Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya.
Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan
keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg
sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang
khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan
saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah
perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya
serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh
umumnya.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Mimbar Jumat minggu ini
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “KEHIDUPAN BERTETANGGA”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Tetangga adalah orang
yg tinggalnya dalam radius 40 rumah di kanan, kiri, depan, belakang rumah kita.
Orang yg paling dekat dengan kita. Orang pertama yg akan turun tangan bila
terjadi emergency. Tetangga yg tinggalnya dalam radius 40 rumah dengan rumah
kita itu tetangga dekat. Tetangga yg tinggalnya di luar radius 40 rumah dengan
rumah kita itu tetangga jauh. Tetangga yg tinggal beda RT tapi masih radius
dalam 40 rumah dengan rumah kita juga disebut tetangga. Tetangga yg tinggal
beda RW tapi masih dalam radius 40 rumah dengan rumah kita juga disebut
tetangga.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg beriman
kehadirat Allah SWT & hari kiamat, hendaklah muliakan tetangganya”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Pilihlah tetangga
sebelum membangun rumah. Pilihlah teman sebelum perjalanan. Sempurnakan bekal
sebelum ajal tiba”
Firman Allah SWT surah
Al Hujurat #12: “Wahai orang yg beriman, jangan anda buruk sangka karna
buruk sangka itu dosa. & jangan anda mencari kesalahan orang lain serta
jangan anda menggunjingkan orang lain. Adakah di antara anda yg suka memakan
daging saudaranya yg telah mati? Sudah barang tentu anda jijik. &
bertaqwalah kehadirat Allah SWT. Sungguh Allah SWT Maha Penerima Taubat &
Maha Penyayang"
Ikhwatal Islam,
Kehidupan bertetangga
yg harmonis mencerminkan kerukunan, persatuan & kesatuan. Sikap saling
menghormati mencerminkan kerukunan & keharmonisan dalam kehidupan
bertetangga. Tetangga kita yg datang dari latar belakang yg berbeda, keluarga
yg berbeda, suku yg beda, bahasa daerah yg berbeda, budaya yg berbeda. Ada
tetangga yg beragama Islam. Ada tetangga yg berbeda agama. Ada tetangga yg
keluarga kita. Ada yg datang dari keluarga yg berbeda. Perbedaan itu harus
memupuk persatuan & kesatuan. Perbedaan itu harus memupuk kerukunan &
saling menghormati. Kita tidak bisa memaksakan orang menjadi seperti kita. Saya
adalah saya. Anda adalah anda. Saya bukan anda. Saya bukan dia. Anda bukan
saya. Anda bukan dia. Just be yourself. You can only be yourself. Justru dengan
perbedaan keanekaragaman budaya, kita bisa belajar budaya orang lain. Kita
harus pandai menjinakkan ego kita. Ego tidak bisa kita bunuh tapi bisa kita
jinakkan. Ibaratnya bila kuku kita panjang, potong kuku, jangan potong jari.
Bila ego sudah bicara bisa melumpuhkan logika, akal sehat, silaturrahim. Manusia
adalah makhluk sosial yg tidak bisa hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain.
Maka dengan itu, kita wajib saling kenal dengan sesama manusia. Memang sudah
menjadi fitrah manusia saling membutuhkan.
Firman Allah SWT surah
Al Hujurat #13: “Wahai manusia, sungguh
Kami telah menciptakan anda dr seorang lelaki & wanita, kemudian Kami
jadikan anda bersuku” & berbangsa” supaya anda saling mengenal. Sungguh yg
paling mulia di antara anda di sisi Allah SWT adalah orang yg paling bertaqwa.
Sungguh Allah SWT Maha Teliti & Maha Mengetahui”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Ada 3 kategori tetangga.
Tetangga yg punya 3 hak, 2 hak, 1 hak. Tetangga yg punya 3 hak adalah tetangga
yg beragama Islam yg punya hubungan kekeluargaan. Baginya hak bertetangga, hak
sesama Islam, hak kekeluargaan. Tetangga yg punya 2 hak adalah tetangga yg
beragama Islam yg tidak punya hubungan kekeluargaan. Baginya hak bertetangga
& hak sesama Islam. Tetangga yg punya 1 hak adalah tetangga yg tidak punya
hubungan kekeluargaan & non Islam. Baginya hak bertetangga saja”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Silaturrahim
menyempurnakan keharmonisan dalam kehidupan bertetangga. Kita bisa bertukar
pikiran, bertukar pandangan, bertukar opini, bertukar ide, bertukar ilham
dengan tetangga kita. Arisan RT & RW itu u/ sarana silaturrahim dengan
tetangga. Jumatan di masjid komplek tempat tinggal kita, kita bisa silaturrahim
dengan tetangga khususnya & umat Islam umumnya. Bila kita sholat berjemaah
di masjid, kita bisa bertemu dengan tetangga. Bulan Ramadhan saling mengundang
buka puasa bersama. Idul Fitri saling mengundang halal bi halal. Hari biasa saling
mengundang u/ pernikahan. Bila tetangga kita sakit, jenguk tetangga ke
rumahnya. Bila diopname di rumah sakit, jenguk ke rumah sakit. Bila tetatangga
kita meninggal dunia, kita melayat ke rumah duka, mengurus jenazah, menyolatkan
jenazah, mengantarkan jenazah ke pemakaman, tempat peristirahatan yg terakhir.
Acara 17 Agustus, kita bisa kumpul dengan tetangga.
Idul Fitri & Idul
Adha waktu yg tepat u/ kita silaturrahim dengan tetangga. Sholat Idul Fitri
& Idul Adha di lapangan masjid yg luas u/ memudahkan silaturrahim dengan
umat Islam. Sholat Idul Fitri & Idul Adha itu silaturrahim akbar dengan
sesama umat Islam. Tidak terkecuali tetangga kita. Idul Fitri & Idul Adha
kita saling berkunjung, saling ziarah dengan tetangga yg beragama Islam, yg
juga merayakan Idul Fitri & Idul Adha. Tradisi lebaran Idul Fitri &
Idul Adha di kampung, warga keliling kampung berkunjung dr rumah ke rumah di
kampung itu.
Firman Allah SWT surah
Al Hujurat #10: “Sungguh orang mu’min itu bersaudara, maka damaikanlah kedua
saudaramu & bertaqwalah kehadirat Allah SWT supaya anda memperoleh rahmat”
Sabda Baginda
Rasullullah SAW: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezeki &
dikenang setelah ajalnya, maka hendaklah menyambung tali silaturrahim"
Ikhwatal Iman,
Bila kita punya rezeki lebih,
banyak makanan, bagikan dengan tetangga. Saling berbagi dengan tetangga dapat
menyempurnakan silaturrahim dengan tetangga. Imam Gazali menulis dalam kitabnya
“Bimbingan mu’min” tentang hak yg harus dipenuhi tetangga antara lain memberi
salam kepada tetangga, menjenguk bila tetangga sakit, takziah bila tetangga
meninggal dunia, menolong tetangga, tidak menyakiti hati tetangga.
Baginda Rasulullah SAW
pernah berkunjung ke rumah Abi Zar Algifari ketika Abi Zar Algifari sedang
memasak.
Sabda Baginda Rasulullah
SAW: “Wahai Abi Zar, anda kamu masak,
banyakin kuahnya. Bagi dengan tetangga anda”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Tidaklah beriman orang
yg makan kenyang tapi tetangganya lapar”
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Kehidupan bertatangga
di komplek perumahan sudah seperti di apartemen. Dulu kita mudah berbaur dengan
tetangga. Sekarang kehidupan kita individualis. Kehidupan bertetangga zaman
sekarang “gw-gw, lo-lo” & “sakit-sakit aja, mati-mati aja”.
Ibu rumah tangga baru bisa bertemu dengan tetangga di tukang sayur yg keliling
komplek. Sikap kepedulian & toleransi dengan tetangga di Jakarta sudah
sangat kurang dewasa ini. Manusia umumnya & orang Jakarta khususnya dewasa
ini sudah tercemar penyakit ego & individual. Dewasa ini manusia terlalu sibuk
dengan urusan masing” & terlalu mementingkan diri sendiri. Dewasa ini
manusia terlalu sibuk dengan gadget. Orang Jakarta pergi kerja pagi” &
pulang kerja malam. Jakarta sekarang macetnya sudah tidak waras. Waktu warga
Jakarta habis di jalan. Di group chat janjian kumpul”. Bila sudah bertemu
langsung, semuanya ngobrol dengan gadget masing”. Masyarakat yg hidup di kota
besar Jakarta sudah pudar sikap toleransinya & kepeduliannya. Di
universitas kita individualis karna sibuk dengan urusan masing”. Lingkungan
individualis orangnya cuek”. Ciri khas lingkungan individualis adalah “gw-gw,
lo-lo” & “sakit-sakit aja, mati-mati aja”. Bila tenaga kerja
professional, tenaga kerja korporat yg sakit, dokter, pilot, insinyur, artis,
Ustadz, dosen, guru, karyawan bank banyak yg jenguk, banyak yg mendoakan. Bila
tenaga kerja professional, tenaga kerja korporat meninggal dunia, dokter,
pilot, insinyur, artis, Ustadz, dosen, guru, pejabat, karyawan bank meninggal
dunia banyak yg melayat, semuanya mengirim karangan bunga turut berduka cita,
semuanya menyolatkan jenazahnya, semuanya mendoakan, semuanya mengantarkan ke
kubur. Facebook, path, twitter mereka mengalir ucapan turut berduka cita.
Semuanya sedih karna kehilangan. Bila tukang ojek, pak pos, tukang susu, tukang
bakso, “sakit-sakit aja, mati-mati aja”.
Firman Allah SWT surah
An Nisa' #36: "& sembahlah Allah SWT & jangan kamu
mempersekutukanNya dengan apapun. & berbuat baiklah kedua orang tua, karib
kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat & tetangga jauh, teman
sejawat, ibnu sabil & hamba sahaya yang anda miliki. Sungguh Allah SWT
tidak menyukai orang yang sombong & membanggakan diri"
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah SWT,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment