Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya.
Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan
keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti akan terjadi hari Jumat.
Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT.
Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya &
para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100%
kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu
khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan
segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah
menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini,
dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga
akhir hayat kita husnul khatimah.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Mimbar Jumat minggu ini
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “BAGAI MENGUKIR
DI ATAS BATU”
Sidang Jumat yg
direstui Allah SWT,
Kita tidak asing lagi
dengan sepenggal lirik nasyid yg berbunyi “Belajar di waktu kecil bagai
mengukir di atas batu. Belajar di waktu dewasa bagai mengukir di atas air”.
Lirik nasyid ini sudah lama. Dulu terkenal di tahun 1990-an. Lirik nasyid itu
sudah 30 tahun. Sekarang sudah tahun 2020. Lirik yg sederhana tapi dalam
maknanya. Belajar di waktu kecil itu bagaikan mengukir di atas batu. Waktu
kecil belajar banyak ilmu kehidupan basic. Ilmu kehidupan banyak kita pelajari
di sekolah. Waktu kecil, kita belajar mudah. Kita bisa belajar ilmu apa saja.
Anak kecil memang belum punya kesadaran u/ belajar. Ilmu kehidupan yg kita
belajar waktu kecil akan membekas setelah kita dewasa. Kebanyakan ilmu dasar
kehidupan harus kita pelajari sejak kecil supaya kita terbiasa setelah dewasa.
Ilmu mutlak yg berlaku seumur hidup itu kita belajar waktu kecil. Kita belajar
akhaq sejak kecil supaya kita bisa hidup di masyarakat. Waktu TK, kita mengenal
huruf latin, kita belajar membaca & menulis. Waktu SD, kita belajar menulis
indah dengan huruf sambung. Kita belajar mengarang. Kita belajar matematika
dasar, yakni kali, bagi, tambah, kurang. Kita harus hafal kali, bagi, tambah,
kurang. Anak SD tidak boleh mengerjakan PR matematika pakai kalkulator. Kita
belajar Bahasa Indonesia karna Bahasa Indonesia bahasa kita. Perjalanan zaman
pendidikan itu butuh waktu yg lama. SD 6 tahun. SMP 3 tahun. SMA 3 tahun.
Sekolah saja 12 tahun. Universitas @least 3 tahun.
Firman Allah SWT surah
Al Mujadalah #11: “Wahai orang” yg beriman, bila dikatakan kepadamu,
“Berilah kelapangan dalam majlis” ”, maka lapangkanlah, niscaya Allah SWT akan
memberikan kelapangan bagimu. & bila dikatakan, “Berdirilah anda”, maka
berdirilah supaya Allah SWT mengangkat derajat orang yg beriman di antara anda
& orang yg berilmu beberapa derajat. & Allah SWT Maha Teliti atas apa
yg anda perbuat”
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Menuntut ilmu hukumnya
fardhu bagi setiap muslim”
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Belajar agama Islam
harus dimulai dari kecil. Belajar Al Quran harus dimulai sejak kecil. Waktu
kecil, kita mulai belajar Al Quran dengan mengenal huruf hijaiyyah. Ada 31
huruf hijaiyyah. Kita belajar Iqra’ #1-#6. Setelah tamat kita belajar Iqra’
#1-#6, baru kita belajar membaca Al Quran. Kita belajar menghafal surah pendek
di juz #30. Juz #30 disebut juga juz ‘amma karna dimulai dengan kata ‘amma. Juz
#30 itu hafalan Al Quran basic. Kita belajar ilmu tajwid Al Quran. Membaca Al
Quran itu harus dengan tajwid. Kita belajar menulis sambung huruf Al Quran.
Banyak sekali hafizh Al Quran cilik yg sudah hafal Al Quran 30 juz. Santri di
pondok pesantren tahfizh Al Quran itu harus hafal Al Quran 30 juz sebagai
syarat kelulusan. Bagi sekolah Islam biasa, jangankan hafal 30 juz. Syarat
kelulusan harus hafal 1 juz itu berat sekali. Imam Syafei sudah khatam Al Quran
pertama kali usia 10 tahun.
Sabda Baginda
Rasulullah SAW: “Barangsiapa yg menempuh
jalan u/ menuntut ilmu, Allah SWT mudahkan baginya jalan ke surga”
Firman Allah SWT surah
Ath Thur #21: “& orang” yg beriman beserta anak cucu mereka yg mematuhi
mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di surga,
& Kami tidak mengurangi sedikitpun pahala kebajikan mereka. Setiap anak
Adam terikat dengan apa yg diperbuatnya”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat
sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia
muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment