Khutbah #1
2020 telah menjelma ke
tengah” kita. Tahun telah berubah. Kita menatap kehidupan yg baru. Sungguh
perubahan waktu & perubahan tahun serta perubahan zaman adalah sunatullah.
Takdir Allah SWT yg pasti. Takdir Allah SWT yg telah tertulis dalam kitab Lauh
Al Mahfuzh. Kita tidak punya pilihan lain kecuali menjalani kehidupan baru
dengan perubahan.
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya.
Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan
keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti akan terjadi di hari
Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah
SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya
& para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa
100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu
khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan
segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah
menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini,
dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga
akhir hayat kita husnul khatimah.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Seiring dengan
kedatangan tahun baru 2020, Mimbar Jumat minggu pertama di tahun baru 2020
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “2020: TAHUN
BERUBAH, AZAM BERUBAH, BERUBAHKAH KITA”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
hari ini Jumat, 3 Januari 2020 / 7 Jumadil Awal 1441. Mengawali Jumatan yg
pertama di tahun 2020 ini, kita munajat dengan bersyukur kehadirat Allah SWT
karna usia kita telah tiba di tahun baru 2020. Hari ini hari #3 kita berada di
tahun baru 2020. Tahun baru 2020 sudah 60 jam menjelma ke tengah” kita. Tahun
2019 telah pergi meninggalkan kita u/ selamanya. 2 hari yg lalu jam 12 tengah
malam tgl 1 Januari 2020, kita berpisah dengan tahun 2019 & menyambut tahun
baru 2020. Kembang api meledak 15 menit menyambut tahun baru 2020.
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Tahun 2019 telah kita tinggalkan.
Tahun 2019 mewariskan kenangan manis & pahit sepanjang tahun. Saban tahun
manusia selalu menyambut tahun baru dengan azam baru. Saban tahun azam selalu
berubah. Saban tahun kita sibuk dengan azam baru di tahun baru. Pertanyaannya
tahun berubah, azam berubah, berubahkah kita? Manusia punya 1000 azam saban
tahun. Ada saja azam kita tahun lalu yg tidak tercapai. Bila azam tahun lalu
tidak tercapai, kita punya hutang azam tahun lalu yg belum tercapai. Kita harus
bayar azam tahun lalu di tahun ini. Kita semua sudah barang tentu ingin supaya
tahun 2020 lebih baik daripada tahun 2019. Bila tahun 2020 kita sama saja
dengan tahun 2019, kita rugi. Kehidupan kita konstan, monoton, tidak berubah.
Bila tahun 2020 lebih jelek daripada tahun 2019, bukan rugi lagi, kita celaka,
bubar kehidupan kita. Oleh sebab itu, kita jadikan tahun 2020 harus lebih baik
daripada tahun 2019. Tahun 2019 sudah lewat, ya sudah tutup buku. Sekarang
tirai baru tahun 2020 telah terbuka. Kita jalani saja tahun baru 2020 dengan
perubahan.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg hari ini
lebih baik dari kemarin, maka dia telah beruntung. Barangsiapa yg hari ini sama
saja dengan kemarin, maka dia telah rugi. Barangsiapa yg hari ini lebih jelek
dari kemarin, maka dia telah celaka”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Waktu cepat berlalu di
akhir zaman ini. Perasaan kita baru semalam 1 Januari 2019. Tiba” sudah 1
Januari 2020 saja. Bahkan sudah hari #3 tahun 2020, sudah 60 jam. Tahun 2019
telah 60 jam jg meninggalkan kita dengan kenangan yg pahit & manis, baik
& buruk. Setiap insan mempunyai waktu 24 jam saban hari saban malam. Kita
merasakan waktu 24 jam terlalu singkat, terlalu pendek. 24 jam berlalu dengan
begitu cepatnya, secepat kilat, tidak terrasa. Sungguh Allah SWT telah
bersumpah dalam Al Quran ttg waktu, yakni “wal’asr” artinya “demi masa”,
“wadhdhuha” artinya “demi waktu dhuha”, “wasysyamsi” artinya “demi matahari”,
“wallail” artinya “demi waktu malam”, “walfajr” artinya “demi waktu fajar”.
Waktu dikelompokkan menjadi zaman.
Firman Allah SWT surah
Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia
dalam kerugian” #3 “Kecuali orang” yg
beriman & beramal sholeh serta saling menasihati dengan kebenaran &
saling menasihati dengan kesabaran”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Tahun berubah, masa
berlaku kehidupan kita semakin singkat, akhir hayat kita semakin dekat. Ibarat
kita menanjak gunung, semakin tinggi gunung, semakin riskan tanjakannya.
Semakin jauh kita menanjak, semakin dekat kita dengan puncak gunung. Setelah
tanjakan pasti ada turunan. Mungkin tahun 2020 ini kita menghembuskan nafas
terakhir. Mungkin ajal kita tiba di tahun 2020. Mungkin kita kembali kehadirat
Allah SWT di tahun 2020. Tidak jamin usia kita akan tiba di bulan Desember.
Jangankan Desember, tidak jamin juga usia kita tiba di bulan Ramadhan. Ramadhan
masih 4 bulan lagi. Jumadil Awal baru seminggu. Tahun 2020 masih baru tiba.
Insya Allah 1 Ramadhan 1441 akan jatuh di hari Jumat, 24 April 2020. Tidak
jamin usia kita akan tiba di bulan Ramadhan. Bila kita meninggal dunia sebelum
Ramadhan tiba, kita tidak sempat berjumpa dengan Ramadhan. Ramadhan tahun lalu
1440 adalah perpisahan kita dengan bulan Ramadhan. Banyak sekali saudara kita
yg telah mendahului kita sepanjang tahun 2019. Berkata Al Imam Hasan Al Basri:
“Wahai Anak Adam, anda adalah hari”. Bila
1 hari hilang, hilanglah bagian dari dirimu”.
Firman Allah SWT surah
Al Ankabut #57: “Setiap yg bernyawa pasti mati. Kemudian hanya kehadirat
Kami kamu akan dikembalikan”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Dalam sehari, perasaan
kita baru bangun pagi, sudah tidur malam lagi. Belum puas tidur malam, sudah
harus bangun pagi lagi. Berangkat kerja pagi” buta. Perasaan kita baru bangun
jam 4 pagi, baru sholat Subuh, baru mandi pagi, kita berangkat ke kantor jam 5
atau jam 6. Tiba di kantor jam 7 atau 7.30. Jam 12 tiba” azan Zuhur sudah
berkumandang. Kita sholat Zuhur & makan siang. Jam 1 kita balik kerja lagi
di kantor. Khusus hari Jumat, tiba” sudah jam 11 saja. Jam 11 kita sudah harus
siap” u/ Jumatan. Khatib naik mimbar, masuk waktu Zuhur, azan Jumat
dikumandangan u/ memanggil kita Jumatan. Setelah Jumatan, kita makan siang,
balik kantor jam 1.30. Kita lanjutkan pekerjaan kita. Azan Ashar telah
memanggil kita u/ sholat Ashar jam 3. Tidak terasa jeda antar waktu sholat.
Setelah sholat Ashar, kita siap” mau pulang. Kita tunggu Magrib dulu baru
pulang. Bila ada pekerjaan yg mau kita selesain, kita selesain. Bila pekerjaan
sudah selesai sebelum pulang, belum masuk waktu Magrib, kita main gadget,
browsing di laptop, nonton youtube. Ini terasa lama menunggu waktu Magrib. Lain
cerita bila pekerjaan kita banyak yg harus diselesain. Tiba” sudah azan Magrib
saja jam 6. Belum kelar kerjaan kita, lanjut lagi sampai selesai. Kemudian azan
Isya sudah berkumandang jam 7. Bagi yg pulang habis Magrib, langsung pulang ke
rumah melewati macetnya Jakarta. Bagi yg menunggu macet, pulang jam 7.30 atau
jam 8. Tiba di rumah kita sudah capek. Kita makan malam. Tiba” sudah jam 9, jam
10 saja. Kita langsung tidur. Belum puas kita tidur, sudah bangun pagi lagi jam
4 pagi. Begitu fenomena yg terjadi di Jakarta saban hari. Pergi gelap, pulang
gelap. Berangkat sebelum mataharti terbit. Pulang setelah matahari terbenam.
Firman Allah SWT surah
Al Mu’minun #112-#116: #112 Allah SWT berfirman, “Berapa tahun lamanya anda
tinggal di dunia?” #113 Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi
sehari atau setengah hari, maka tanyakan kepada mereka yg menghitung” #114 Allah
SWT berfirman, “anda tinggal di bumi hanya sebentar saja bila anda mengetahui” #115
“Maka apakah anda mengira bahwa Kami menciptakan anda main” & bahwa anda
tidak akan dikembalikan kehadirat Kami?” #116 “Maha Tinggi Allah SWT,
Raja yg sebenarnya. Tiada Tuhan selain Dia, Tuhan yg mempunyai Arsy yg mulia”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Dunia itu penjara bagi orang yg beriman & surga bagi
orang kafir”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Dalam seminggu,
perasaan baru Senin, tiba” sudah Jumat. Perasaan baru weekday, tiba” sudah
weekend. Belum puas weekend, tiba” sudah weekday lagi, sudah Senin lagi. Dalam
sebulan, baru tgl 1, tiba” sudah tgl 26 sudah gajian lagi, sudah harus ganti
bulan lagi. Dalam setahun, perasaan baru tahun baru tgl 1 Januari, tiba” sudah
tgl 31 Desember saja, sudah harus ganti tahun lagi. Perasaan baru tahun baru 1
Muharram, tiba” sudah Rabi Al Awal, bulan Baginda Rasulullah SAW, bulan maulid
Baginda Rasulullah SAW. Tiba” sekarang sudah Jumadil Akhir saja. Maju selangkah
sudah Rajab, kemudian Sya’ban, tiba” sudah Ramadhan. Bila Ramadhan tiba,
perasaan baru kemarin Idul Fitri, sekarang tiba” sudah harus puasa Ramadhan.
Ternyata 11 bulan yg lalu kita Idul Fitri. Ramadhan juga seperti itu, tidak
terrasa. Perasaan baru mulai puasa Ramadhan. Sedang asyik kita puasa Ramadhan,
tiba” sudah Idul Fitri saja, sudah 1 Syawal saja. Sedang asyik kita lebaran
Idul Fitri, silaturrahim Idul Fitri, tiba” sudah 1 Zulqaidah saja. Jemaah haji sudah
terbang ke tanah suci saja. Jemaah haji baru tiba di tanah suci, sedang asyik
menunaikan ibadah haji, tiba” sudah wukuf di Arafah tgl 9 Zulhijjah, tiba”
sudah melontar jumroh, tiba” sudah tawaf wada’ saja, tiba” sudah kembali ke
tanah air saja.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Hari kiamat tidak akan
terjadi sampai waktu terlalu cepat berlalu. Setahun ibarat sebulan. Sebulan
ibarat seminggu. Seminggu ibarat sehari. Sehari ibarat sejam. Sejam ibarat bara
api”
Firman Allah SWT surah
Al Baqarah #200-#202: #200 “Bila anda telah menyempurnakan ibadah haji anda,
maka berzikirlah anda dengan menyebut Asma Allah SWT sebagaimana anda
membanggakan nenek moyang anda atau lebih dari itu. Maka di antara manusia ada
yg berdoa "Wahai Tuhan kami, anugerahkan kami keberkahan di dunia” &
tiada keberkahan baginya di akhirat” #201 & di antara mereka ada yg
berdoa, "Ya Tuhan kami, anugerahkan kami keberkahan di dunia & di
akhirat & peliharalah kami dari azab siksa api neraka” #202 “Mereka
itulah yg memperoleh bagian dari apa yg mereka usahakan & Allah SWT Maha
Cepat perhitunganNya”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment