Tuesday, May 5, 2020

Ramadhan tatkala pandemik virus corona


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, kehadirat Allah SWT, di hari Jumat, penghulu segala hari (sayyid al ayyam) & bulan Ramadhan, penghulu segala bulan (sayyid asy syuhur), kita duduk bersimpuh kehadirat Allah SWT di masjid ini. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Kita semua dalam tarbiyah Ramadhan. Kita semua sedang menunaikan ibadah puasa. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Terlebih dahulu khatib menyampaikan “Selamat menunaikan ibadah puasa” kepada anda Jemaah Jumat sekalian. Semoga puasa kita khususnya & amalan kebajikan kita umumnya diberkahi Allah SWT dengan berkah berlipat ganda. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “RAMADHAN TATKALA PANDEMIK VIRUS CORONA”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Tahun 2020 sudah menjadi tahun musibah virus corona. Bila kita flashback sejenak ke awal tahun 2020, musibah banjir menimpa Jakarta khususnya & Jabodetabek umumnya. Bahkan tidak hanya musibah banjir. Ada musibah tanah longsor, gunung berapi meletus. Banjir terjadi 2x di awal tahun 2020. Setelah banjir, virus corona menimpa dunia sejak awal tahun 2020. Virus corona berasal dari Wuhan, Cina. Virus corona berasal dari makanan yg haram. Ada daging kelelawar, ular, kalajengking, tikus. Semua itu makanan yg haram, yg tidak lazim dimakan manusia. Virus corona menimpa Cina sejak awal tahun 2020. Virus corona menewaskan banyak korban di Cina. Kemudian virus corona menjalar ke luar Cina. Italy kena virus corona. Banyak korban berjatuhan virus corona di Italy.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #155 & #156: #155 “& Kami pasti akan menguji anda dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta & jiwa serta buah”an. Kabarkan berita gembira bagi orang yg sabar” #156 “Yakni bila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” (Sungguh kami milik Allah SWT & sungguh kami kembali kehadiratNya)

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Virus corona mulai masuk Indonesia di bulan Maret 2020. Dimulai dengan 2 orang Jepang yg libur di Indonesia. Mereka tinggal di Malaysia. Mereka korban virus corona yg awal di Jakarta. Kemudian saban hari banyak sekali korban virus corona semakin berjatuhan. Virus corona tersirat, menular via udara. Orang takut ketularan virus corona. Orang banyak yg membanjiri supermarket u/ panic buying. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberlakukan masa karantina. Tegal memberlakukan lockdown. Banyak masjid yg tidak mengadakan sholat fardhu 5 waktu umumnya & Jumatan khususnya. Majlis ta’lim di masjid ditiadakan. Sekolah tutup, universitas tutup, kampus tutup. Siswa belajar di rumah, belajar online dari rumah. Mahasiswa belajar di rumah, kuliah online dari rumah. Guru mengajar online dari rumah. Dosen mengajar kuliah online dari rumah. Orang meeting menggunakan applikasi zoom. Majlis ta’lim online menggunakan zoom. Syukur Alhamdulillah, kita masih bisa Jumatan. Masjid yg di zona tidak bahaya masih bisa Jumatan. Masjid di zona merah sudah tidak bisa Jumatan. Pusat bisnis sepi. Pusat perbelanjaan tutup. Tempat rekreasi tutup. Jakarta yg biasanya macet dahsyat berubah menjadi sepi drastis. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberlakukan PSBB. PSBB tahap #1 sampai 23 April 2020 kemudian diperpanjang sampai 22 Mei 2020. Status darurat corona Indonesia berlaku sampai 29 Mei 2020. Banyak Negara yg memberlakukan lockdown. Prancis, Italy, Jepang, Vietnam, Turki, Arab Saudi lockdown. Bahkan Vietnam & Arab Saudi telah unlockdown. Banyak Negara yg akan segera unlockdown di bulan Mei.

Firman Allah SWT surah Asy Syura #30: “& musibah apa saja yg menimpa anda karna perbuatan tangan anda sendiri & Allah SWT memaafkan kesalahan anda

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Tiba di bulan Ramadhan, masih saja musibah virus corona melanda. Ramadhan tahun ini terrasa sepi. Tidak seperti Ramadhan tapi puasa. Sholat taraweh di masjid ditiadakan. Buka puasa bersama ditiadakan. Majlis ta’lim Ramadhan di masjid ditiadakan. Majlis ta’lim online. Bakti sosial Ramadhan ditiadakan. Kita munajat Ramadhan di rumah masing” bersama keluarga. Bahkan mudik Idul Fitri ditiadakan. Al Haramain ditutup u/ umroh Ramadhan. Masjid Al Haram & Masjid Nabawi yg biasanya dibanjiri Jemaah umroh, sekarang berubah menjadi sepi drastis. Masjid Al Haram & Masjid Nabawi membatasi sholat fardhu 5 waktu umumnya & Jumatan khsuusnya serta sholat sunnah taraweh hanya u/ karyawan masjid, DKM, askar tidak u/ umum.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sungguh Allah SWT telah memfardhukan anda puasa di bulan Ramadhan & menuntut anda menghidupkan malamnya. Maka barangsiapa yg berpuasa & menghidupkan malamnya karna iman & mengaharapkan berkah dari Allah SWT, maka diampuni segala dosanya seakan baru dilahirkan ibunya

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman difardhukan bagi anda puasa sebagaimana telah difardhukan kepada orang yg terdahulu sebelum anda supaya anda bertaqwa

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Renungkanlah bila Ramadhan tahun ini, Ramadhan kita yg terakhir. Tidak jamin kita akan terpilih lagi u/ berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Jangankan Ramadhan tahun depan. Ramadhan tahun ini saja tidak jamin 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir di bulan Ramadhan tahun ini, maka Ramadhan tahun ini, tidak 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir setelah Ramadhan, di hari Idul Fitri, setelah Idul Fitri, kita tidak berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Maka Ramadhan tahun ini Ramadhan kita yg terakhir. Bila kita menyepelekan Ramadhan tahun ini, maka kita harus menunggu Ramadhan tahun depan 12 bulan kemudian.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment