Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya.
Hari kiamat pasti akan terjadi di hari Jumat. Shalawat & salam terbesit
dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah
SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT.
Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya &
para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100%
kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu
khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala
laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah
menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini,
dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga
akhir hayat kita husnul khatimah.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Seiring kita berada di
ambang Ramadhan, Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri
khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik
I’tibar dari satu tema: “BULAN RAMADHAN DI AKHIR ZAMAN”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Sungguh waktu tidak
terrasa di akhir zaman ini. Perasaan baru kemaren kita menyambut tahun baru
2020. Bahkan perasaan baru kemaren kita puasa Ramadhan 1440. Tidak terrasa
Ramadhan 1440 itu sudah 12 bulan yg lalu. Perasaan baru kemaren pula kita Idul
Fitri tgl 1 Syawal 1440. Tidak terrasa Idul Fitri 1440 itu sudah 11 bulan yg
lalu. Hari ini Jumat, 23 Sya’ban 1441 / 17 April 2019. Insya Allah Ramadhan
1441 akan menjelma kembali ke tgh” kita pada hari Jumat depan, 24 April 2020.
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Kita persiapkan diri
kita menyambut Ramadhan sekarang. Kita perhatikan sambutan Ramadhan di akhir
zaman ini tidak meriah seperti dulu. Di Timur Tengah, itu justru sambutan
Ramadhan sangat meriah. Ramadhan sangat meriah. Idul Fitri 1 hari saja
meriahnya. Tgl 2-30 Syawal itu seperti hari biasa saja. Masyarakat Timur Tengah
lebih mengagungkan Ramadhan daripada Idul Fitri. Dulu banyak sekali tayangan TV
Ramadhan yg mendidik. Di akhir zaman ini, Ramadhan sudah kehilangan rohnya.
Acara TV yg melalaikan & tidak mendidik meracuni kesyahduan Ramadhan. Sinetron
stripping 1000 episode meracuni kesyahduan Ramadhan. Dulu ada acara “Jejak
Rasul” dari Malaysia. Sinetron “Islam KTP”, “Tukang bubur naik haji”, “Para
Pencari Tuhan” menghiasi Ramadhan. “Para pencari Tuhan” saban Ramadhan saban
tahun tidak berubah. “Para Pencari Tuhan” sudah menghiasi Ramadhan berjilid”,
ber season”. Ramadhan tahun ini sudah jilid #13. Acara TV sudah tidak kreatif
lagi menjamu masyarakat dengan tayangan Ramadhan yg mendidik. TV menyajikan
tayangan Ramadhan yg melalaikan & tidak mendidik.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg
bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan
jasadnya dari api neraka”
Sidang Jumat yg diberkahi
Allah SWT,
Roh Ramadhan sudah
hilang di akhir zaman ini. Sambutan Ramadhan tidak lagi semeriah dulu. Dulu
spanduk menyambut Ramadhan banyak sekali. Sekarang tidak ada lagi sambutan
Ramadhan yg meriah seperti dulu. Ulama tabiit tabiin zaman dulu, Mu’alla bin Al
Fadhl berkata: “Dulu para sahabat 6 bulan
sebelum Ramadhan, mereka berdoa kehadirat Allah SWT supaya Allah SWT
memanjangkan usia mereka ke bulan Ramadhan. 6 bulan setelah Ramadhan, mereka
berdoa kehadirat Allah SWT supaya Allah SWT semua amalan mereka selama bulan
Ramadhan tahun lalu”. Bulan Rabi Al Awwal, para sahabat berdoa kehadirat
Allah SWT supaya amalan bulan Ramadhan tahun lalu diberkahi Allah SWT &
Allah SWT memanjangkan usia mereka ke bulan Ramadhan yg akan datang.
Sidang Jumat yg direstui
Allah SWT,
Sungguh ironis sekali,
banyak sekali umat Islam yg tidak puasa Ramadhan. Jangankan lelaki Islam,
wanita Islam yg tidak haid saja tidak puasa Ramadhan. Dulu warung makan ditutup
tirai di siang hari selama bulan Ramadhan. Di akhir zaman ini, warung makan
terbuka bebas, tidak lagi ditutup tirai. Dulu orang yg tidak puasa, makan &
minum sembunyi dibalik tirai. Anak kecil yg tidak puasa, sembunyi di kamar u/
makan & minum. Di akhir zaman ini, orang tidak puasa secara terbuka di
tempat umum. Orang makan & minum serta merokok secara terbuka di pinggir
jalan. Laki” dewasa muslim yg tidak puasa. Ada wanita berhijab yg tidak haid,
tidak puasa. Bahkan ada wanita yg berhijab panjang syar’I tidak puasa. Bahkan
bukan wanita yg hijab syar’I lagi yg tidak puasa. Bahkan wanita bercadar saja
yg tidak haid, tidak puasa. Ada lelaki muslim yg jenggot panjang tidak puasa.
Mereka tidak malu lagi, tidak puasa secara terbuka.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Betapa banyak orang yg puasa tidak memperoleh apa” kecuali
lapar & dahaga saja”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Ramadhan hanya datang
setahun sekali. Bila kita melewatkan Ramadhan tahun ini, kita harus menunggu
Ramadhan 12 bulan kemudian. Bila kita tidak puasa Ramadhan tahun ini, kita
harus tunggu Ramadhan 12 bulan kemudian. Tidak jamin usia kita akan tiba di
bulan Ramadhan 12 bulan kemudian. Ramadhan tahun depan harus tunggu 12 bulan
kemudian. Jangankan Ramadhan tahun depan, Ramadhan tahun ini saja tidak jamin
30 hari. Bila kita tidak puasa di bulan Ramadhan tahun ini, usia kita panjang
ke bulan Ramadhan 12 bulan kemudian, kita masih punya kesempatan u/ memperbaiki
diri, menyempurnakan amalan sholeh. Bila Ramadhan tahun ini, Ramadhan yg terakhir,
kita menghembuskan nafas terakhir sementara perjalanan 12 bulan menunggu
Ramadhan tahun depan, maka pintu neraka telah terbuka u/ kita. Apalagi bila
kita menghembuskan nafas terakhir di bulan Ramadhan tahun ini, Ramadhan tahun
ini tidak 30 hari u/ kita. Jangankan Ramadhan tahun depan, usia kita saja tidak
tiba di hari raya Idul Fitri tgl 1 Syawal.
Firman Allah SWT surah
Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia dalam kerugian” #3 “Kecuali
orang yg beriman & beramal sholeh serta saling menghimbau u/ kebajikan
& saling menghimbau u/ kesabaran”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: Allah SWT berfirman,
“Semua amalan anak Adam adalah u/nya kecuali puasa. Puasa u/Ku & Aku
sendiri yg akan membalasnya”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Semua amalan anak Adam
akan dilipatgandakan 10-700x lipat. Allah SWT berfirman: kecuali puasa, puasa
u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Puasa Ramadhan hukumnya
fardhu ‘ain u/ semua kaum muslimin & muslimat di penjuru dunia. Puasa
Ramadhan adalah kewajiban kita kehadirat Allah SWT. Buka puasa di waktu Magrib
adalah hak orang yg puasa Ramadhan. Idul Fitri adalah hak orang yg puasa 30
hari di bulan Ramadhan. Orang yg tidak puasa Ramadhan, mereka ikut sahur, ikut
buka puasa di waktu Magrib. Padahal mereka sudah buka puasa di pagi hari, waktu
Zuhur, waktu Ashar. Mereka adalah orang yg curang. Pintu neraka telah terbuka
u/ mereka. Jangan lewatkan Ramadhan tahun ini begitu saja. Jangan main” dengan
Ramadhan. Ibarat kata pepatah “If you
fail to plan, you plan to fail” artinya “Bila anda gagal berrencana, anda berrencana u/ gagal”. Maka dengan
itu persiapkan diri kita menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Sempurnakan
Ramadhan tahun ini. Jadikanlah Ramadhan tahun ini Ramadhan yg sempurna.
Ramadhan yg lebih baik dari tahun lalu.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Sungguh Allah SWT telah mewajibkan anda puasa di bulan
Ramadhan & menuntut kamu menghidupkan malamnya. Maka barangsiapa yg
berpuasa & menghidupkan malamnya karna iman & mengaharapkan berkah dari
Allah SWT, maka diampuni segala dosanya seakan baru dilahirkan ibunya”
Firman Allah SWT surah
Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman diwajibkan bagi anda puasa
sebagaimana telah diwajibkan kepada orang yg terdahulu sebelum anda supaya anda
bertaqwa”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Renungkanlah bila
Ramadhan tahun ini, Ramadhan kita yg terakhir. Tidak jamin kita akan terpilih
lagi u/ berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Jangankan Ramadhan tahun depan.
Ramadhan tahun ini saja tidak jamin 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas
terakhir di bulan Ramadhan tahun ini, maka Ramadhan tahun ini, tidak 30 hari.
Bila kita menghembuskan nafas terakhir setelah Ramadhan, di hari Idul Fitri,
setelah Idul Fitri, kita tidak berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Maka
Ramadhan tahun ini Ramadhan kita yg terakhir.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment