Khutbah #1
Sidang Jumat yg
diberkahi Allah SWT,
Syukur Alhamdulillah,
di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam
Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya.
Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan
keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg
sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang
khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya
memanifestasikan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi
segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda
Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram
khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman &
taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia
hingga kita menghembuskan nafas terakhir.
Fardhu: Bila dikerjakan
berpahala, bila ditinggalkan berdosa
Sunnah Baginda
Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa
Haram: Bila dikerjakan
berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Makruh: Bila dikerjakan
tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Mimbar Jumat minggu ini
menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya
supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “BILAL BIN RABAH”
Sidang Jumat yang
direstui Allah SWT,
Salah satu sahabat
Baginda Rasulullah SAW yg terkenal adalah Bilal bin Rabah. Kita sudah tidak asing
lagi dengan Bilal bin Rabah. Kita sudah familiar dengan sosok Bilal bin Rabah.
Pria berkulit hitam asal Afrika yg bersuara emas. Seorang hamba sahaya yg
dibebaskan oleh Abu Bakar Siddiq. Bilal bin Rabah menjadi muazin Baginda
Rasulullah SAW. Bilal bin Rabah selalu mengumandangkan azan saban kali masuk
waktu sholat hingga akhir hayat Baginda Rasulullah SAW. Banyak orang di penjuru
dunia yg menyebut orang azan itu sebagai bilal. Padahal orang yg
mengumandangkan azan itu disebut muazin. Bilal itu nama sahabat Baginda
Rasulullah SAW yg menjadi muazin. Suara azan Bilal bin Rabah sangat merdu
sekali.
Sidang Jumat yg
diberkahi & direstui Allah SWT,
Setelah Baginda
Rasulullah SAW meninggal dunia, Bilal bin Rabah memutuskan u/ tidak akan
mengumandangkan azan lagi. Bilal bin Rabah begitu sedih karna kehilangan
Baginda Rasulullah SAW. Ketika Abu Bakar Siddiq memintanya u/ mengumandangkan
azan, Bilal bin Rabah berkata, “Biarkan saya menjadi muazin Baginda Rasulullah
SAW saja. Baginda Rasulullah SAW telah mendahului kita, maka saya bukan muazin
siapa” lagi”. Abu Bakar Siddiq mengerti dengan kesedihan Bilal bin Rabah karna
kehilangan Baginda Rasulullah SAW. Abu Bakar Siddiq terus mendesak Bilal bin
Rabah u/ mengumandangkan azan kembali. Bilal bin Rabah bertanya kepada Abu
Bakar Siddiq, “Dulu waktu anda membebaskan saya dari siksaan Umayyah bin
Khalaf, apakah anda membebaskan saya karna Allah SWT?”. Abu Bakar Siddiq diam
saja. Kemudian lanjut Bilal bin Rabah, “Bila anda dulu membebaskan saya karna
anda sendiri, saya bersedia menjadi muazin anda. Bila anda dulu membebaskan
saya karna Allah SWT, maka biarkan saya dengan keputusan saya”. Abu Bakar
Siddiq diam saja.
Firman Allah SWT surah
An Nahl #90: “Sungguh Allah SWT menyuruh anda berbuat adil & ihsan serta
memberi kepada kaum kerabat & melarang anda berbuat keji & ingkar serta
permusuhan. Dia memberi I’tibar bagi anda supaya anda memetik I’tibar”
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Bilal bin Rabah pergi
meninggalkan Madinah & hijrah ke negri Syam. Seiring berjalannya waktu,
pada suatu malam, Bilal bin Rabah bermimpi Baginda Rasulullah SAW. Baginda
Rasulullah SAW menegur Bilal bin Rabah, “Wahai Bilal bin Rabah, mengapa anda
tidak mengunjungi saya? Mengapa sampai seperti ini?”. Sontak Bilal bin Rabah
terbangun dari tidurnya & bersiap u/ berangkat ke Madinah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Zaman Abu Bakar Siddiq
telah lewat. Zaman Umar bin Khattab, Bilal bin Rabah datang kembali ke Madinah.
Bilal bin Rabah ziarah ke makam Baginda Rasulullah SAW setibanya di Madinah.
Bilal bin Rabah menangis karna kerinduan dengan Baginda Rasulullah SAW. Umar
bin Khattab meminta Bilal bin Rabah u/ mengumandangkan azan. Bilal bin Rabah
tidak sanggup lagi azan. Cucu Baginda Rasulullah SAW, Hasan & Husein datang
menghampiri Bilal bin Rabah. Bilal bin Rabah memeluk Hasan & Husein. Hasan
& Husein minta Bilal bin Rabah u/ mengumandangkan azan. Hasan & Husein
berkata, “Paman, maukah anda mengumandangkan azan u/ kami? Kami ingin mengenang
kakek kami”. Bilal bin Rabah akhirnya mengabulkan permintaan mereka.
Bilal bin Rabah naik ke
menara Masjid Nabawi u/ Azan. Akhirnya, Bilal bin Rabah mengumandangkan azan
lagi u/ pertama kalinya setelah Baginda Rasulullah SAW meninggal dunia. Bilal
bin Rabah mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Seluruh penduduk Madinah ke
luar rumah. Semua aktivitas terhenti. Mereka sudah kangen mendengar azan Bilal
bin Rabah yg dulu biasa mereka dengar zaman Baginda Rasulullah SAW masih hidup.
Bilal mengucapkan “Asyhadu alla ilaaha illallah”, semua orang pergi ke Masjid
Nabawi. Tiba di lafaz “Asyhadu anna muhammadar rasulullah”, tangisan air mata
pecah di Madinah. Umar bin Khattab paling keras menangis. Bilal bin Rabah tidak
sanggup lagi meneruskan Azan. Bilal bin Rabah duduk, menangis. Sahabat datang
ke Bilal bin Rabah bertanya, “Wahai Bilal bin Rabah, mengapa anda tidak
meneruskan Azan?”. Bilal bin Rabah menjawab, “Saya tidak sanggup lagi. Saya
merasakan seakan Baginda Rasulullah SAW hadir u/ sholat bersama kita”. Muazin
itu memperoleh berkah pahala yg besar sekali. Azan itu saham akhirat yg besar
pahalanya. Itulah azan pertama & terakhir Bilal bin Rabah.
Firman Allah SWT surah
Al Zalzalah #6-#8: #6 “Pada hari kiamat, manusia keluar dari kuburnya
berkelompok u/ diperlihatkan kepada mereka balasan semua amal perbuatannya”
#7 “Maka barangsiapa yg berbuat kebajikan seberat Zarrah, maka Allah SWT
akan membalasnya seberat Zarrah pula” #8 “& barangsiapa yg berbuat
kejahatan seberat Zarrah, maka Allah SWT akan membalasnya seberat Zarrah pula”
“fa’tabiruu yaa ulil albab”
Khutbah #2
Sidang Jumat
hafizhakumullah,
Jangan pelit dengan
Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5
menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari
Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu
Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30
menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah
SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih
(ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna
malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam
setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah
penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan
Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai
Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban
bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT
@AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.
Zumrotal mu’minin wal
muslimin hafizhakumullah,
Saban hari Allah SWT
memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian.
Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengejar kita. Saban hari kita
semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita
semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti
menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan
nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan
nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.
No comments:
Post a Comment