Monday, April 27, 2020

Puasa tidak hanya menahan lapar & dahaga saja


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, kehadirat Allah SWT, di hari Jumat, penghulu segala hari (sayyid al ayyam) & bulan Ramadhan, penghulu segala bulan (sayyid asy syuhur), kita duduk bersimpuh kehadirat Allah SWT di masjid ini. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Kita semua dalam tarbiyah Ramadhan. Kita semua sedang menunaikan ibadah puasa. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat Ramadhan minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “PUASA BUKAN HANYA MENAHAN LAPAR & DAHAGA SAJA”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Ahlan wa sahlan Yaa Ramadhan. Syukur Alhamdulillah, bulan Ramadhan telah kembali lagi menjelma ke tengah” kita. Hari ini Jumat, 1 Ramadhan 1441 / 24 April 2020. Hari ini kita Jumatan pertama di bulan Ramadhan tahun ini. Bulan Ramadhan tahun ini jatuh di hari Jumat. Hari ini hari pertama kita puasa Ramadhan tahun ini. Semalam kita sudah mulai sholat sunnah taraweh pertama Ramadhan tahun ini. Dinihari tadi, kita sudah sahur yg pertama tahun ini. Orang yg beriman gembira dengan kedatangan Ramadhan. Masjid yg 11 bulan rame waktu Jumatan saja, bila tiba bulan Ramadhan, sholat sunnah taraweh rame, Jumatan rame, sholat 5 waktu rame.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Telah tiba kepadamu bulan Ramadhan, bulan mega berkah. Allah SWT memfardhukan anda puasa di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, dibuka segala pintu surga & ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala setan. Demi Allah SWT, di bulan Ramadhan, ada malam yg lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yg tidak memburu pahala di malam itu, diharamkan baginya segala berkah

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Bulan Ramadhan adalah bulan puasa fardhu selama 30 hari. Puasa Ramadhan hukumnya fardhu bagi setiap umat Islam di penjuru dunia. Titah perintah puasa Ramadhan berlaku sejak tahun 2 H. Baginda Rasulullah SAW puasa Ramadhan tahun 2 H – 10 H, sebanyak 9x. Puasa adalah menahan diri dari lapar & dahaga khususnya serta menahan diri dari segala laranganNya umumnya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya serta yg syubhat & yg gaflah. Puasa itu memang kita lapar & dahaga. Puasa itu bukan hanya menahan lapar & dahaga saja. Kita menahan mata dari melihat maksiat. Kita menahan telinga dari mendengar gossip, fitnah, hoax. Kita menahan tangan dari memegang yg buruk, mencuri, mengambil hak orang lain, menyakiti orang lain. Kita menahan kaki dari melangkah ke tempat maksiat, menendang orang lain. Kita menahan lidah dari berkata kotor, fitnah, hoax. Kita menahan jari dari posting status fitnah, hoax, share fitnah, hoax di media sosial. Bila kita kenyang, pembuluh darah kita terbuka. Setan masuk ke jasad & roh kita via pembuluh darah kita. Bila kita puasa, pembuluh darah kita tertutup. Setan tidak bisa masuk ke jasad & roh kita.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Bila bulan Ramadhan tiba, dibuka segala pintu surga & ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala setan

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Imam Al Gazali berkata dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin. Ada 3 tingkat puasa

#1 Puasa Al Awwam: Puasa yg menahan lapar & dahaga saja. (Puasa tapi berbuka)
#2 Puasa Al Khawas: Puasa yg menahan diri dari segala hal yg membatalkan puasa. Bila puasa, dia tidak tahan lapar & dahaga, siang bolong dia berbuka (Berbuka tapi puasa)
#3 Puasa Khawas Al Khawas: Puasa yg bisa menahan diri dari lapar & dahaga serta menahan diri dari segala perkara yg membatalkan puasa (Puasa yg sempurna)

Puasa tingkat #1 itu puasa anak” yg memperoleh medali perunggu. Puasa tingkat #2 itu puasa tingkat menengah yg memperoleh medali perak. Puasa tingkat #3 itu puasa sempurna yg memperoleh medali emas. Anak TK yg baru belajar puasa ½ hari, buka puasa waktu Zuhur, buka puasa waktu Ashar, itu puasa tingkat D3 atau diploma. Puasa tingkat #1 itu puasa tingkat TK & SD. Puasa tingkat #2 itu puasa tingkat SMP. Puasa tingkat #3 itu puasa tingkat SMA. Puasa tingkat #1 itu puasa S1, sarjana, degree. Puasa tingkat #2 itu puasa S2, master. Puasa tingkat #3 itu puasa S3, PhD, doktor. Bila kita bisa kuliah S1, S2, S3, mengapa puasa kita masih puasa S1? Upayakan @least puasa S2. Syukur Alhamdulillah bisa puasa S3. @least kita berusaha & berupaya supaya mencapai puasa tingkatan #2. Syukur Alhamdulillah bila kita bisa mencapai puasa tingkatan #3.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: Allah SWT berfirman, “Semua amalan hamba adalah u/nya kecuali puasa. Puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya”

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Semua amalan hamba akan dilipatgandakan 10-700x lipat. Allah SWT berfirman: kecuali puasa, puasa u/Ku & Aku sendiri yg akan membalasnya

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Syarat puasa Al Khawas menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin:
#1 Menjaga pandangan dengan tidak memandang wanita dengan syahwat
#2 Menjaga pendengaran
#3 Menjaga lisan
#4 Menjaga segala jasad dari segala perkara yg bathil & perbuatan dosa
#5 Menjaga diri dari makanan & minuman yg haram
#6 Menjaga hati supaya patuh kehadirat Allah SWT

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sungguh Allah SWT telah memfardhukan anda puasa di bulan Ramadhan & menuntut kamu menghidupkan malamnya. Maka barangsiapa yg berpuasa & menghidupkan malamnya karna iman & mengaharapkan berkah dari Allah SWT, maka diampuni segala dosanya seakan baru dilahirkan ibunya

Jangankan manusia, hewan saja puasa. Tikus yg puasa usianya lebih panjang dari tikus yg tidak puasa. Induk ayam puasa saat mengeram u/ menetaskan telurnya. Induk ayam yg banyak puasa lebih banyak menetaskan telurnya karna badannya demam panas waktu menetaskan telurnya. Badan yg demam panas itu membantu menetaskan telur u/ melanjutkan keturunannya. Ikan salmon yg dijadikan ikan sarden juga puasa waktu menetaskan telurnya.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Betapa banyak orang yg puasa tidak memperoleh apa” kecuali lapar & dahaga saja

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman difardhukan bagi anda puasa sebagaimana telah difardhukan bagi orang yg terdahulu sebelum anda supaya anda bertaqwa

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Renungkanlah bila Ramadhan tahun ini, Ramadhan kita yg terakhir. Tidak jamin kita akan terpilih lagi u/ berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Jangankan Ramadhan tahun depan. Ramadhan tahun ini saja tidak jamin 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir di bulan Ramadhan tahun ini, maka Ramadhan tahun ini, tidak 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir setelah Ramadhan, di hari Idul Fitri, setelah Idul Fitri, kita tidak berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Maka Ramadhan tahun ini Ramadhan kita yg terakhir. Bila kita menyepelekan Ramadhan tahun ini, maka kita harus menunggu Ramadhan tahun depan 12 bulan kemudian.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

No comments:

Post a Comment