Wednesday, January 1, 2020

Bila bumi & langit diganti


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti akan terjadi di hari Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “BILA BUMI & LANGIT DIGANTI”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Hari kiamat pasti akan terjadi. Seperti yg saya katakana di pembukaan mimbar Jumat minggu ini, hari kiamat pasti akan terjadi di hari Jumat. Iman kepada hari kiamat termasuk salah satu rukun iman, yakni rukun iman #5. Pada hari kiamat, langit & bumi akan diganti oleh Allah SWT dengan langit & bumi yg baru. Langit & bumi diganti baru oleh Allah SWT bukan dibuat langit & bumi baru secara sempurna. Ibnul Jauzi dalam kitabnya, Zadul Masir meriwayatkan ada 2 pendapat yg berbeda tentang pergantian bumi. Bumi diganti hanya rohnya bukan jasadnya. Ibaratnya bila rumah sudah tua, rumahnya direnovasi bukan rumahnya dibongkar habis & dibangun rumah baru. Bila masjid yg sudah tua, masjidnya direnovasi bukan masjidnya dibongkar habis & dibangun masjid baru. Bumi yg hari ini kita huni, akan tetap ada & tidak hilang. Pergantian bumi yg terjadi adalah dataran bumi ditambah & dikurangi. Pergantian bumi itu dari bengkok ke rata, dari cekung ke naik. Gunung, lembah, pohon, lautan, dataran tinggi, dataran rendah diratakan secara sempurna. Ada pendapat yg berbeda tentang pergantian bumi. Bumi yg kita huni hari ini diganti hamparan tanah yg baru.

Ahli tafsir pula berbeda pendapat. Amr bin Maimun berkata: “Bumi akan diganti dengan tanah yg lain, putih bening seperti perak. Steril dari maksiat”. Ubay bin Kaab berkata: “Bumi menjadi neraka”. Anas bin Malik berkata: “Bumi yg sedang kita huni hari ini akan diganti perak”. Abu Hurairah, Said bin Jubair, Al Quradhi berkata: “Bumi akan diganti roti putih. Orang beriman akan memakan bagian yg di bawah kakinya”. Ada pula yg berkata: “Roti akan dimakan umat Islam hingga habis audit”.

Firman Allah SWT surah Hud #107: “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit & bumi kecuali bila Tuhanmu menghendaki yg lain. Sungguh Tuhanmu Maha Pelaksana atas apa yg Dia kehendaki
Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Pada hari kiamat, Allah SWT menggenggam bumi & menggulung langit dengan tangan kananNya” Allah SWT berfirman: “Saya Raja bumi

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Langit & bumi yg baru akan kekal. Manusia di hari kiamat berada di atas shirath. Langit diganti dengan cara matahari, bulan, bintang, benda” langit, benda” angkasa akan dihancurkan. Keadaan langit berubah ibarat asap hitam yg panas. Langit digulung, dilipat ibarat buku, dibalik.
Tafsir surah Ibrahim #48 menimbulkan pertanyaan Aisyah RA. Aisyah RA bertanya kepada Baginda Rasulullah SAW, “Wahai Baginda Rasulullah SAW, dimanakah manusia berada di hari kiamat?”. Baginda Rasulullah SAW menjawab, “di atas shirath”. Ternyata, surah Ibrahim #48 pula menimbulkan pertanyaan orang Yahudi, “Di manakah manusia ketika bumi diganti selain langit & bumi?”. Baginda Rasulullah SAW menjawab, “Mereka dalam kegelapan di hadapan jembatan”.

Manusia akan dibangkitkan & dikumpulkan di bumi yg baru. Bumi yg baru itu bening, putih, datar, tidak ada bangunan, tidak ada apa”. Banyak sekali pendapat ulama yg berbeda tentang langit & bumi diganti di hari kiamat. Ibnu Abbas menjelaskan dalam kitab Fathul Bahri: “Ada yg ditambah. Ada yg dikurang. Batu, gunung, lembah, pohon akan dihilangkan kemudian dibentangkan seluas”nya”. Ibnu Abbas berkata: “Bumi ini akan diganti dengan perak yg putih bening warnanya”. Ibnu Mas’ud berkata: “Bumi ini akan diganti dengan bumi yg putih bening ibarat perak, steril dari dosa”. Ali bin Abi Thalib berkata: “Pada hari kiamat bumi diganti perak, langit diganti emas”.

Jangankan ulama, para sahabat saja juga beda pendapat. Imam Abu Ja’far Muhammad bin Ali menjelaskan: “Bumi diganti menjadi tepung roti warna putih. Orang akan memakannya di hari kiamat”. Sa’id bin Jubair pula berpendapat demikian.

Ibnul Jauzi menyebutkan ada 6 pendapat yg berbeda tentang langit diganti. Ali bin Abi Thalib berkata: “Langit menjadi atap berbahan emas”. Ubay bin Kaab berkata: “Langit saat ini akan menjadi surga”. Ibnu Abbas berkata: “Langit diganti dengan matahari digulung & bintang berjatuhan”. Ibnul Anbari berkata: “Langit itu berubah seperti luluhan perak atau kilapan minyak”. Ada yg berkata: “Langit dilipat seperti orang melipat kertas u/ dijadikan kitab”. Ada yg berkata: “Langit akan terbelah, tidak lagi menjadi atap”.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan di bumi yg putih & jernih serta bening seperti tepung yg bersih. Tidak ada marka jalan

Firman Allah SWT surah Ibrahim #48: “Pada hari kiamat bumi diganti dengan bumi yg lain & langit serta mereka semua diaudit di padang mahsyar menghadap Allah SWT Yg Maha Esa & Maha Perkasa

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Allah SWT membangkitkan kita dari kubu masing” di hari kiamat. Kita semua telanjang, tidak beralas kaki, tidak dikhitan. Keringat kita mengucur deras tatkala matahari berada dalam jarak 1 km di atas kita. Di riwayat yg lain, ada yg bilang 1 mil. Kita semua individualis. Kita tidak kenal satu sama lain seperti kita kenal di dunia. Kita sibuk dengan amalan masing” selama di dunia. Kita semua diaudit oleh Allah SWT di hamparan bumi yg baru, yg bernama padang mahsyar. Pada audit hari kiamat, Allah SWT saja yg Hakim. Kita semua terdakwa.

Abu Hurairah RA mendengar pidato Baginda Rasulullah SAW kepada para sahabat bahwa setiap insan kelak akan dibangkitkan ke dalam tiga bentuk:
#1 Insan yg dibangkitkan dengan kendaraan yg sudah siap membawa mereka
#2 Insan yg berjalan kaki
#3 Insan yg berjalan kaki dengan muka terbalik ke tanah

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sungguh anda akan dikumpulkan di padang mahsyar dalam keadaan berjalan & ada yg berkendaraan serta ada yg diseret di atas wajah” anda
Orang yg berdosa, orang kafir, orang munafiq, ahli maksiat akan dibelenggu di hari kiamat. Pakaian mereka dari cairan aspal. Wajah mereka ditutup oleh api neraka.

Firman Allah SWT surah Ibrahim #49&#50: #49 “& pada hari kiamat anda akan melihat orang yg berdosa dibelenggu” #50 “Pakaian mereka dari cairan aspal & wajah mereka ditutup oleh api neraka
fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengejar kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment