Wednesday, April 8, 2020

Harta tidak kita bawa mati


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan saham iman & taqwa 100% berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “HARTA TIDAK KITA BAWA MATI”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Harta adalah pinjaman Allah SWT sementara waktu saja. Harta mempunyai masa berlakunya. Pada hakikatnya Allah SWT menguji kita dengan harta. Allah SWT menilai kita bersyukur atau kufur. Kita bisa menjaga harta atau lalai. Kita amanah atau khianat dengan harta. Kita mampu menafkahkan harta di jalan Allah SWT atau tidak. Kita menanam saham di jalan Allah SWT atau tidak. Kita hemat atau pelit dengan harta. Kita timbun harta sampai menganggur & berjamur. Semua itu aspek penilaian Allah SWT tentang harta kita. Walaupun kita memperoleh harta dengan jerih payah kita sendiri, uang hasil kerja kita, uang yg halal, bila kita gagal bersyukur kehadirat Allah SWT, Allah SWT akan menyita harta kita. Harta yg demikian itu halal tapi tidak berkah.

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Harta yg kita peroleh dari jalan yg halal, akan menjadi berkah bila kita nafkahkan di jalan Allah SWT. Kita jaga dengan baik. Kita gunakan pada tempatnya. Kita gunakan sesuai dengan kebutuhan. Kita menggunakan harta dengan hemat. Hemat & pelit itu beda tipis. Hemat itu terletak antara boros & pelit. Bila kita timbun harta segunung, itu namanya pelit. Kita harus mampu mengatur neraca pendapatan (income) & pengeluaran (expense). Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Jangankan lebih besar, pendapatan = pengeluaran itu saja sudah bahaya. It’s alarming warning. Ibarat kata pepatah “Pasak lebih besar daripada tiang”.

Firman Allah SWT surah Al Isra #27: “Sungguh orang yg boros itu saudara setan & setan itu ingkar kehadirat Tuhannya

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Bila kita punya tabungan di Maybank Rp 60 juta, Bank Mega Rp 30 juta, HSBC Rp 120 juta, BRI Rp 160 juta, kita punya deposito 1 juta ringgit Malaysia, 1 juta ringgit Brunei, 1 juta dollar New Zealand, asuransikan sebagian di jalan Allah SWT. Orang yg sudah dalam posisi harta yg demikian, bawaannya mau liburan ke Dubai, Jepang, Korea, Malaysia, Brunei Darussalam. New Zealand. Pilot gajinya Rp 30 juta saban kali terbang. Bila dirapel nimbus Rp 1 milyar saban bulan. Jangan kita lalai dengan harta. Dia mau umroh Ramadhan. Jangan kita terpedaya dengan harta. Asuransikan dengan zakat khususnya serta infaq & sedekah umumnya. Asuransikan harta kita ke zakat fitrah khususnya & zakat maal umumnya. Harta yg sudah setahun bulan Rabi Al Awal, keluarkan zakat maal di bulan Rabi Al Awal. Jangan tunggu Ramadhan dikeluarkan bareng dengan zakat fitrah. Kebanyakan kita bayar zakat fitrah saja. Jarang kita yg keluarkan zakat maal saja. Zakat fitrah saja memang sudah zakat tapi tidak cukup tanpa zakat maal. Zakat itu @least 2,5% dari harta. Semakin banyak harta, maka semakin besar zakatnya. 2,5% nya itu semakin besar.

Syariat Islam mendidik kita supaya menafkahkan sebahagian rezeki di jalan Allah SWT. Kita menanam saham di jalan Allah SWT. Saham yg kita tanam u/ bisnis, bangun perusahaan, itu saham yg akan habis. Saham yg kita tanam di jalan Allah SWT itu saham yg kekal. Ibaratnya kita mengadakan bakti sosial mengundang 1000 anak yatim & fakir miskin. Kita sumbangkan 1000 porsi sate Padang @Rp 16.000 u/ 1000 orang anak yatim & fakir miskin. Kita sudah menyumbang 1000 porsi sate Padang senilai Rp 16.000.000 (Rp 16 juta). Kembaliannya di sisi Allah SWT Rp 16 juta x 700 = Rp 11.200.000.000 (Rp 11,2 M). Bila kita sumbangkan 1000 porsi sate Padang @Rp 20.000 u/ 1000 orang anak yatim & fakir miskin, sumbangan kita senilai Rp 20.000.000 (Rp 20 juta). Kembaliannya Rp 20 juta x 700 = Rp 14.000.000.000 (Rp 14 M).

Firman Allah SWT surah Al Munafiqun #9: “Wahai orang yg beriman, jangan harta benda anda & anak” anda melalaikan anda dari mengingat Allah SWT. & barangsiapa yg berbuat demikian, maka mereka itu orang yg rugi

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Jangan sampai penyesalan kita hadapi di alam barzakh bahkan di hari kiamat. Tidak ada gunanya penyesalan yg demikian. Lebih baik kita menyesal di dunia daripada di hari kiamat. Kita menyesal di dunia, bisa bertaubat kehadirat Allah SWT. Orang yg menimbun harta bawaannya pelit. Pelit itu pangkal pailit. Saham di jalan Allah SWT berlakunya di dunia sebelum kita mati.

Firman Allah SWT surah Al Munafiqun #10: “& nafkahkanlah sebahagian dari apa yg telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah satu dari kamu, kemudian dia berkata seraya menyesali, “Wahai Tuhanku, bila Engkau berkenan menunda kematianku sedikit lagi, maka aku dapat bersedekah & aku termasuk orang yg sholeh”

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Harta tidak kita bawa mati. Kita mati hanya pakai kain kafan. Kita digotong pakai keranda ke kuburan. Kita dimasukkan ke liang lahat. Bila ajal kita telah tiba, pasti Malaikat Izrail, malaikat maut akan mencabut nyawa kita. Bila masa berlaku kehidupan kita habis, kita pasti menghembuskan nafas terakhir. Bila kita telah menghembuskan nafas terakhir, putus hubungan kita dengan harta khususnya & dunia umumnya.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Jenazah itu diikuti oleh 3 golongan. 2 golongan akan kembali & 1 golongan akan menemaninya. Dia akan diikuti oleh keluarganya & hartanya serta amalannya. Maka keluarganya & hartanya akan kembali pulang sementara amalannya akan menemaninya

Firman Allah SWT surah Al Munafiqun #11: “& Allah SWT tidak menunda kematian seseorang bila waktunya telah tiba. & Allah SWT Maha Teliti atas apa yg anda perbuat

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment