Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya.
Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan
keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti akan terjadi pada hari
Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah
SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya
& para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman
& taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya,
yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta
meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya.
Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di
dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas
terakhir.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Mimbar Jumat minggu ini
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “JAHILIYAH
MILLENNIUM”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Jahiliyah berasal dari
Bahasa Arab, kata jahil yg berarti bodoh, sesat, tidak berilmu, tidak
berperadaban. Zaman jahiliyah berlaku di Jazirah Arab 1400-1500 tahun dahulu di
Jazirah Arab, Timur Tengah. Ketika itu, masyarakat di Jazirah Arab hidup tanpa
panduan hukum yg jelas. Mereka tidak mempunyai peradaban yg jelas. Mereka hidup
saling menindas & saling menzalimi. Yg kuat menindas yg lemah. Yg kaya
menindas yg miskin. Pemimpin menzalimi rakyat. Pelacuran, perkosaan, perzinahan
berlaku bebas. Begitulah, krisis identitas masyarakat di jazirah Arab 1400-1500
tahun dahulu sebelum diutus Baginda Rasulullah SAW & sebelum kedatangan
Islam.
Firman Allah SWT surah
Al Maidah #50: “Apakah hukum jahiliyah yg mereka kehendaki? Hukum siapakah
yg lebih baik dari hukum Allah SWT bagi mereka yg meyakini (agamanya)?”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Zaman jahiliyah telah
lama berlalu meninggalkan kita. Sungguh ironis sekali, dewasa ini zaman
jahiliyah kembali lagi dengan versi modern. Zaman jahiliyah modern berlaku
setelah Islam tiba, setelah diutusnya Baginda Rasulullah SAW. Sungguh ironis
sekali, ternyata zaman jahiliyah modern jauh lebih jahiliyah daripada zaman
jahiliyah kuno yg berlaku di Jazirah Arab 1400-1500 tahun dahulu. Kecanggihan
cyber, teknologi membuat zaman jahiliyah modern. Bila Baginda Rasulullah SAW
bersama kita sekarang ini nonton longsung fenomena zaman jahiliyah modern,
pasti Baginda Rasulullah SAW kecewa meneteskan air matanya. Jangankan Baginda
Rasulullah SAW, kita saja yg hidup di zaman jahiliyah modern ini sedih &
kecewa dengan fenomena zaman jahiliyah modern.
Firman Allah SWT surah
Yasin #6: “Supaya anda memberi peringatan kepada kaum yg nenek moyangnya
belum pernah diberi peringatan karna mereka lalai”
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Karakteristik Jahiliyah
millennium yakni:
#1 Individualisme
Zaman sekarang ini, di
masyarakat kita berkembang pola hidup individualisme. Semua orang sibuk dengan
urusan masing”. Kita jarang silaturrahim dengan tetangga dewasa ini. Jakarta
macet luar biasa. Orang bangun pagi” sekali, berangkat sekolah, berangkat kerja
pagi” sebelum ayam berkokok, sebelum matahari terbit. Pulang kerja abis Magrib
setelah matahari terbenam u/ menghindari macet. Saban hari warga Jakarta harus
menerobos macet di pagi hari ke sekolah, ke kantor, sore hari pulang ke rumah.
Orang tua susah berkomunikasi dengan anak. Anak pulang sekolah sore hari. Orang
tuanya belum pulang. Suami istri tidak sempat berkomunikasi. Masing” masih di
kantor, masih di jalan. Tiba di rumah jam 8, jam 9. Dewasa ini, jarang kita
temukan kerja bakti warga, gotong royong. Orang sekarang sibuk dengan gadget
masing”. Orang yg punya gadget sibuk BBM, whatsapp, line, wechat, buka
facebook, twitter. Bila kumpul rame”, masih sibuk dengan HP masing”. Padahal
sudah berkumpul bersama. Gadget menjauhkan yg dekat & mendekatkan yg jauh.
Anak kecil zaman sekarang saja sudah sibuk dengan HP, gadget, android,
smartphone main online game. Mereka lebih suka main HP, gadget, laptop
dibanding main sepakbola, sepeda di sore hari. Main online game berlebihan
tidak sehat u/ perkembangan anak”. Mereka main sampai lupa waktu.
Individualisme identik dengan budaya “gw-gw, lo-lo”, “saya-saya, anda-anda”,
“sakit-sakit aja, mati-mati aja”.
Firman Allah SWT surah
Al Isra #37&: #37 “& jangan
anda berjalan di muka bumi dengan sombong karna sungguh anda tidak dapat
menembus bumi & tidak mampu menjulang setinggi gunung” #38 “Semua itu kejahatan yg dibenci di sisi
Tuhanmu”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
#2 Apatisme
Apatisme ini sama
dengan individualisme. Sikap tidak peduli dengan orang lain. Tidak mau tau dengan
orang lain. Tidak ada lagi toleransi dengan orang lain. Kita perhatikan, di bis
orang sibuk dengan gadget. Ada orang tua yg lanjut usia yg berdiri, tidak mau
kasih tempat duduk. Ada ibu hamil yg berdiri, tidak mau kasih tempat duduk. Ada
ibu yg menggendong bayi, tidak mau kasih tempat duduk. Dulu silaturrahim mudah
dengan fasilitas yg terbatas. Sekarang fasilitas silaturrahim sudah memadai
tapi orang tidak mau silaturrahim. Di ruang tunggu, orang sibuk dengan gadget
masing”. Di terminal bis, orang sibuk dengan gadget masing”. Di jalan raya,
orang tidak sabar, tidak mau memberikan jalan u/ orang lain. Orang zaman
sekarang gengsi berkata permisi, maaf, terima kasih.
Firman Allah SWT surah
An Nisa #37&: #37 “Yakni orang” yg
pelit & orang” yg menyuruh berbuat pelit serta menyembunyikan karunia yg
telah dikaruniakan Allah SWT kepadanya. Kami telah menyediakan orang” yg kafir
azab yg hina” #38 “& orang yg
menginfaqkan hartanya karna riya serta tidak beriman kehadirat Allah SWT &
hari kiamat. Barangsiapa yg menjadikan setan sebagai temannya, maka ketahuilah
setan itu teman yg jahat”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
#3 Materialisme
Banyak orang yg gila
materi, gila harta dewasa ini seolah materi adalah segalanya. Materi dijadikan
Tuhan, berhala. Orang menyembah materi, uang, harta. Dia tidak pernah puas dengan
apa yg dimilikinya. Orang yg suka motor Yamaha, bila lihat tetangga sebelahnya
punya motor Harley Davidson, pasti mau jg motor Harley Davidson. Mobilnya BMW,
mobil tetangga Audi. Pasti mau jg mobil Audi. Ngopi lebih suka di Starbucks
dibanding di warung kopi. Jajan lebih suka di Starbucks, Hoka” Bento dibanding
di warteg, rumah makan Padang. Di zaman sekarang, banyak sekali wanita
materialisme. Istilah dalam bahasa gaulnya cw matre. Bahkan wanita BPJS budget
pas”an jiwa sosialita. Wanita yg lebih suka berteman, bahkan pacaran dengan
lelaki kaya, ganteng. Bila sudah kenyang pacaran dengan pria kaya, begitu si
pria kaya ini jatuh miskin, putus saja. Rumahnya mewah dilengkapi kebun, kolam
renang, mobilnya mewah: audy, BMW. Di sekolah elite, mewah, pasti gaya hidup
remaja sudah selangit. Mereka memandang tinggi yg kaya & memandang rendah
yg miskin. Bila ke sekolah naik mobil audy, semua bangga, memandang tinggi.
Bila ke sekolah naik motor, ojek, bajaj, langsung memandang rendah. Orang kaya
yg dari kecil sudah terbiasa dengan kemewahan tidak mungkin bisa bila harus
hidup sederhana. Wanita di sekolah elite dandannya norak, lebay. Gaya hidupnya
glamor. Uang sekolahnya mahal. Rumahnya mewah, mobil mewah. Rumahnya ada
satpam. Ke sekolah diantar sopir pakai mobil mewah. Bila tidak bawa mobil
sendiri. Bila punya istri matre, bila suaminya kaya dimanfaatkan, bila suaminya
jatuh miskin, selingkuh sama lelaki yg lebih kaya dr suaminya & minta cerai
sama suaminya.
Firman Allah SWT surah
Ali Imran #185: “Kehidupan dunia tidak lain, tidak bkn hanyalah kehidupan yg
memperdayakan”
Sabda Baginda SAW: “Dunia
itu penjara bagi orang beriman & surga bagi orang kafir”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
#4 Hedonisme
Hedonisme adalah
pemahaman yg menganggap bahwa kehidupan itu semua tentang kesenangan. Dia hanya
berpikir jangka pendek saja tidak jangka panjang. Yg dia pikirin have fun,
hangout, mabuk”an, balapan motor, party, clubbing, diskotik. Dia tidak
memikirkan masa depannya. Kesenangan yg dia alami waktu muda akan hambar bila
dia sudah tua. Dia menyesal di hari tua, waktu muda dulu dia menyia”kan
hidupnya. Dia hanya ingin semua serba instan tanpa usaha. Kehidupan itu butuh
usaha. Kita tidak bisa memperoleh keinginan kita tanpa usaha.
Firman Allah SWT surah
Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia dlm kerugian” #3 “Kecuali
orang” yg beriman & beramal soleh serta saling menasihati u/ kebajikan
& ingat mengingati dengan kesabaran”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
#5 Konsumerisme
Konsumerisme adalah
kelanjutan dari materialisme. Tidak jauh beda dengan materialisme. Materialisme
sama konsumerisme jatuhnya sama saja. 2 2 nya penyakit menganggap harta sebagai
Tuhan. Konsumtif lebih tepat kepada boros, foya”, buang” waktu, buang duit.
Pakaiannya mahal, branded, bermerk dari luar negri: Eropa, Amerika. Liburan
sekolah lebih suka ke luar negri: Jepang, Korea, Dubai, Prancis, Italy,
Spanyol. Padahal banyak tempat tujuan wisata yg menarik di Indonesia. Bila
bosan di Jakarta, bisa ke Bandung, Bali, Yogyakarta, Bangka Belitung, Maluku,
Papua jg tidak kalah menarik dengan luar negri. Indonesia jg enak”, tidak kalah
enaknya dengan makanan barat. Apalagi bila ke Bandung, Yogyakarta, banyak pusat
kuliner makanan Indonesia. Semua propinsi di Indonesia pasti ada tempat wisata
kuliner. Bila sudah belajar menuntut ilmu di luar negri, baru kangen dengan
makanan Indonesia. Kita lihat para politisi gila KJS kekayaan, jabatan,
srikandi. Motor harus Harley Davidson. Mobil harus audi, BMW. Mobil buatan
Eropa. Saban hari makan di luar. Masak jauh lebih hemat dari makan di luar.
Makan di luar sekali” tidak apa”. Koruptor belanja online menggunakan budget
negara, jalan” ke luar negri. Bila ditangkap KPK, mereka diliput wartawan. Mereka
melambaikan tangannya ke wartawan. Secara tidak langsung, meraka melambaikan
tangannya kepada semua rakyat yg sudah dibunuhnya. Konsumerisme itu ibarat kata
pepatah “Besar pasak daripada tiang”.
Firman Allah SWT surah
Al Isra #27: "Sungguh orang boros itu tmnnya setan & setan itu
sangat ingkar kehadirat Tuhannya"
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment