Friday, August 14, 2020

Sakaratul maut

Khutbah #1

Sidang Jumat yg diberkahi Allah SWT,

Syukur Alhamdulillah, di hari Jumat, penghulu segala hari yg berkah ini, kita duduk bersimpuh dalam Jumatan minggu ini u/ bersyukur kehadirat Allah SWT & mengagungkan AsmaNya. Shalawat & salam terbesit dari lubuk sukma kita semoga kita sempurnakan keharibaan Baginda Rasulullah SAW. Hari kiamat pasti akan terjadi hari Jumat. Ketahuilah taqwa adalah sikap penghambaan yg sempurna kehadirat Allah SWT. Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya bercocok tanam menyempurnakan saham iman & taqwa kehadirat Allah SWT, yakni mematuhi segala titah perintahNya, yg fardhu khususnya & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW umumnya serta meninggalkan segala laranganNya, yg haram khususnya & yg makruh umumnya. Titah perintah menyempurnakan iman & taqwa berlaku selama kehidupan kita di dunia ini, dari hari lahir kita ke dunia hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Fardhu: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan berdosa

Sunnah Baginda Rasulullah SAW: Bila dikerjakan berpahala, bila ditinggalkan tidak berdosa

Haram: Bila dikerjakan berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Makruh: Bila dikerjakan tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala

Mimbar Jumat minggu ini menghimbau diri sang khatib sendiri khususnya & para Jemaah Jumat umumnya supaya menghayati ibrah & memetik I’tibar dari satu tema: “SAKARATUL MAUT”

Sidang Jumat yg direstui Allah SWT,

Setiap yg bernyawa pasti mati. Setiap hamba Allah SWT pasti akan kembali kehadirat Allah SWT. Setiap insan pasti akan menghembuskan nafas terakhir. Bila ajal hamba telah tiba, Malaikat maut akan menjemputnya u/ mencabut nyawanya. Ada orang yg meninggal dunia melewati proses sakaratul maut. Ada orang yg meninggal dunia tiba”, mendadak. Bahkan ada yg meninggal dunia dalam tidur. Sakaratul maut itu rasanya sakit, perih, pedih, dahsyat. Amalan sholeh kita bisa menyelamatkan kita dari dahsyatnya sakaratul maut. Amalan kita sepanjang kehidupan kita menentukan bagaimana kematian kita, bagaimana sakaratul maut kita, kita akan berlabuh dengan selamat di surga atau kita akan kecelakaan masuk neraka.

Firman Allah SWT surah Al Ankabut #57: “Setiap yg bernyawa pasti mati. Kemudian hanya kehadirat Kami anda akan dikembalikan

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan dunia yakni kematian

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Sakaratul maut adalah masa kritis hamba Allah SWT di ambang kematian. Detik” di ambang kematian tiba. Kematian sudah tinggal selangkah lagi. Akhir hayatnya. Proses roh berpisah dari jasad. Sakaratul maut menentukan kita menghembuskan nafas terakhir dengan husnul khatimah atau suul khatimah. Kematian itu ibarat pohon berduri yg dimasukkan ke dalam jasad hamba Allah SWT. Tatkala sakaratul maut, Allah SWT menayangkan kembali flashback kehidupan kita. Allah SWT menunjukkan surga & neraka. Selama sakaratul maut, kita harus menyempurnakan munajat kehadirat Allah SWT. Kita zikir mengucapkan kalimah “Laailaahaillallah”. Sebelum tiba sakaratul maut, sempurnakan munajat kehadirat Allah SWT. Sempurnakan zikir, doa, istigfar, shalawat supaya tatkala sakaratul maut kita bisa mengucapkan kalimah “Laailaahaillallah”. Maka kita harus mendampingi orang yg sedang sakaratul maut u/ membimbingnya munajat kehadirat Allah SWT. Kita membantu orang yg sedang sekarat menyebut Asma Allah SWT supaya memudahkan sakaratul mautnya, memudahkan jalannya ke surga. Itu menjadi peringatan u/ kita, kita juga pasti akan mati. Kita akan ada di posisi sakaratul maut.

Firman Allah SWT surah Al Anbiya’ #35: “Setiap yg bernyawa pasti mati. Kami menguji anda dengan buruk & baik sebagai cobaan. & anda akan dikembalikan kehadirat Kami

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Setiap hamba dibangkitkan menurut kematiannya

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Sungguh amalan itu tergantung akhirnya

Sidang Jumat hafizhakumullah,

Bagi orang yg beriman & bertaqwa, mereka akan melewati proses sakaratul maut dengan mudah. Bila sebelum sakaratul maut, mereka rajin munajat kehadirat Allah SWT, mereka akan mudah menyebut Asma Allah SWT tatkala sakaratul maut walaupun lidah mereka telah kaku. Mereka melewati proses sakaratul maut dengan tenang. Malaikat maut menjemputnya dengan gembira. Malaikat maut mencabut nyawanya dengan lembut, tidak sakit. Mereka menghembuskan nafas terakhir dengan husnul khatimah.

Bagi orang kafir, mereka akan merasakan dahsyatnya sakaratul maut, pahitnya sakaratul maut. Mereka menjerit tatkala sakaratul maut. Malaikat maut menjemputnya dengan marah. Malaikat maut mencabut nyawanya dengan keras, dahsyat, sakit. Mereka menghembuskan nafas terakhir dengan suul khatimah.

Firman Allah SWT surah Al Mu’minun #99 & #100:

#99 Demikian keadaan orang" kafir itu, hingga bila datang kematian, dia berkata "Wahai Tuhanku, kembalikan saya ke dunia"

#100 " "Supaya saya bisa beramal sholeh yg telah saya tinggalkan", sekali-kali tidak!, sungguh itu hanyalah dalih yg diucapkan saja. & di hadapan meraka ada alam barzah sampai hari kebangkitan mereka"

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Proses sakaratul maut dimulai dari kaki ke penjuru jasad. Yg terakhir dimatikan adalah pendengaran kita. Bila nyawa telah dicabut hingga ke tenggorokan, pintu taubat telah tertutup u/ selamanya. Tidak ada lagi toleransi dari Allah SWT. Bila kita telah meninggal dunia, jasad kita akan terbujur kaku & beku. Darah berhenti mengalir ke penjuru jasad kitaa. Sebelum kita meninggal dunia, kita sempurnakan bekal amalan sholeh kita. Kita tanam saham amalan sholeh kita. Kita lazimkan munajat kehadirat Allah SWT. Kita lazimkan bacaan zikir, doa, istigfar, shalawat. Kita sempurnakan amalan sholeh yg fardhu & yg sunnah Baginda Rasulullah SAW.

Sabda Baginda Rasulullah SAW: “Jenazah itu diikuti oleh 3 golongan. 2 golongan akan kembali & 1 golongan akan menemaninya. Dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, amalannya. Maka keluarganya & hartanya akan kembali pulang sementara amalannya akan menemaninya.

Firman Allah SWT surah Al Mu’minun #112-#116: #112 Allah SWT berfirman, “Berapa tahun lamanya anda tinggal di dunia?” #113 Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari, maka tanyakan kepada mereka yg menghitung” #114 Allah SWT berfirman, “anda tinggal di bumi hanya sebentar saja bila anda mengetahui” #115 “Maka apakah anda mengira bahwa Kami menciptakan anda main” & bahwa anda tidak akan dikembalikan kehadirat Kami?” #116 “Maha Tinggi Allah SWT, Raja yg sebenarnya. Tiada Tuhan selain Dia, Tuhan yg mempunyai Arsy yg mulia

fa’tabiruu yaa ulil albab

Khutbah #2

Sidang Jumat yg diberkahi & direstui Allah SWT,

Ulama besar Khurasan atau disebut juga Uzbekistan yg bernama Abu Laits As Sumarqandi, yg dijuluki Al Faqih, memberitakan dalam kitabnya yg bertema “Tanbihul Gafilin” artinya peringatan bagi orang” yg lalai, ada 5 orang yg memperoleh berita gembira tatkala sakaratul maut yakni:

#1 Orang awam yg beriman

Malaikat berkata: “Jangan takut. Anda tidak akan kekal dalam neraka. Anda memperoleh syafaat para nabi & para rasul serta orang” yg sholeh. Jangan berduka karna kekurangan pahala. Anda dijamin pasti masuk surga

#2 Orang yg ikhlas

Malaikat berkata: “Jangan khawatir karna kekurangan amalan. Segala amalan anda telah dimaqbulkan. Jangan berduka karna kekurangan pahala. Anda memperoleh pahala berlipat ganda

#3 Orang yg bertaubat

Malaikat berkata: “Jangan khawatir atas segala dosa anda. Segala dosa anda telah diampuni. Jangan berduka karna pahala amalan anda peroleh setelah bertaubat

#4 Orang yg zuhud

Malaikat berkata: “Jangan khawatir audit padang mahsyar. Jangan berduka kekurangan pahala. Anda akan masuk surga tanpa hisab

#5 Ulama yg mengajarkan kebajikan bagi manusia

Malaikat berkata: “Jangan khawatir dahsyatnya hari kiamat. Allah SWT telah membalas amalan anda dengan surga & demikian pula orang yg mengikuti jejak langkah anda

Insya Allah, kita akan membahas secara spesifik khutbah Jumat tentang orang yg memperoleh berita gembira tatkala sakaratul maut. Demikianlah mimbar Jumat minggu ini. Sebelum kita tutup dengan berdoa, saya akan tutup dengan munajat.

Sidang Jumat hafizhakumullah SWT,

Jangan pelit dengan Allah SWT. Dalam 24 jam, Allah SWT minta 25-30 menit saja u/ sholat 5 waktu @5 menit. 23,5 jam yg lainnya bebas u/ kita. Dalam seminggu, Allah SWT minta hari Jumat saja u/ Jumatan karna Jumat adalah penghulu segala hari. Itupun waktu Zuhur saja selama 30 menit. Dengarkan khutbah Jumat & sholat total 30 menit. Hari yg lainnya, Sabtu sampai Kamis bebas u/ kita. Dalam sebulan, Allah SWT minta 3 hari saja tanggal 13-15 hijriyah u/ puasa sunnah hari putih (ayyamul bidh). Tanggal 13-15 hijriyah saban bulan disebut hari putih karna malam harinya bulan purnama. Itupun sunnah tidak difardhukan kepada kita. Dalam setahun, Allah SWT minta bulan Ramadhan saja u/ puasa karna Ramadhan adalah penghulu segala bulan. Kita puasa 14 jam saja selama 30 hari. Di bulan Ramadhan, 14 jam kita puasa, 10 jam kita berbuka. Kita puasa dari Subuh sampai Magrib. Waktu Magrib kita buka puasa sampai Subuh. Bulan Syawal sampai Sya’ban bebas u/ kita.

Zumrotal mu’minin wal muslimin hafizhakumullah,

Saban hari Allah SWT memanggil hambaNya u/ kembali keharibaanNya. Saban hari manusia dalam kerugian. Waktu kita semakin singkat. Saban hari kematian mengintai kita. Saban hari kita semakin dekat dengan kematian. Saban tahun, usia kita semakin berkurang, kita semakin dekat dengan kematian. Setiap yg bernyawa pasti mati. Kita semua pasti menghembuskan nafas terakhir bila ajal kita tiba. Jangan terpedaya dengan nikmat sehat karna syarat mati tidak harus sakit. Jangan terpedaya dengan nikmat usia muda karna syarat mati tidak harus tua.

 

 

No comments:

Post a Comment