Sunday, April 5, 2020

Langkanya hiburan yg mendidik


Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti terjadi di hari Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “LANGKANYA HIBURAN YANG MENDIDIK”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Sungguh ironis sekali, hiburan yg mendidik, hiburan yg berkualitas sudah langka di akhir zaman ini. Hiburan yg berkualitas yg dulu menjadi raja & dewa sudah pudar, sudah lekang oleh waktu, sudah lekang oleh zaman. Seiring bertukarnya zaman, hiburan yg bagus pula telah punah. Dulu TV menjadi hiburan u/ kita. Di tahun 1960, 1970, 1980 akses televisi masih terbatas. Tidak semua orang punya TV di rumah. Paling orang dulu punya radio. Bila presiden Sukarno pidato, semua orang sudah siap mendengarkan radio. Bila presiden Suharto pidato, ada yg mendengarkan radio, ada yg berkumpul di pos hansip, pos satpam, nonton di tetangga sebelah u/ nonton pidato presiden Suharto. Bahkan dulu kita harus bayar iuran TV saban bulan. Petugas iuran TV datang dari TVRI. Bila kita mau nonton acara yg kita suka, kita numpang nonton di tetangga sebelah, kantor keluarahan, pos hansip, pos satpam. Dulu orang daerah cuman bisa nonton TVRI. Orang Jakarta bisa nonton RCTI, SCTV selain TVRI. Orang daerah harus install antenna parabola supaya bisa nonton RCTI, SCTV. Bila mau nonton piala dunia, euro, dibuat layar tancap u/ nonton bola bareng. Saking terbatasnya akses televisi zaman dulu.

Firman Allah SWT surah Al Asr #2 & #3: #2 “Sungguh manusia dalam kerugian” #3 “Kecuali orang yg beriman & berbuat kebajikan serta saling menasihati u/ kebenaran & saling menasihati dengan kesabaran

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Saya akan mengajak anda sejenak flashback nostalgia ke zaman dulu, 30 tahun yg lalu. Kita flashback nostalgia zaman tahun 1980, 1990, awal tahun 2000. Dulu acara TV Indonesia bagus”. Banyak variasi pilihan tontonan yg bermutu. Ada berita, sinetron yg bermutu, sinetron yg mendidik, musik, cerdas cermat, kuis, film seri Hollywood, telenovela. TPI menayangkan acara pendidikan tentang pelajaran sekolah. TPI masih murni TV pendidikan. Sekarang namanya bertukar jadi MNC TV. Acara lokal Indonesia & acara import seimbang. Dulu acara lokal Indonesia masih terbatas. Dulu jam primetime kita nonton kuis, film seri Hollywood, sinetron Indonesia yg bermutu, sinetron Indonesia yg mendidik. Kita nonton “Si Doel Anak Sekolahan”. Jam 7 & jam 9 semua TV swasta bergabung dengan TVRI. Jam 7 “Berita malam”. Jam 9 “Dunia dalam berita”. Layar emas RCTI menampilkan film” bioskop lawas. Lagi seru nonton layar emas RCTI, bergabung dengan TVRI dipotong “Dunia dalam berita”. Setelah “Dunia dalam berita”, baru lanjutan layar emas. Bahkan kadang dipotong “Laporan khusus” TVRI dulu. Dulu malam hari itu waktu berkumpul keluarga, nonton TV bersama. Dulu banyak sekali tontonan yg bagus saban hari. Sore hari menunggu Magrib, kita nonton berita, kuis, drama import.

Firman Allah SWT surah Al Fatihah #7: “Yakni jalan orang yg telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan mereka murka yg dimurkai & bukan jalan mereka yg sesat

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Sungguh ironis sekali, sekarang zaman telah berubah 180 derajat. TV sudah tidak lagi menjadi media hiburan yg mendidik. Saya yakin anda semua sudah malas nonton TV. Acara TV tidak bermutu, tidak mendidik. Saban hari tayangan TV meresahkan kita. Kita telah tersiksa oleh tayangan TV yg tidak bermutu, tayangan TV yg tidak mendidik, tayangan TV sampah bertahun” belakangan ini. Anak zaman sekarang lebih suka nonton drama Korea daripada sinetron Indonesia. Mereka sampai hafal itu selebritis Korea. Sekarang sudah tahun 2020, acara TV tidak kunjung berubah. Saya sudah tidak kenal lagi acara TV zaman now karna saya tidak pernah nonton TV. 96% orang sudah tidak pernah nonton TV. Acara TV zaman now saban hari 24 jam monoton. Saban hari tayangan infotainment, gossip, berita hoax, berita rasa sinetron stripping, sinetron stripping 1000 episode. 96% acara TV tidak mendidik, tidak bermutu. Sinetron Islam yg memecahkan rekor banyak episode, banyak season yakni “Para Pencari Tuhan”, “Islam KTP”, “Tukang bubur naik haji”. Bahkan menurut psikolog Kak Seto Mulyadi, acara TV dominan iklan, sinetron. Acara TV terlalu banyak iklan. Acara TV zaman sekarang based on rating. Acara TV yg tidak mendidik iklannya terlalu banyak. Masa berlakunya awet. Acara TV yg bagus iklan sedikit, masa berlakunya sebentar, tiba” sudah hilang di TV. Berita sudah direkayasa seperti sinetron dikuasai oleh partai politik u/ kepentingan partai politik. Berita 96% lebih dominan bad news daripada good news. Good news is bad news. Bad news is good news. Bad news is better than good news. Good news is worse than bad news. The best news is the worst news. The worst news is the best news. Tayangan infotainment membuka aib selebritis. Selebritis zaman now bangga bila aibnya terbuka di infotainment. Selebritis kawin cerai. Selebritis zaman now hanya jual tampang saja. Selebritis zaman now terkenal justru karna aibnya. Pernikahan selebritis disiarkan live. Selebritis meninggal dunia disiarkan live dari rumah duka, sholat jenazah, hingga pemakaman. Bila selebritis meninggal dunia hari Jumat, Jumatannya jg disiarkan live. Itu memblokir frekuensi siaran publik. Acara lawak yg tidak jelas mendidik hedonisme. Masyarakat menjadi penonton bayaran acara musik live. Orang tua wajib mengawasi putra putrinya ketika nonton TV. Tayangan TV yg tidak bermutu merusak akhlaq anak zaman sekarang. Anak” zaman sekarang sudah tidak lagi disuguhi lagu anak”. Lagu anak” ciptaan Alm AT Mahmud tak lekang oleh waktu, tak lekang oleh zaman. Anak TK, anak SD sudah tau lagu cinta, lagu romantis. Anak” zaman sekarang dewasa secara prematur. Mereka dewasa terlalu dini sebelum waktunya.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Saban anak lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya yg membuatnya Yahudi, Nasrani, Majusi

Firman Allah SWT surah Ath Thur #21: “& orang yg beriman & anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka & Kami tidak mengurangi pahala amalan kebajikan mereka sedikitpun. Setiap orang terikat dengan apa yg diperbuatnya

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.


No comments:

Post a Comment