Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan siang hari ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan
AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita
sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap
penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau
diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya
bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT,
yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah
Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram
khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman &
taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia
hingga kita menghembuskan nafas terakhir.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Mimbar Jumat minggu ini
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “KEHIDUPAN SATU
KEAJAIBAN”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Kehidupan adalah takdir
Allah SWT. Kita tidak pernah minta hidup di dunia ini. Kita tidak pernah minta
mau jadi lelaki atau wanita. Kita tidak pernah minta mau lahir jadi orang
Indonesia, orang Padang, orang Bangka Belitung, orang Batam, orang Tanjung
Pinang, orang bule, orang Jepang, orang Korea, orang Brunei, orang Malaysia,
orang Brazil. Kita tidak pernah minta lahir di Jakarta, Brunei, Malaysia,
Bangka Belitung, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang. Kita tidak pernah minta siapa
orang tua kita. Kita tidak pernah minta mau jadi anak polisi, anak ABRI, anak
TNI, anak pilot, anak PNS, anak insinyur, anak orang kaya. Kita tidak pernah
minta lahir di keluarga kerajaan, keluarga sultan, keluarga ningrat. Semua itu
hak prerogatif Allah SWT. Bila kita bisa memilih saya mau lahir jadi orang
Jakarta, orang Jepang yg on time, kutu buku, gila membaca, orang bule yg pintar,
ramah, on time, saya mau lahir di keluarga kerajaan, keluarga sultan saja
supaya bisa hidup enak tinggal minta, saya mau lahir di Jakarta, di Brazil, itu
artinya kita maunya yg enak” saja menurut kita. Setiap orang sudah memerankan
tokoh masing” dalam kehidupan. Kita pikir memerankan tokoh lain itu enak.
Memerankan tokoh lain itu belum tentu enak, seenak yg kita pikirkan. Semua itu
tanpa kita minta sudah menjadi takdir mutlak Allah SWT.
Firman Allah SWT surah
Yasin #12: “Sungguh Kami yg menghidupkan
orang yg mati & Kami yg mencatat apa yg telah mereka perbuat & bekas”
yg mereka tinggalkan. & segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yg jelas”
Ikhwatal Islam,
Allah SWT menciptakan
manusia dengan bentuk yg terbaik. Setiap manusia mempunyai latar belakang, suku,
bangsa, warga Negara, kampung halaman, bahasa yg berbeda. Syariah Islam
mendidik kita supaya kita berbaur dengan sesama manusia. Manusia adalah makhluk
sosial yg tidak luput dari berbaur dengan orang lain. Manusia saling
membutuhkan satu sama lain dalam kehidupan. Allah SWT menciptakan manusia dari
saripati tanah, segumpal darah. Manusia terbentuk dari pembuahan sperma dengan
sel telur. Sel telur yg telah dibuahi menjadi zigot. Perkembangan janin akan
berlangsung 9 bulan. Allah menciptakan manusia dengan wajah yg beraneka ragam.
Bentuk fisik yg beraneka ragam. Setiap orang mempunyai karakteristik yg
berbeda. Setiap orang mempunyai warna suara yg berbeda. 2 orang yg punya nama
yg sama, karakteristiknya beda. Bahkan orang yg kembar saja karakteristiknya
beda. Orang tua & anak karakteristiknya beda. Kakak & ade
karakteristiknya beda.
Firman Allah SWT surah
Al Hujurat #13: “Wahai manusia, sungguh
Kami telah menciptakan anda dr seorang lelaki & wanita, kemudian Kami
jadikan anda bersuku” & berbangsa” supaya anda saling mengenal. Sungguh yg
paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT adalah orang yg paling bertaqwa.
Sungguh Allah SWT Maha Teliti & Maha Mengetahui”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Kehidupan kita di dunia
ini ada takdir yg mutlak & ada takdir yg bersifat pilihan. Takdir yg mutlak
datang dari Allah SWT. Allah SWT telah mencatat takdir kehidupan kita dalam
kitab Lauh Mahfuzh. Ada yg diubah, dihapus, dikekalkan Allah SWT. Allah SWT
memberikan kita banyak jalan kehidupan. Ada jalan yg berliku tajam, ada jalan
yg berkelok, ada jalan lurus, ada jalan raya, ada jalan tol. Kita tinggal pilih
jalan kehidupan yg akan kita tempuh. Kita bebas memilih jalan kehidupan yg akan
kita tempuh. Setiap jalan yg kita tempuh punya resiko masing”, punya
konsekuensi masing”. Kita harus siap dengan segala resikonya &
konsekuensinya. Jalan yg kita pilih ada yg dimaqbulkan Allah SWT & ada yg
diblokir Allah SWT. Allah SWT tau jalan terbaik yg harus kita tempuh. Bila jalan
kita diblokir Allah SWT, Allah SWT sedang mengukir jalan kehidupan kita. Jalan
yg kita pilih itu buntu. Bila kita menemui jalan buntu, pasti Allah SWT
mengukir jalan keluar kehidupan kita. Bila jalan yg hendak kita tempuh sedang
diukir Allah SWT, Allah SWT minta kita supaya sabar karna Allah SWT sedang
mengukir jalan kehidupan yg lebih baik. Bila jalan komplek itu jalan forbidden,
Allah SWT sedang mengukir jalan raya. Bila jalan raya itu jalan forbidden,
Allah SWT sedang mengukir jalan tol.
Firman Allah SWT surah
Ar Ra’d #39: “Allah SWT menghapus apa yg
Dia kehendaki & menetapkan apa yg Dia kehendaki & di sisiNyalah
terdapat lauh mahfuzh”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Masa berlaku kehidupan
kita di dunia ini 60-70 tahun. Masa berlaku kehidupan Baginda Rasulullah SAW 63
tahun. Bila kita telah tiba di usia 60 tahun, hati”. Itu warning kematian kita
akan segera tiba. Banyak warning kematian di usia 60 tahun: rambut putih, gigi
keropos, tulang keropos, jalan sudah lambat, tidak kuat lagi jalan jauh, makan
sudah susah, tidak seenak zaman muda, makan bubur, ngomong ngawur, otak sudah
pikun, ingatan sudah banyak yg lupa, pandangan sudah kabur, pendengaran tidak
jelas, penyakit datang silih berganti, bolak balik keluar masuk rumah sakit.
Bila kita menghembuskan nafas terakhir di usia 63 tahun, masa berlaku kehidupan
kita sama dengan masa berlaku kehidupan Baginda Rasulullah SAW. Bila usia kita
berhasil melewati 63 tahun, itu bonus usia dari Allah SWT. Usia 60 tahun adalah
hari tua & usia senja kita. Kehidupan kita di dunia ini sudah sore. Bila
hari sudah sore, kita tinggal menunggu matahari terbenam saja. Bila kehidupan
kita di dunia ini sudah sore, kita sudah capek merantau di dunia, kita tinggal
menunggu kematian tiba.
Firman Allah SWT surah
Al Ankabut #57: “Setiap yg bernyawa pasti mati. Kemudian hanya kehadirat
Kami anda akan dikembalikan”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Usia umatku rata” 60-70
tahun”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Kehidupan tidak
selamanya indah. Kehidupan di dunia ibarat roda yg berputar. Ada kalanya kita
di atas. Ada kalanya kita di bawah. Bila kita di atas, kita bersyukur kehadirat
Allah SWT. Bila kita di bawah, kita munajat kehadirat Allah SWT. Kita berdoa,
bertaubat, mohon ampun kehadirat Allah SWT. Kita berusaha u/ bangkit kembali.
Kehidupan kita melewati jalan yg licin & terjal. Jalan berkelok” yg penuh
duri tajam. Kehidupan kita diwarnai dengan pengalaman yg baik & buruk silih
berganti. Pengalaman adalah guru yg baik. Kita berusaha u/ melakukan perubahan
yg lebih baik. Kita berubah dari buruk ke baik, pesimis ke optimis, bertikai ke
damai. Kita berusaha u/ audit diri khususnya & kehidupan kita umumnya.
Audit diri sendiri itu sulit. Audit orang lain itu mudah. Diaudit orang lain
itu sakit hati. Audit diri kita sendiri sebelum kita audit orang lain &
diaudit orang lain. Kehidupan kita tidak luput dari ujian Allah SWT. Ujian yg
baik supaya kita bersyukur kehadirat Allah SWT. Ujian yg buruk u/ melumpuhkan
dosa kita.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Tidaklah seorang muslim
ditimpa penyakit kecuali Allah SWT akan melumpuhkan bersamanya dosanya ibarat
pohon yg menggugurkan daunnya”
Firman Allah SWT surah
Al Anbiya’ #35: “Setiap yg bernyawa pasti
mati. Kami menguji kamu dengan buruk & baik sebagai cobaan. & anda akan
dikembalikan kehadirat Kami”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengejar kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment