid Nabawi, Jemaah umroh Ramadhan harus sudah kumpul di Masjid Al Haram
& Masjid Nabawi menunggu buka puasa. Jemaah umroh Ramadhan duduk berjejer
mengambil tempat u/ buka puasa. Pembagian makanan & minuman buka puasa
pakai container. Mereka membaca Al Quran seraya menunggu waktu buka puasa.
Sholat taraweh di Masjid Al Haram itu 23 rakaat dengan target one day one juz,
one night one juz. Al Quran itu 1 juz 20 halaman. 1 rakaat, 1 halaman. Sholat
witir ada doa qunut. Malam #26 itu sudah khatam Al Quran. Tidak ada tausiyah
taraweh Ramadhan. Sholat taraweh di Malaysia & Brunei Darussalam begitu
juga. One day one juz, one night one juz. Tidak ada tausiyah taraweh Ramadhan.
Bila kita sholat taraweh di Masjid Al Haram & Masjid Nabawi selama bulan
Ramadhan, kita sudah khatam Al Quran berjemaah 1x dengan imam. Bila kita
membaca Al Quran sendiri, kita khatam 1x sendiri. Bila dirapel, kita khatam Al
Quran 1x sendiri, 1x berjemaah, kita sudah khatam Al Quran 2x.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: Allah SWT berfirman, “Semua
amalan anak Adam adalah u/nya kecuali puasa. Puasa u/Ku & Aku sendiri yg
akan membalasnya”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Semua amalan anak Adam
akan dilipatgandakan 10-700x lipat. Allah SWT berfirman: kecuali puasa, puasa
u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Bila tiba Idul Fitri,
Jakarta mengalami penyusutan penduduk secara drastis. Jakarta seminggu kosong.
Bila arus balik tiba, penduduk Jakarta melonjak lebih tajam daripada sebelum
Ramadhan. Jakarta macetnya lebih padat setelah Idul Fitri. Di bulan Ramadhan,
kita banyak undangan buka puasa. Di bulan Syawal, kita banyak undangan halal bi
halal & undangan pernikahan. Kehidupan masyarakat Jakarta dewasa ini
individualis, “gw-gw, lo-lo”, “saya-saya, anda-anda”. Silaturrahim susah zaman
sekarang. Setiap orang punya smartphone. Setiap orang punya WA. Dulu orang
cepat menanggapi SMS. Bila tidak balas SMS, orang masih ada minta maaf.
Sekarang orang tidak peduli dengan WA. Padahal balas WA gratis. Orang cuek saja
tidak merasa bersalah tidak balas WA. Kehidupan di komplek perumahan sudah
seperti kehidupan di apartemen. Kita lebih mudah berbaur dengan teman kerja,
teman kantor dibanding tetangga di sekitar rumah kita. Kita cuek sama tetangga.
Saya heran, tetangga yg rumahnya dekat justru lebih sulit ketemu, lebih sulit
berbaur dibanding teman kantor, teman kerja. Tatanan kehidupan masyarakat
berlaku kasta. Sebenarnya agama Hindu yg menganut sistem kasta. Tidak ada kasta
dalam Islam. Bila pejabat, artis, konglomerat, pilot, insinyur, bu mantri,
dokter yg sakit, banyak yg berkunjung, banyak yg doakan, banyak yg bawa
buah”an. Bila pejabat, artis, konglomerat, dokter, bu mantri menghembuskan
nafas terakhir, banyak yg melayat, banyak yg bikin karangan bunga turut berduka
cita, banyak yg menyolatkan, banyak yg mengantarkan ke tempat peristirahatan
terakhir. Bila tukang ojek, tukang bakso, pedagang warteg “sakit-sakit aja,
mati-mati aja”.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Diharamkan seorang
muslim membenci saudaranya lebih dari 3 hari”
Firman Allah SWT surah
Al Hujurat #12: “Wahai orang yg beriman,
jangan anda buruk sangka karna buruk sangka itu dosa. & jangan kamu mencari
kesalahan orang lain serta jangan anda menggunjingkan orang lain”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Hari demi hari setelah
Ramadhan telah kembali seperti sedia kala. Idul Fitri itu bukan akhir Ramadhan.
Idul Fitri itu awal kehidupan baru kita setelah Ramadhan. Perjalanan 11 bulan
kemudian hingga Ramadhan yg akan datang adalah perjalanan yg jauh. Di bulan
Ramadhan, amalan kita naik drastis. Bila Ramadhan selesai, amalan kita turun
drastis. Kita harus memelihara & menyempurnakan amalan kita seperti
Ramadhan. Banyak orang yg menyempurnakan amalan lebih banyak di bulan Ramadhan
saja. Bila tiba Idul Fitri, amalannya sudah tidak seperti Ramadhan. Mereka
berpikir istirahat setelah Ramadhan. Bedanya Ramadhan sama 11 bulan yg lain
hanya kita tidak puasa saja. Ibarat kita membangun rumah. Kita sibuk
mempersiapkan rumah selama bulan Ramadhan. Rumah itu selesai tgl 1 Syawal. 11
bulan rumah itu dibiarkan saja, tidak dirapihkan, tidak dibersihkan, cat pudar,
semua kotor. Kacanya sudah tidak bening lagi. Bangunannya sudah berkarat.
Ramadhan tahun depan dibersihkan lagi. Idul Fitri tahun depan baru lagi. 11
bulan di tahun depan kotor lagi, tidak dipelihara. Jangan jadi hamba Ramadhan.
Jadilah hamba rabbani. Tarbiyah Ramadhan itu tidak seperti kita ikut seminar
bisnis. Kita memperoleh sertifikat, kemudian selesai. Setelah kita memperoleh
sertifikat itu, kita gunakan ilmunya dalam kehidupan. Mau 100x ikut seminar
bisnis tidak jadi masalah tapi ilmunya digunakan. Jangan saban kali ikut
seminar bisnis, seminar saham, cuman memburu sertifikat. Tarbiyah Ramadhan
begitu juga. Jangan keluar masuk Ramadhan begitu saja. Kita memang memperoleh nilai
taqwa & kembali kepada fitrah. Itu harus kita pelihara 11 bulan kemudian.
Banyak orang yg terbalik. 11 bulan amalan ala kadarnya. Ramadhan amalan
digenjot. 11 bulan itu kita sempurnakan amalan kita seperti Ramadhan. Bila kita
tidak bisa ibadah seperti Ramadhan selama 11 bulan kemudian, @least kita
kerjakan semampu kita tapi istiqamah. Bila sudah selesai Ramadhan, bebas, bisa
makan & minum sepuasnya. Idul Fitri tgl 1 Syawal balas dendam makan &
minum serta merokok lagi. Bila tiba tanggal 1 Syawal, kita makan terlalu
banyak. Jangankan Idul Fitri tanggal 1 Syawal, buka puasa Ramadhan saja buka
banyak. Banyak pasien masuk rumah sakit di musim lebaran Idul Fitri karna gagal
mengontrol nafsu makannya. Hidangan Idul Fitri itu banyak gulai yg
berminyak, makanan yg banyak kolesterol. Di musim lebaran Idul Fitri, sistem
pencernaan kita masih kaget u/ bekerja. Sistem pencernaah harus beradaptasi
lagi setelah istirahat selama 30 hari di bulan Ramadhan.
Firman Allah SWT surah
Al Baqarah #200-#202: #200 Bila anda telah menyempurnakan ibadah haji anda,
maka berzikirlah anda dengan menyebut Asma Allah SWT sebagaimana anda
membanggakan nenek moyang anda atau lebih dari itu. Maka di antara manusia ada
yg berdoa "Wahai Tuhan kami, anugerahkan kami keberkahan di dunia” &
tiada keberkahan baginya di akhirat #201 & di antara
mereka ada yg berdoa, "Wahai Tuhan kami, anugerahkan kami keberkahan di
dunia & di akhirat & peliharalah kami dari azab siksa api neraka" #202
“Mereka itulah yg memperoleh bagian dari apa yg mereka usahakan & Allah
SWT Maha Cepat perhitunganNya”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Ramadhan tahun ini
telah pergi meninggalkan kita. Tidak jamin usia kita akan tiba di bulan
Ramadhan tahun depan. Kita tidak tau kapan kita akan menghembuskan nafas
terakhir. Kita tidak tau Ramadhan tahun ini Ramadhan terakhir atau tidak. Kita
tidak tau usia kita akan tiba di bulan Ramadhan tahun depan atau tidak. Bila
kita menghembuskan nafas terakhir dalam 11 bulan ini, Ramadhan tahun ini adalah
Ramadhan terakhir.
Ulama tabiit tabiin
zaman dulu, Mu’alla bin Al Fadhl berkata: “Dulu
para sahabat 6 bulan sebelum Ramadhan, mereka berdoa kehadirat Allah SWT supaya
Allah SWT memanjangkan usia mereka ke bulan Ramadhan. 6 bulan setelah Ramadhan,
mereka berdoa kehadirat Allah SWT supaya Allah SWT semua amalan mereka selama
bulan Ramadhan tahun lalu”. Bulan Rabi Al Awwal, para sahabat berdoa
kehadirat Allah SWT supaya amalan bulan Ramadhan tahun lalu diberkahi Allah SWT
& Allah SWT memanjangkan usia mereka ke bulan Ramadhan yg akan datang.
Doa Baginda Rasulullah
SAW di akhir Ramadhan: “Wahai Allah SWT,
jangan Engkau jadikan puasa tahun ini puasa terakhir dalam kehidupanku. Bila
Engkau mentakdirkan puasa tahun ini puasa terakhirku, berkahilah puasaku tahun
ini”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Puasa 30 hari selama
sebulan Ramadhan dibarengi dengan puasa 6 hari di bulan Syawal berkahnya puasa
sepanjang tahun. Puasa Ramadhan 30 hari x 10 = puasa 300 hari = puasa 10 bulan.
Puasa Syawal 6 hari x 10 = puasa 60 hari. Puasa Ramadhan + puasa 6 hari di
bulan Syawal = puasa 300 hari + puasa 60 hari = puasa 360 hari = puasa
sepanjang tahun.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg puasa Ramadhan ditambah dengan puasa 6 hari
di bulan Syawal seakan dia puasa sepanjang tahun”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment