Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
kehadirat Allah SWT, di hari Jumat, penghulu segala hari (sayyid al ayyam)
& bulan Ramadhan, penghulu segala bulan (sayyid asy syuhur), kita duduk
bersimpuh kehadirat Allah SWT di masjid ini. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT
& mengagungkan AsmaNya. Kita semua dalam tarbiyah Ramadhan. Kita semua
sedang menunaikan ibadah puasa. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma
kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah
taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat
minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah
Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT,
yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah
Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram
khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman &
taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia
hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul
khatimah.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Terlebih dahulu khatib menyampaikan
“Selamat menunaikan ibadah puasa” kepada anda Jemaah Jumat sekalian. Semoga
puasa kita khususnya & amalan kebajikan kita umumnya diberkahi Allah SWT
dengan berkah berlipat ganda. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang
khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati
ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “RAMADHAN TATKALA PANDEMIK
VIRUS CORONA”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Tahun 2020 sudah
menjadi tahun musibah virus corona. Bila kita flashback sejenak ke awal tahun
2020, musibah banjir menimpa Jakarta khususnya & Jabodetabek umumnya.
Bahkan tidak hanya musibah banjir. Ada musibah tanah longsor, gunung berapi
meletus. Banjir terjadi 2x di awal tahun 2020. Setelah banjir, virus corona
menimpa dunia sejak awal tahun 2020. Virus corona berasal dari Wuhan, Cina.
Virus corona berasal dari makanan yg haram. Ada daging kelelawar, ular,
kalajengking, tikus. Semua itu makanan yg haram, yg tidak lazim dimakan
manusia. Virus corona menimpa Cina sejak awal tahun 2020. Virus corona menewaskan
banyak korban di Cina. Kemudian virus corona menjalar ke luar Cina. Italy kena
virus corona. Banyak korban berjatuhan virus corona di Italy.
Firman Allah SWT surah
Al Baqarah #155 & #156: #155 “&
Kami pasti akan menguji anda dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta
& jiwa serta buah”an. Kabarkan berita gembira bagi orang yg sabar” #156
“Yakni bila ditimpa musibah, mereka
berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” (Sungguh kami milik Allah SWT
& sungguh kami kembali kehadiratNya)”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Virus corona mulai
masuk Indonesia di bulan Maret 2020. Dimulai dengan 2 orang Jepang yg libur di
Indonesia. Mereka tinggal di Malaysia. Mereka korban virus corona yg awal di
Jakarta. Kemudian saban hari banyak sekali korban virus corona semakin
berjatuhan. Virus corona tersirat, menular via udara. Orang takut ketularan virus
corona. Orang banyak yg membanjiri supermarket u/ panic buying. Gubernur DKI
Jakarta, Anies Baswedan memberlakukan masa karantina. Tegal memberlakukan
lockdown. Banyak masjid yg tidak mengadakan sholat fardhu 5 waktu umumnya &
Jumatan khususnya. Majlis ta’lim di masjid ditiadakan. Sekolah tutup,
universitas tutup, kampus tutup. Siswa belajar di rumah, belajar online dari
rumah. Mahasiswa belajar di rumah, kuliah online dari rumah. Guru mengajar
online dari rumah. Dosen mengajar kuliah online dari rumah. Orang meeting
menggunakan applikasi zoom. Majlis ta’lim online menggunakan zoom. Syukur
Alhamdulillah, kita masih bisa Jumatan. Masjid yg di zona tidak bahaya masih
bisa Jumatan. Masjid di zona merah sudah tidak bisa Jumatan. Pusat bisnis sepi.
Pusat perbelanjaan tutup. Tempat rekreasi tutup. Jakarta yg biasanya macet
dahsyat berubah menjadi sepi drastis. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
memberlakukan PSBB. PSBB tahap #1 sampai 23 April 2020 kemudian diperpanjang
sampai 22 Mei 2020. Status darurat corona Indonesia berlaku sampai 29 Mei 2020.
Banyak Negara yg memberlakukan lockdown. Prancis, Italy, Jepang, Vietnam,
Turki, Arab Saudi lockdown. Bahkan Vietnam & Arab Saudi telah unlockdown.
Banyak Negara yg akan segera unlockdown di bulan Mei.
Firman Allah SWT surah
Asy Syura #30: “& musibah apa saja yg
menimpa anda karna perbuatan tangan anda sendiri & Allah SWT memaafkan
kesalahan anda”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Tiba di bulan Ramadhan,
masih saja musibah virus corona melanda. Ramadhan tahun ini terrasa sepi. Tidak
seperti Ramadhan tapi puasa. Sholat taraweh di masjid ditiadakan. Buka puasa
bersama ditiadakan. Majlis ta’lim Ramadhan di masjid ditiadakan. Majlis ta’lim
online. Bakti sosial Ramadhan ditiadakan. Kita munajat Ramadhan di rumah masing”
bersama keluarga. Bahkan mudik Idul Fitri ditiadakan. Al Haramain ditutup u/
umroh Ramadhan. Masjid Al Haram & Masjid Nabawi yg biasanya dibanjiri Jemaah
umroh, sekarang berubah menjadi sepi drastis. Masjid Al Haram & Masjid
Nabawi membatasi sholat fardhu 5 waktu umumnya & Jumatan khsuusnya serta
sholat sunnah taraweh hanya u/ karyawan masjid, DKM, askar tidak u/ umum.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Sungguh Allah SWT telah memfardhukan anda puasa di bulan
Ramadhan & menuntut anda menghidupkan malamnya. Maka barangsiapa yg
berpuasa & menghidupkan malamnya karna iman & mengaharapkan berkah dari
Allah SWT, maka diampuni segala dosanya seakan baru dilahirkan ibunya”
Firman Allah SWT surah
Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman difardhukan bagi anda puasa
sebagaimana telah difardhukan kepada orang yg terdahulu sebelum anda supaya
anda bertaqwa”
“fa’tabiruu yaa ulil
albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Renungkanlah bila Ramadhan
tahun ini, Ramadhan kita yg terakhir. Tidak jamin kita akan terpilih lagi u/
berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Jangankan Ramadhan tahun depan. Ramadhan
tahun ini saja tidak jamin 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir di
bulan Ramadhan tahun ini, maka Ramadhan tahun ini, tidak 30 hari. Bila kita
menghembuskan nafas terakhir setelah Ramadhan, di hari Idul Fitri, setelah Idul
Fitri, kita tidak berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Maka Ramadhan
tahun ini Ramadhan kita yg terakhir. Bila kita menyepelekan Ramadhan tahun ini,
maka kita harus menunggu Ramadhan tahun depan 12 bulan kemudian.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment