Thursday, January 2, 2020

Ibrah ujian, i'tibar kehidupan


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “IBRAH UJIAN, I’TIBAR KEHIDUPAN”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Kehidupan adalah ujian. Kita memetik I’tibar dari ujian. Ujian kehidupan tidak seperti ujian di sekolah. Di sekolah, kita belajar u/ ujian. Dalam kehidupan, kita mengerjakan ujian Allah SWT & kita memetik I’tibar kehidupan via ujian. Allah SWT memberikan ujian yg baik & buruk. Ujian yg baik supaya kita munajat kehadirat Allah SWT. Ujian yg buruk u/ membunuh dosa kita. Allah SWT memberikan ujian yg buruk itu seberat dosa kita. Bila ujian yg buruk semakin berkurang, pembunuhan dosa kita in progress, dosa kita semakin berkurang. Bila ujian yg buruk telah selesai, dosa kita telah habis. Dosa itu ibarat api yg membakar diri kita. Ujian yg buruk itu tabung pemadam kebakaran dosa kita. Ibarat terjadi musibah kebakaran. Pasukan pemadam kebakaran dikerahkan u/ memadamkan kebakaran. Ujian yg buruk itu ibarat pasukan pemadam kebakaran dosa kita.

Firman Allah SWT surah Al Anbiya’ #35: “Setiap yg bernyawa pasti mati. Kami menguji anda dengan buruk & baik sebagai cobaan. & anda akan dikembalikan kehadirat Kami
Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri kecuali dicatat baginya satu derajat & dihapus dosanya

Allah SWT tidak membebani kita ujian di luar kemampuan kita. Ada 2 cara Allah SWT membuat kita melewati ujianNya yakni Allah SWT meringankan beban ujianNya atau Allah SWT menambahkan kekuatan pada pundak kita u/ memikul beban berat ujianNya.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #286: “Allah SWT tidak membebani seseorang hamba kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Dia memperoleh pahala dari kebajikannya & dosa dari kejahatannya

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Manusia pada hakikatnya memang tidak pernah puas. Segala sesuatu terrasa enaknya setelah kita kehilangannya, setelah tiada. Pertemuan terrasa enaknya setelah perpisahan. Silaturrahim terrasa enaknya setelah jauh. Waktu kecil ingin cepat besar. Setelah beranjak dewasa, kita kangen masa kecil, kita ingin kecil lagi. Masa kecil terrasa enaknya setelah kita dewasa. Waktu SMA, kita ingin cepat kuliah. Setelah kuliah, kita kangen SMA. Bila tiba di skripsi, kita ingin cepat lulus kuliah. Setelah lulus kuliah, kita kangen kuliah, kangen sekolah. Setelah kerja, kita rasakan kangen zaman sekolah. Belajar itu terrasa enaknya setelah kita beranjak dewasa. Kita petik hasilnya setelah kita beranjak dewasa. Jasa orang tua terrasa setelah kita beranjak dewasa bahkan bila orang tua kita telah meninggal dunia. Waktu kita single, kita ingin cepat nikah. Setelah nikah terrasa enaknya zaman single, jomblo, zaman sebelum nikah. Di zaman muda, kita tidak ingin cepat tua. Zaman muda terrasa enaknya setelah kita tua. Zaman kerja terrasa enaknya setelah kita pension. Kita semua tidak ingin mati. Kita semua pasti mati. Setiap yg bernyawa pasti mati. Sholat mungkin terrasa enaknya setelah kita mati bahkan di hari kiamat. Di dunia mungkin terrasa enaknya sholat. Sholat terrasa enaknya bila kita jadikan sebagai kebutuhan bukan beban berat. Puasa Ramadhan terrasa enaknya setelah buka puasa bahkan setelah Idul Fitri, bahkan di hari kiamat. Waktu berbuka puasa kita merasakan enaknya buka puasa. Lapar & dahaga seharian karna puasa terrasa enaknya setelah buka puasa. Ramadhan terrasa enaknya setelah Idul Fitri, di luar bulan Ramadhan. Bahkan di hari kiamat. Kita zakat, infaq, sedekah, menanam saham di jalan Allah SWT terrasa enaknya setelah balik modal, di dunia & di akhirat. Harta kita berkurang secara nominal tapi kekal di sisi Allah SWT. Balik modal bisa secara nominal juga atau dengan jalan lain yg tidak kita duga sebelumnya. Haji terrasa enaknya setelah kita pulang ke tanah air bahkan setelah kita masuk surga. Sehat terrasa enaknya waktu sakit. Kaya terrasa enaknya waktu miskin. Waktu luang terrasa enaknya waktu sibuk. Weekend terrasa enaknya setelah weekday. Istirahat terrasa enaknya waktu kita sibuk.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “2 nikmat yg sering dilupakan oleh manusia, yakni nikmat sehat & waktu luang

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Burulah 5 perkara sebelum 5 perkara: zaman mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sempitmu, hidupmu sebelum matimu

Firman Allah SWT surah Ali Imran #185: “Setiap yg bernyawa pasti mati. & hanya pada hari kiamat saja disempurnakan balasanmu. Barangsiapa yg dihindari dari neraka & dimasukkan ke dalam surga. Sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yg palsu

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment