Thursday, August 6, 2020

Pedoman yg bicara & pedoman yg bisu

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menyempurnakan saham iman & taqwa 100% kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir. Semoga akhir hayat kita husnul khatimah.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa

Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa

Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “PEDOMAN YANG BICARA & PEDOMAN YANG BISU”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Baginda Rasulullah SAW mewariskan 2 pedoman u/ kita yakni: pedoman yg bisa bicara & pedoman yg bisu. Pedoman yg bisa bicara yakni Al Quran & As Sunnah. Al Quran & As Sunnah adalah pedoman kehidupan kita sepanjang zaman. Al Quran & As Sunnah adalah warisan agung sepanjang zaman. Al Quran adalah firman rabbani. As Sunnah adalah firman nabawi. Al Quran adalah firman Allah SWT. As Sunnah adalah kata” Baginda Rasulullah SAW. As Sunnah itu datang dari wahyu Allah SWT via Baginda Rasulullah SAW. As Sunnah itu Baginda Rasulullah SAW sendiri yg mengucapkan. As Sunnah itu tidak ada di Al Quran. Hadits qudsi adalah firman Allah SWT via Baginda Rasulullah SAW. Hadits qudsi itu tidak ada di Al Quran. Al Quran itu Allah SWT yg bicara. As Sunnah itu Baginda Rasulullah SAW yg bicara. Al Quran & As Sunnah itu Allah SWT & Baginda Rasulullah SAW yg bicara. Baginda Rasulullah SAW meninggalkan Al Quran & As Sunnah via orang” yg hadir langsung mendengar khutbah terakhir Baginda Rasulullah SAW di padang Arafah tahun 10 H. Al Quran & As Sunnah adalah undang” Islam. Hukum syariah yg paling benar. Hukum yg dijamin kebenarannya sepanjang zman hingga akhir zaman & hari kiamat. Kehidupan kita di dunia ini berpayungkan Al Quran & As Sunnah.

Firman Allah SWT surah Al Baqarah #1-#5: #1 “Alif Laam Miim” #2 “Kitab ini tidak ada keraguan kepada orang yg bertaqwa” #3 “Yakni mereka yg beriman kepada yg gaib, mendirikan sholat, menafkahkan sebahagian rezeki yg Kami anygerahkan kepada mereka” #4 “& mereka yg beriman kepada kitab-kitab yg diturunkan kepadamu & kitab-kitab yg terdahulu diturunkan serta meyakini adanya hari kiamat” #5 “Mereka itu yg memperoleh petunjuk & mereka itu yg beruntung

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Saya wariskan anda 2 perkara yg bila anda berpegang teguh kepadanya anda tidak akan sesat, yakni Al Quran & As Sunnah

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Saya wariskan 2 pedoman u/ anda, yakni pedoman yg bisa bicara & pedoman yg diam

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Pedoman yg bisu yakni kematian. Setiap hamba Allah SWT pasti mati. Setiap hamba pasti akan kembali kehadirat Allah SWT. Setiap hamba pasti akan menghembuskan nafas terakhir. Kita tidak tau kapan kita akan mati. Kematian datang dengan tiba”. Bila ajal kita telah tiba, Malaikat maut akan mencabut nyawa kita. Bila masa berlaku kehidupan kita habis, kita pasti akan menghembuskan nafas terakhir. Kita tidak bisa lari dari kematian. Walaupun kita bersembunyi dalam gua yg gelap, kematian pasti akan datang menghampiri kita.

Berita duka cita mengingatkan kita bahwa setiap hamba Allah SWT pasti mati. Kita semua pasti mati. Bila kita mendengar berita duka cita, renungkanlah kelak nama kita sendiri yg diumumkan dalam berita duka cita. Bila kita melayat ke rumah duka, renungkanlah kelak rumah kita sendiri pasti akan menjadi rumah duka. Kita pasti akan menjadi jasad beku yg terbujur kaku di rumah kita sendiri. Bila kita memandikan jenazah, renungkanlah kelak kita akan menjadi jenazah yg dimandikan. Bila kita mengkafankan jenazah, renungkanlah kelak jasad kita akan dibungkus kain kafan. Bila kita mengangkat keranda jenazah, renungkanlah kelak orang akan mengangkat keranda jenazah kita. Bila ada jenazah yg menunggu u/ disholatkan, renungkanlah kelak kita akan menjadi jenazah yg menunggu u/ disholatkan. Bila kita menyolatkan jenazah, renungkanlah kelak kita akan disholatkan di depan imam. Bila kita mengantar jenazah ke pemakaman, renungkanlah pemakaman akan menjadi tempat tinggal kita menuju akhirat. Bila kita menguburkan jenazah, renungkanlah kelak kita akan menjadi jenazah yg dimakamkan. Bila kita turun ke liang lahat memasukkan jenazah orang tua kita, renungkanlah kelak putra kita akan turun ke liang lahat memasukkan jenazah kita. Bila kita ziarah ke kubur, renungkanlah kelak kita akan tinggal di alam kubur setelah kita meninggal dunia. Doakanlah orang yg telah meninggal dunia umumnya & orang tua kita yg telah meninggal dunia umumnya. Renungkanlah kehidupan, ingatlah kematian.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yakni kematian

Firman Allah SWT surah Al Mu’minun #112-#116: #112 Allah SWT berfirman, “Berapa tahun lamanya anda tinggal di dunia?” #113 Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari, maka tanyakan kepada mereka yg menghitung” #114 Allah SWT berfirman, “anda tinggal di bumi hanya sebentar saja bila anda mengetahui” #115 “Maka apakah anda mengira bahwa Kami menciptakan anda main” & bahwa anda tidak akan dikembalikan kehadirat Kami?” #116 “Maha Tinggi Allah SWT, Raja yg sebenarnya. Tiada Tuhan selain Dia, Tuhan yg mempunyai Arsy yg mulia

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita. Contact call centre Allah SWT 24434. Follow twitter Allah SWT @AlQuran. Follow twitter Baginda Rasulullah SAW @AlQuran&AsSunnah.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

 

 

 


No comments:

Post a Comment