Thursday, April 30, 2020

Perang Badar


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, kehadirat Allah SWT, di hari Jumat, penghulu segala hari (sayyid al ayyam) & bulan Ramadhan, penghulu segala bulan (sayyid asy syuhur), kita duduk bersimpuh kehadirat Allah SWT di masjid ini. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Kita semua dalam tarbiyah Ramadhan. Kita semua sedang menunaikan ibadah puasa. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan saham iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Terlebih dahulu khatib menyampaikan “Selamat menunaikan ibadah puasa” kepada anda Jemaah Jumat sekalian. Semoga puasa kita khususnya & amalan kebajikan kita umumnya diberkahi Allah SWT dengan berkah berlipat ganda. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil I’tibar dari satu tema: “PERANG BADAR”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Perang Badar terjadi di hari Jumat pada tgl 17 Ramadhan tahun 2 H. sudah Peristiwa itu 1439 tahun yg lalu. Minggu, 10 Mei 2020 /17 Ramadhan 1441 adalah hari Nuzul Al Quran & peringatan perang Badar. Perang Badar terjadi di tahun pertama disyariatkannya titah perintah puasa. Baru Ramadhan pertama Baginda Rasulullah SAW, sudah terjadi perang Badar. Perang Badar terjadi di lembah Badar yg terletak 125 km di selatan Madinah. Kaum Muslimin 313 orang. Kaum kafir Quraisy 1000 orang. Kaum Muslimin berhasil mengalahkan kaum kafir Quraisy. Baginda Rasulullah SAW & Abu Bakar Siddiq munajat kehadirat Allah SWT semalam suntuk sebelum perang Badar. Sahabat yg lain tidur pulas semalam suntuk. Sahabat mimpi basah ketika bangun di waktu Subuh tgl 17 Ramadhan tahun 2 H. Dalam keadaan junub, Allah SWT turunkan hujan. Mereka mandi junub dengan air hujan. Sahabat menunjukkan dedikasi mereka dalam taat kehadirat Allah SWT.

Doa Baginda Rasulullah SAW dalam perang Badar: “Wahai Allah SWT, penuhilah janjiMu kepadaku. Wahai Allah SWT, anugerahkanlah apa yg telah Engkau janjikan kepadaku. Wahai Allah SWT, bila Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada satupun yg mau beribadah kehadiratMu di muka bumi

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Perang Badar adalah perang pertama kaum Muslimin. Perang Badar merupakan puncak pertikaian kaum Muslimin Madinah & kaum kafir Quraisy Mekkah. Latar belakang terjadinya perang Badar adalah pengusiran & perampasan harta kaum Muslimin yg dilakukan oleh kaum kafir Quraisy. Kaum kafir Quraisy berupaya menghancurkan kaum Muslimin supaya perniagaan & sesembahan mereka berhasil. Abu Jahal memimpin pasukan kaum kafir Quraisy. Abu Jahal dengan bengis & sombong berkata: “Demi Allah SWT, kami tidak mau pulang sekarang hingga kami tiba di Badar. Kami pesta di sana selama 3 hari. Kami semblih unta, minum arak, bernyanyi sehingga seantero jazirah Arab tau pasukan & kedatangan kita”. Sahabat berdiri tegar bersama Baginda Rasulullah SAW u/ memerangi kaum kafir Quraisy.

Firman Allah SWT surah Al Anfal #7: “& ingatlah tatkala Allah SWT menjanjikan anda bahwa salah satu dari dua golongan yg anda hadapi adalah u/ anda sedangkan anda ingin bahwa yg tidak mempunyai kekuatan senjata u/ anda tapi Allah SWT hendak membenarkan dengan ayat”Nya & membinasakan orang kafir ke akar”nya

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Perang Badar dimulai dengan Baginda Rasulullah SAW minta Ubaidah bin Harits, Hamzah, Ali bin Abi Thalib supaya melawan pemimpin kafir Quraisy yakni Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, Al Walid bin Utbah yg telah melawan pasukan kaum Muslimin. Kaum Muslimin berhasil membunuh 3 pemimpin kafir Quraisy itu sebagai tanda awal kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar. Baginda Rasulullah SAW terus bermunajat kehadirat Allah SWT. Allah SWT memaqbulkannya. Pasukan malaikat turut terlibat dalam perang Badar. Abu Jahal telah berhasil dibunuh. Dengan dibunuhnya Abu Jahal, maka kaum Muslimin menang dalam perang Badar. 14 orang pasukan kaum Muslimin mati syahid. 70 orang pasukan kaum kafir Quraisy tewas. 70 orang pasukan kaum kafir Quraisy ditawan. Allah SWT memberikan kemenangan atas kesabaran kaum Muslimin.

Firman Allah SWT surah Al Anfal #9: “Ingatlah tatkala anda mohon pertolongan kepada Tuhan anda, kemudian dimaqbulkanNya bagi anda, “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan 1000 malaikat berturut” ”

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Renungkanlah bila Ramadhan tahun ini, Ramadhan kita yg terakhir. Tidak jamin kita akan terpilih lagi u/ berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Jangankan Ramadhan tahun depan. Ramadhan tahun ini saja tidak jamin 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir di bulan Ramadhan tahun ini, maka Ramadhan tahun ini, tidak 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir setelah Ramadhan, di hari Idul Fitri, setelah Idul Fitri, kita tidak berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Maka Ramadhan tahun ini Ramadhan kita yg terakhir.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.



No comments:

Post a Comment