Tuesday, April 28, 2020

Tingkatan puasa


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, kehadirat Allah SWT, di hari Jumat, penghulu segala hari (sayyid al ayyam) & bulan Ramadhan, penghulu segala bulan (sayyid asy syuhur), kita duduk bersimpuh kehadirat Allah SWT di masjid ini. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Kita semua dalam tarbiyah Ramadhan. Kita semua sedang menunaikan ibadah puasa. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Terlebih dahulu khatib menyampaikan “Selamat menunaikan ibadah puasa” kepada anda Jemaah Jumat sekalian. Semoga puasa kita khususnya & amalan kebajikan kita umumnya diberkahi Allah SWT dengan berkah berlipat ganda. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati & mengambil I’tibar dari satu tema: “TINGKATAN PUASA”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Imam Ghazali menjelaskan dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin, ada 3 tingkatan orang puasa yakni:

#1 Puasa Al Awwam: Puasa orang awam. Puasa yg hanya sekedar menahan lapar & haus serta kejahatan syahwat saja.

Ini puasa tingkat basic. Puasa anak” yg baru belajar puasa dari Subuh sampai Magrib. Dia tidak makan & minum serta tidak melakukan hubungan suami istri sepanjang puasa Ramadhan di siang hari. Dia membuka aib orang di waktu puasa, nonton gossip, nonton infotainment, nonton sinetron stripping, share berita hoax. Dia tetap melanggar larangan Allah SWT. Dia tetap maksiat. Dia hanya melakukan ibadah umum saja bahkan yg wajib saja. Dia sholat 5 waktu saja. Ada yg sholatnya bolong”. Bahkan ada jg yg tidak sholat 5 waktu. Dia pergi sholat taraweh. Ada yg tarawehnya saban malam di masjid. Ada yg tarawehnya kadang”. Bahkan ada yg tidak taraweh sama sekali. Dia boros belanja makanan & minuman u/ buka puasa. Bagi orang yg puasa tingkatan ini, pemahaman puasa itu hanya sekedar menahan lapar & haus serta kejahatan syahwat saja. Dia rela lemas”, capek saban hari selama 14 jam. Dia hanya memperoleh lapar & haus saja.

Firman Allah SWT surah Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia dalam kerugian” #3 “Kecuali orang yg beriman & beramal sholeh serta saling menghimbau u/ kebajikan & saling menghimbau u/ kesabaran

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Banyak orang yg puasa tapi tidak memperoleh apa” kecuali lapar & dahaga saja. Banyak orang yg sholat malam tapi tidak memperoleh apa” kecuali capek saja

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

#2 Puasa Al Khawas: Puasa yg tidak hanya menahan lapar & haus serta kejahatan syahwat saja. Dia bisa meninggalkan larangan Allah SWT. Dia menyempurnakan saham amalannya selama Ramadhan.

Ini puasa tingkat menengah. Puasa ini lebih baik dari puasa #1. Dia menahan lapar & haus serta kejahatan syahwat. Dia menahan nafsu amarah, perbuatan sia”. Dia alihkan perhatiannya dari perkara yg sia” ke perkara yg bermanfaat. Dia sempurnakan saham fardhu dengan saham sunnah. Saham fardhu balik modalnya 70x. Saham sunnah kembaliannya saham fardhu. Dia tidak membuka aib orang lain, berkata dusta, share berita hoax, nonton gossip, nonton infotainment, nonton sinetron stripping. Bila dia membeli makanan & minuman u/ buka puasa sekedarnya saja. Dia buka puasa jg sekedarnya. Dia punya semangat ibadah yg tinggi. Dia pergi buka puasa bersama tapi tidak lupa sholat Magrib. Dia masih nonton bioskop tapi tidak lupa sholat Magrib. Bahkan ada jg yg menyempatkan sholat Isya dl & sholat taraweh dl. @least dia sudah berusaha semangat u/ taat kehadirat Allah SWT. Puasa tingkat #2 ini sudah jauh lebih taat kehadirat Allah SWT.

Syarat u/ memperoleh puasa tingkat #2 yakni menahan pandangan dari pandangan buruk umumnya & memandang wanita yg non mahram dengan syahwat khususnya. Menahan pendengaran dari gossip, hoax fitnah tercela. Menahan jasad dari segala dosa. Menjaga lisan supaya berkata baik, benar, jujur. Menahan tangan dari mengambil hak orang lain. Menahan nafsu di waktu buka puasa. Dia takut dengan dosa. Dia harap” cemas bila saham amalannya ditolak oleh Allah SWT. Puasa tingkat #2 ini sudah beda 180 derajat daripada puasa tingkat #1.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sungguh Allah SWT telah memfardhukan anda puasa di bulan Ramadhan & menuntut anda menghidupkan malamnya. Maka barangsiapa yg berpuasa & menghidupkan malamnya karna iman & mengaharapkan berkah dari Allah SWT, maka diampuni segala dosanya seakan baru dilahirkan ibunya

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

#3 Puasa Khawas Al Khawas: Puasa pikiran & puasa hati dari perkara dunia. Puasa zuhud dunia. Puasa yg mengorbankan dunia u/ Allah SWT.

Puasa tingkat #3 ini tingkatan puasa tertinggi. Puasa yg sempurna. The perfect one. Jasad, roh, pikirannya 100% hanya dia serahkan kehadirat Allah SWT. Puasanya para sahabat, tabiin, tabiit tabiin, aulia. Puasa tingkat #3 ini hanya tambahan sedikit dari puasa #2. Ramadhan dia tidak nonton bioskop. Tidak buka puasa di mall. Bila keluar, dia buka puasa di masjid. 10 hari terakhir Ramadhan dia di masjid u/ I’tikaf. Dia pulang ke rumah hanya sekedar mandi & ganti baju saja. Dia dominan di masjid. Setelah selesai tarbiyah puasa Ramadhan, dia tetap mengamalkan tarbiyah Ramadhan selama 11 bulan kemudian sampai tiba kembali di bulan Ramadhan tahun depan. Walaupun tidak puasa, dia mengamalkan tarbiyah Ramadhan selama 11 bulan kemudian. Di luar Ramadhan, dia lanjutkan dengan puasa sunnah 6 Syawal, puasa sunnah ayyamul baidh (hari putih) tgl 13-15 hijriyah saban bulan, puasa sunnah Arafah tgl 9 Zulhijjah, puasa sunnah Asyura tgl 9 & 10 Muharram, puasa sunnah Senin & Kamis.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Telah tiba bagi anda bulan Ramadhan, bulan mega berkah. Allah SWT memfardhukan anda puasa di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, dibuka segala pintu surga & ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala setan. Demi Allah SWT, di bulan Ramadhan, ada malam yg lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yg tidak memburu pahala di malam itu, diharamkan baginya segala berkah

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #183: “Wahai orang” yg beriman difardhukan bagi anda puasa sebagaimana telah difardhukan bagi orang yg terdahulu sebelum anda supaya anda bertaqwa

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Puasa tingkat #1 itu puasa anak” yg memperoleh medali perunggu. Puasa tingkat #2 itu puasa tingkat menengah yg memperoleh medali perak. Puasa tingkat #3 itu puasa sempurna yg memperoleh medali emas. Anak TK yg baru belajar puasa ½ hari, buka puasa waktu Zuhur, buka puasa waktu Ashar, itu puasa tingkat D3 atau diploma. Puasa tingkat #1 itu puasa tingkat TK & SD. Puasa tingkat #2 itu puasa tingkat SMP. Puasa tingkat #3 itu puasa tingkat SMA. Puasa tingkat #1 itu puasa S1, sarjana, degree. Puasa tingkat #2 itu puasa S2, master. Puasa tingkat #3 itu puasa S3, PhD, doktor. Bila kita bisa kuliah S1, S2, S3, mengapa puasa kita masih puasa S1? Upayakan @least puasa S2. Syukur Alhamdulillah bisa puasa S3. @least kita berusaha & berupaya supaya mencapai puasa tingkatan #2. Syukur Alhamdulillah bila kita bisa mencapai puasa tingkatan #3.

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Renungkanlah bila Ramadhan tahun ini, Ramadhan kita yg terakhir. Tidak jamin kita akan terpilih lagi u/ berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Jangankan Ramadhan tahun depan. Ramadhan tahun ini saja tidak jamin 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir di bulan Ramadhan tahun ini, maka Ramadhan tahun ini, tidak 30 hari. Bila kita menghembuskan nafas terakhir setelah Ramadhan, di hari Idul Fitri, setelah Idul Fitri, kita tidak berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Maka Ramadhan tahun ini Ramadhan kita yg terakhir.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment